Profil Mikrobiologis Infeksi Kulit: Isolasi dan Karakterisasi Bakteri dari Infeksi Kulit
Microbiological Profile of Skin Infection:Isolation and Characterization of Bacteria from Skin Infections
Abstract
Infeksi kulit merupakan masalah kesehatan yang masih sering ditemukan dalam praktik klinis dan umumnya berkaitan dengan infeksi bakteri, baik yang bersifat komensal maupun patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil mikrobiologis bakteri penyebab infeksi kulit melalui metode isolasi dan karakterisasi bakteri. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan laboratorium yang dilaksanakan selama tiga bulan di Laboratorium Mikrobiologi Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis Universitas Widya Nusantara. Sampel penelitian berasal berupa swab bisul, infeksi luka, dan alergi. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan media Mannitol Salt Agar (MSA), MacConkey Agar (MCA), dan Blood Agar Plate (BAP) dengan waktu inkubasi selama 3 x 24 jam, dilanjutkan dengan pewarnaan Gram dan pengujian katalase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri paling optimal diperoleh pada media MSA dan BAP. Jumlah koloni terbanyak diperoleh dari sampel swab infeksi luka, yaitu sebanyak 58 koloni sedangkan pada swab bisul diperoleh 21 koloni pada media MSA. sebanyak 9 isolat terpilih menunjukkan karakteristik dominan sebagai bakteri Gram positif berbentuk kokus yang tersusun berkelompok menyerupai buah anggur serta memberikan hasil uji katalase positif. Meskipun demikian, beberapa isolat bakteri juga menunjukkan karakteristik Gram negatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bakteri Gram positif berperan dominan sebagai penyebab infeksi kulit pada sampel yang diteliti dengan adanya keterlibatan bakteri lain pada kondisi tertentu.
References
Bowler, P. G., Duerden, B. I., & Armstrong, D. G. (2020). Wound microbiology and associated approaches to wound management. Clinical Microbiology Reviews, 34(1), e00008-19. https://doi.org/10.1128/CMR.00008-19.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. (2022). Profil kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.
Forbes, B. A., Sahm, D. F., & Weissfeld, A. S. (2017). Bailey & Scott’s diagnostic microbiology (14th ed.). Elsevier.
Kurniati, I., Nur Inayah, R., Dermawan, A., & Wahyuni, Y. (2023). Pola Kepekaan Isolat Bakteri Kultur Pus pada Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak Terhadap Berbagai Antibiotika. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 4(1), 390–395. https://doi.org/10.34011/jks.v4i1.1505.
Lipsky B, et al., (2020). Antimicrobial stewardship in wound care: a position paper from the British society for antimicrobial chemotherapy and European wound management association. Wound Healing South Afr.13(1):13–21.
Mohammed, A., et al. (2012). Prevalence and Antimicrobial Susceptibility Patterns of Wound and Pus Bacterial Pathogens at a Tertiary Care Hospital in Central Riyadh, Saudi Arabia. Journal of Clinical Microbiology & Antimicrobials, 15(4), 135. https://www.mdpi.com/2036-7481/15/4/135.
Murray, P. R., Rosenthal, K. S., & Pfaller, M. A. (2021). Medical microbiology (9th ed.). Elsevier.
Sartelli M et al. 2018 WSES/SIS-E consensus conference: Recommendations for the management of skin and soft-tissue infections. World Journal of Emergency Surgery. 2018. 13: pp. 1–24.
Teo, M. Z. Y., Loo, H. L., Goh, B. H., & Chuah, L. H. (2025). Progress in topical nanoformulations against bacterial skin and soft tissue infections: Current trends. Drug Delivery and Translational Research, 15, 4141–4186. https://doi.org/10.1007/s13346-025-01924-7.
Tong, S. Y. C., Davis, J. S., Eichenberger, E., Holland, T. L., & Fowler, V. G. (2015). Staphylococcus aureus infections: Epidemiology, pathophysiology, clinical manifestations, and management. Clinical Microbiology Reviews, 28(3), 603–661. https://doi.org/10.1128/CMR.00134-14.






