Pergeseran Kuasa Adat atas Tanah Ulayat (Studi Kasus: dalam Komunitas Adat di Gendang Curu, Kabupaten Manggarai)

The Shift in Customary Authority Over Communal Lands (Case Study: Among the Indigenous Community in Gendang Curu, Manggarai Regency)

  • Kristina Anjelina Suryani Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Frans W. Muskanan Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Ananias R. P Jacob Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Nusa Cendana Kupang
Keywords: Kuasa Adat, Tanah Ulayat, Sertifikat Tanah, Kuasa Wacana Pengetahuan, Perubahan Status Tanah Ulayat, Manggarai

Abstract

Penelitian ini mengkaji pergeseran kuasa adat dalam perubahan status tanah ulayat pada komunitas adat di Gendang Curu, Kabupaten Manggarai. Permasalahan utama terletak pada transformasi legitimasi penguasaan tanah yang semula berbasis komunal dan dilekatkan pada struktur adat, menjadi kepemilikan individual yang memperoleh legitimasi melalui hukum negara. Fokus analisis diarahkan pada bagaimana wacana kepastian hukum, keamanan, dan nilai ekonomi tanah diproduksi serta diinternalisasi melalui program sertifikasi dan mekanisme administrasi pertanahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, masyarakat, dan aparat pemerintah, serta telaah dokumen pertanahan. Analisis dilakukan secara interpretatif dengan memanfaatkan konsep kuasa wacana pengetahuan dari Michel Foucault untuk memahami bagaimana produksi pengetahuan hukum negara membentuk cara pandang dan praktik sosial masyarakat terhadap tanah. Penelitian menunjukkan bahwa penguasaan tanah di Gendang Curu pada awalnya dilegitimasi melalui sistem adat, narasi genealogis, dan pembagian Lingko yang menegaskan prinsip komunal. Tanah dimaknai sebagai warisan kolektif yang melekat pada identitas sosial masyarakat. Namun, melalui program sertifikasi tanah, muncul pemahaman baru bahwa sertifikat memberikan kepastian hukum dan jaminan ekonomi. Proses ini secara bertahap menggeser legitimasi dari otoritas adat menuju legalitas administratif negara, sehingga kewenangan substantif lembaga adat dalam pengelolaan tanah mengalami penyempitan.

