Pengaruh Pengendalian Gulma Terhadap Efisiensi Pnggunaan Air Pada Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)

  • Herkulanus Riki Program Studi Budidaya Perkebunan, Institut Teknologi Sawit Indonesia
  • Muhammad Nur Kholis Program Studi Budidaya Perkebunan, Institut Teknologi Sawit Indonesia
  • Arjuna Wisesha Program Studi Budidaya Perkebunan, Institut Teknologi Sawit Indonesia
  • Sopyan Program Studi Budidaya Perkebunan, Institut Teknologi Sawit Indonesia
Keywords: Air Tanah, Gulma, Kelapa Sawit, Transpirasi, WUE, Groundwater, Weeds, Oil Palm, Transpiration, WUE

Abstract

ABSTRAK

Pengendalian gulma adalah salah satu faktor  penting dalam meningkatkan efisiensi pemakaian air pada budidaya kelapa sawit. Keberadaan gulma di lahan perkebunan dapat mendatangkan persaingan yang besar terhadap tanaman utama, terutama dalam penggunaan air tanah, unsur hara, dan cahaya. Situasi ini bisa mengurangi ketersediaan air untuk tanaman kelapa sawit sehingga menghalangi proses fisiologis yang seperti fotosintesis dan transpirasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengendalian gulma terhadap efisiensi pemakaian air pada tanaman kelapa sawit. Metode penelitian dilakukan dengan membandingkan kondisi lahan yang mengalami pengendalian gulma secara intensif dengan lahan tanpa pengendalian gulma. Parameter yang diperhatikan meliputi water use efficiency (WUE), laju transpirasi tanaman, dan kandungan air tanah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengendalian gulma dengan efisiensi penggunaan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian gulma yang efektif dapat meningkatkan nilai WUE pada tanaman kelapa sawit. Selain itu, laju transpirasi tanaman cenderung lebih stabil dan optimal pada lahan yang bebas gulma, sementara kadar air tanah lebih terjaga dibandingkan dengan lahan yang tidak dilakukan pengendalian gulma. Ini menunjukkan bahwa pengurangan persaingan air oleh gulma memberikan dampak positif terhadap ketersediaan air untuk tanaman utama. Dengan demikian, pengendalian gulma tidak hanya membantu dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi pemakaian air dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya lahan.

 

ABSTRACT

Weed control is a crucial factor in improving air use efficiency in oil palm cultivation. Weeds in plantations can 1between the level of weed control and water use efficiency. The results showed that effective weed control can increase WUE values ??in oil palm plants. Furthermore, plant transpiration rates tended to be more stable and optimal in weed-free land, while soil water content was better maintained compared to land without weed control. This indicates that reducing weed competition for air has a positive impact on air availability for the main crop. Thus, weed control not only helps improve oil palm growth and productivity but also contributes to air use efficiency and reduced land resource management.

References

Alfiansyah Siregar, D., Sitinjak, R. R., Afrianti, S., & Nur Ariyanti Agustina, dan. (2021). Analisis Vegetasi Gulma pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis quineensis Jacq.) di Desa Salang Tungir, Namorambe, Deli Serdang (Analysis of Weed Vegetation on Palm Oil (Elaeis quineensis Jacq.) Plantations in Salang Tungir Village, Namorambe District, Deli Serdang Regenc). 11(2), 129–133. https://doi.org/10.35799/jbl.v11i2.34674
Alridiwirsah, A., Lubis, E., Tampubolon, K., Alqamari, M., & Cemda, A. R. (2022). Keanekaragaman Gulma Pada Integrasi Kelapa Sawit Dengan Padi Sawah. Jurnal Agrotek Tropika, 10(2), 321. https://doi.org/10.23960/jat.v10i2.5786
Austin Ullyta, Tarigan, S. D., & Wahjunie, E. D. (2022). Infiltrasi dan Aliran Permukaan pada Agroforestri dan Kelapa Sawit. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(3), 359–366. https://doi.org/10.18343/jipi.27.3.359
Fikri, A. M., Ikhsan, N., Anwar, R., Suzanna, E., Aryani, F., & Prihanani, N. (2025). Uji Efektifitas Penambahan Air Kelapa Fermentasi, Asam Asetat, Etanol, Dan Garam Pada Glifosat Terhadap Gulma Di Perkebunan Sawit Yang Belum Menghasilkan (Effectiveness Test of The Addition of coconut water fermentation, Acetic Acid, Ethanol, and Salt to Glyphosate Against Weeds in Immature oil palm plantations). https://doi.org/10.32663/ja.v23i1.5297
Kofifa Tambunan, F., & Zaman, S. (2025). Manajemen Pengendalian Gulma Kelapa Sawit (Elais guineensis Jack.) di Kebun Langga Payung Estate, Sumatra Utara Management of Oil Palm Weed Control (Elais guineensis Jack.) in Kebun Langga Payung Estate, North Sumatra. 13(3), 365–371. https://doi.org/10.29244/agrob.v13i3.67119
Mawandha, H. G., Mu’in, A., & Febri, M. (2022). Kajian Pengendalian Gulma Ottochloa Nodosa Di Perkebunan Kelapa Sawit. Agroista?: Jurnal Agroteknologi, 6(1), 70–79. https://doi.org/10.55180/agi.v6i1.229
Pujisiswanto, H., Villian, J., Evizal, R., & Sriyani, N. (2024). EFIKASI HERBISIDA METIL Metsulfuron Terhadap Pertumbuhan Gulma Pada Budidaya Kelapa Sawit (Elaesis guinensis Jacq.) Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) (Vol. 23, Number 2).
Sanusi, M., Kusumastuti, U., & Kautsar, V. (2024). Perbedaan Intensitas Penyinaran terhadap Komposisi Gulma di Kebun Kelapa Sawit (Vol. 2, Number 2).
Swandi, F., Azmi, Y., & Mariandy, R. (2024). Identifikasi Vegetasi Gulma di Lahan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Kelapa Sawit di Lahan Marginal. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic, 10(1), 7076. https://doi.org/10.33474/e jbst.v10i1.590
Wisdawati, E., Vanami, Z., & Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, P. (2022). Identifikasi Gulma pada Perkebunan Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (Elaeis guineensis Jacq.). J. Agrotan, 8(1)
Published
2026-05-26
Section
Article