Analisis Spasial Faktor Risiko TB Paru Di Wilyah Kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo
Spatial Analysis of Pulmonary TB Risk Factors in the Working Area of the Central City Community Health Center, Gorontalo City
Abstract
Tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi, khususnya di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk besar. Peningkatan kasus TB paru menunjukkan perlunya pendekatan analisis yang tidak hanya melihat faktor risiko, tetapi juga pola sebaran kasus secara geografis. Analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi penting untuk mengidentifikasi klaster kasus dan mendukung perencanaan intervensi yang lebih efektif dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial kejadian TB paru serta hubungan faktor risiko lingkungan fisik (kelembaban udara, pencahayaan, ventilasi, suhu udara, dan kepadatan hunian) dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif analitik dengan desain Cross sectional Study. Populasi adalah seluruh penderita TB Paru sebanyak 75 responden yang diperoleh melalui teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur dan Global Position System (GPS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kelembaban udara (p-value = 0,024), pencahayaan (p-value = 0,004), ventilasi udara (p-value = 0,005), suhu udara (p-value = 0,016), dan kepadatan hunian (p-value = 0,024) dengan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Disarankan pemanfaatan hasil analisis spasial sebagai dasar penentuan wilayah prioritas intervensi, peningkatan PHBS, dan penguatan skrinning aktif TB paru.
References
BPS Kota Gorontalo. (2020). Rencana Strategi Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo Tahun 2020-2024. © Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo Pencetak.
Depkes RI. (2023). Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2022. Kemenkes RI, 1–147.
Effendi, S. U., Khairani, N., & Izhar. (2020). Hubungan Kepadatan Hunian Dan Ventilasi Rumah Dengan Kejadian Tb Paru Pada Pasien Dewasa Yang Berkunjung Ke Puskesmas Karang Jayakabupaten Musi Rawas Utara. Chmk Health Journal, 4(2), 140–148.
Gulo, A., Warouw, S. P., & Brahmana, N. E. B. (2021). Analisis faktor risiko kejadian penyakit tuberkulosis paru di wilayah kerja UPT Puskesmas Padang Bulan Kota Medan tahun 2020. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 7(1), 128–137.
Lestari Muslimah, D. D. (2019). Physical Environmental Factors and Its Association with the Existence of Mycobacterium Tuberculosis: A Study in The Working Region of Perak Timur Public Health Center. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 26–34.
Mushidah, Widiastut, Y. P., & Puryati. (2022). Pengaruh Kondisi Sanitasi Rumah Terhadap Kejadian Penyakit TB Paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(4), 153–158..
S, S. R., Haidah, N., & Hermiyanti, P. (2019). Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Babana Kabupaten Mamuju Tengah. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2).
Romadhan, S. (2019). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas babana kabupaten mamuju tengah.
Sipayung, J. S., Hidayat, W., & Silitonga, E. M. (2023). Faktor Risiko yang Memengaruhi Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Perbaungan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat?: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 15(2), 55–63.
Wati, N., Husin, H., & Ramon, A. (2022). Edukasi Kesehatan Tentang Pencegahan Tuberkulosis Di Taba Melintang Wilayah Kerja Puskesmas Bentiring. Sambulu Gana?: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 23–28. https://doi.org/10.56338/sambulu_gana.v1i1.2193
WHO. (2022). Global Tuberculosis Report. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1).
WHO. (2023). Newsdesk WHO ’ s Global Tuberculosis Report 2022. The Lancet Microbe, 4(1), e20. https://doi.org/10.1016/S2666-5247(22)00359-7