References

Arizona, Y., & Cahyadi, E. (2020). Politik hukum pengakuan masyarakat hukum adat di Indonesia. Jakarta: Epistema Institute.
Boelaars, J. H. M. (1984). Manusia Irian: Dahulu, sekarang, dan masa depan. Jakarta: Gramedia.
Bourdieu, P. (1977). Outline of a theory of practice. Cambridge: Cambridge University Press.
Erb, M. (2007). A people of the edge: Adat, history, and margins in Manggarai, Flores. Leiden: Leiden University Press.
Foucault, M. (1972). The archaeology of knowledge. London: Tavistock Publications.
Foucault, M. (1977). Discipline and punish: The birth of the prison. New York: Vintage Books.
Foucault, M. (1978). The history of sexuality: Volume I – An introduction (R. Hurley, Trans.). New York: Pantheon Books.
Foucault, M. (1980). Power/knowledge: Selected interviews and other writings 1972–1977 (C. Gordon, Ed.). New York: Pantheon Books.
Foucault, M. (1991). Governmentality. Dalam G. Burchell, C. Gordon, & P. Miller (Eds.), The Foucault effect: Studies in governmentality (hlm. 87–104). Chicago: University of Chicago Press.
Foucault, M. (2021). Security, territory, population: Lectures at the Collège de France 1977–1978. London: Palgrave Macmillan.
Harsono, B. (2003). Hukum agraria Indonesia: Sejarah pembentukan UUPA, isi dan pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan.
Harsono, B. (2012). Hukum agraria Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Li, T. M. (2007). The will to improve: Governmentality, development, and the practice of politics. Durham: Duke University Press.
Li, T. M. (2014). Land’s end: Capitalist relations on an indigenous frontier. Durham: Duke University Press.
Lipset, S. M. (1981). Political man: The social bases of politics. Baltimore: Johns Hopkins University Press.
Locke, J. (1689). Two treatises of government. London: Awnsham Churchill.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nggoro, A. M. (2006). Manggarai selayang pandang. Ende: Nusa Indah.
Scott, J. C. (1998). Seeing like a state: How certain schemes to improve the human condition have failed. New Haven: Yale University Press.
Soepomo. (1982). Bab-bab tentang hukum adat. Jakarta: Pradnya Paramita.
Van Vollenhoven, C. (1909). Het adatrecht van Nederlandsch-Indië. Leiden: Leiden University Press.
Verheijen, J. A. J. (1991). Masyarakat dan kebudayaan Manggarai. Ende: Nusa Indah.
Weber, M. (1968). Economy and society: An outline of interpretive sociology. Berkeley: University of California Press.
Bagus, H. A., Aloysius, S., & Dinata, H. K. (2024). Kedudukan Tu’a Teno Gendang Curu terhadap peralihan hak ulayat atas tanah lingko menjadi hak privat. Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial Hakim, 2(2), 140-158.
Basalamah, A. B. R., & Handayani, S. W. (2025). Tanah ulayat dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru: Harmonisasi regulasi dan perlindungan hak masyarakat adat. Jurnal Ilmu Sosial dan Hukum, 3(5).
Efrizon, & Maria, T. A. A. (2025). Benturan asas komunalitas adat dan asas individualitas hukum agraria di Minangkabau. Jurnal Hukum Pluralisme.
Elkas, W. D., Pujiwati, Y., & Nugroho, B. B. (2023). Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap untuk memberikan kepastian hukum pada masyarakat adat Minangkabau. Jurnal Agraria Indonesia, 8(1), 33–50.
Fitriani, N. (2022). Sertifikasi tanah adat dan transformasi makna hak ulayat di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Agraria Indonesia, 7(2), 145–162.
Jabarudin, & Karmila. (2022). Peran pemerintah daerah dalam menetapkan batas kewenangan tanah ulayat. Jurnal Yuridis-Normatif.
Kosten, M., Wijaya, A. U., & Muzakki, M. F. (2023). Perlindungan hukum terhadap masyarakat adat atas tanah ulayat di Kabupaten Manggarai. Jurnal Hukum dan Kebijakan Publik, 4(2), 121-139.
Lamhot, H. S. (2022). Dilema masyarakat Batak dalam pendaftaran tanah ulayat menjadi hak perorangan di Dairi. Jurnal Yuridis-Sosiologis.
Murniwati, R., & Delyarahmi, S. (2022). Sertifikat tanah pusaka kaum sebagai hak milik komunal di Sumatera Barat. Jurnal Hukum dan Hak Kekayaan Adat, 5(1), 88-104.
Putra, I. K. A., Suryawan, I. N., & Lestari, P. (2024). Lembaga adat dan dinamika penguasaan tanah di Indonesia Timur. Jurnal Sosiologi Reflektif, 18(1), 89-108.
Putri, M. K. R. (2022). Kekuatan hukum sertipikat tanah ulayat yang diklaim sebagai hak perorangan. Jurnal Hukum Agraria Indonesia, 4(1), 55-72.
Rachman, N. F., & Siscawati, M. (2021). Normalisasi hukum agraria dan marginalisasi hak adat. Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 7(1), 1-18.
Sigiro, L. H. (2022). Analisis hukum pendaftaran tanah ulayat menjadi hak perorangan di Kabupaten Dairi. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 7(2), 77-92.
Suchman, M. C. (1995). Managing legitimacy: Strategic and institutional approaches. Academy of Management Review, 20(3), 571-610.
Sumardjono, M. S. W. (2021). Kebijakan pertanahan dan perlindungan masyarakat adat. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 51(3), 421-440.
Zakaria, R. Y. (2023). Adat sebagai identitas dan praktik kuasa di era legalisasi tanah. Antropologi Indonesia, 44(2), 167-184.
Yogatiyana, N., & Hidayatullah, M. A. (2021). Eksistensi hak tanah ulayat masyarakat adat dalam hukum tanah Indonesia. Jurnal Hukum Agraria Nasional, 3(2), 45-61.
Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104.
Indonesia. (1997). Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 59.
Indonesia. (1999). Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 1999 tentang Pedoman Penyelesaian Masalah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat.
Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. (2021). Laporan pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Jakarta: BPN RI.
Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. (2023). Laporan kinerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional tahun 2023. Jakarta: ATR/BPN.
Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. (2024). Laporan kinerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional tahun 2024. Jakarta: ATR/BPN.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai. (2023). Kabupaten Manggarai dalam angka 2023. Ruteng: BPS Kabupaten Manggarai.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai. (2025). Kabupaten Manggarai dalam angka 2025. Ruteng: BPS Kabupaten Manggarai.
Published
2026-04-13
Section
Article