Penerapan Nilai Kepasundanan dalam Pengelolaan Keuangan Organisasi Budaya (Studi Kasus Saung Angklung Udjo)
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai solidaritas dalam sistem pengelolaan keuangan di Saung Angklung Udjo guna mencapai akuntabilitas organisasi budaya. Sebagai entitas bisnis yang bergerak di sektor pariwisata dan pelestarian budaya, Saung Angklung Udjo menghadapi tantangan unik dalam menyeimbangkan profitabilitas bisnis dengan misi budayanya. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan guna memahami fenomena secara komprehensif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan melalui sistem autopilot yang disesuaikan serta penggunaan teknologi Point of Sales (POS) yang selaras dengan standar PSAK. Transparansi dan akuntabilitas dicapai melalui mekanisme laporan harian, pemeriksaan ganda (double checking), serta pelaporan yang dilakukan secara rutin dan berkala. Lebih lanjut, praktik akuntansi budaya di Saung Angklung Udjo tercermin dalam internalisasi filosofi silih asih, silih asah, dan silih asuh pada setiap kebijakan organisasi. Nilai-nilai tersebut memengaruhi pengambilan keputusan keuangan dengan menekankan aspek konsultasi dan keharmonisan antar divisi di atas efisiensi keuangan semata. Keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian budaya diwujudkan melalui program pelatihan seni di bawah sponsor yayasan serta inisiatif CSR budaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan kearifan lokal dengan manajemen modern melalui pendekatan kualitatif ini terbukti efektif dalam menjaga keberlanjutan dan akuntabilitas organisasi budaya tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.
ABSTRACT
This study aims to examine the application of solidarity values ??in the financial management system at Saung Angklung Udjo to achieve accountability as a cultural organization. As a business entity engaged in the tourism and cultural preservation sector, Saung Angklung Udjo faces unique challenges in balancing business profitability with its cultural mission. This study uses descriptive qualitative methods with data collection techniques through in-depth interviews and field observations to comprehensively understand the phenomenon. The research findings indicate that financial management is carried out through a customized autopilot system and the use of Point of Sales (POS) technology that aligns with PSAK standards. Transparency and accountability are achieved through daily reporting mechanisms, double checking, and routine and periodic reporting. Furthermore, cultural accounting practices at Saung Angklung Udjo are reflected in the internalization of the philosophy of silih asih (compassion), silih asah (grooming), and silih asuh (caregiving) in every organizational policy. These values ??influence financial decision-making by emphasizing consultation and harmony between divisions over mere financial efficiency. The balance between economic development and cultural preservation is realized through arts training programs sponsored by the foundation and cultural CSR initiatives. This study shows that the integration of local wisdom with modern management through a qualitative approach has proven effective in maintaining the sustainability and accountability of cultural organizations without eliminating their traditional identity.
References
https://repository.penerbiteureka.com/media/publications/617588-akuntansi-keperilakuan-pendekatan-teori-a2f7c9bd.pdf
Institut Agama Islam Negeri Pare. (2022). Akuntansi keperilakuan.
https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/6618/
Politeknik Negeri Bali. (2023). Penerapan akuntansi keperilakuan dalam organisasi.
https://repository.pnb.ac.id/id/eprint/11200/6/RAMA_93103_2215885017_0020096606_0019096606_part.pdf
KEARIFAN LOKAL DAN AKUNTANBILITAS SOSIAL: STUDI FENOMENOLOGIS TERHADAP NILAI MAJA LABO DAHU DALAM PRAKTEK EKONOMI KOLEKTIF MASYARAKAT BIMA https://share.google/TaBNn7cqFeUiL1w1B






