Hubungan Stres dengan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil

The Relationship Between Stress and Preeclampsia in Pregnant Women

  • Dhea Cempaka Putri Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung, Jl. Kaligawe Raya KM.4 – Semarang – Jawa Tengah
  • Catur Leny Wulandari Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung, Jl. Kaligawe Raya KM.4 – Semarang – Jawa Tengah
Keywords: Preeklamsia, Stres, Ibu Hamil, Faktor Psikososial, Kecemasan

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan hipertensi dan kelainan organ, yang berisiko tinggi terhadap morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Faktor risiko preeklamsia bersifat multifaktorial, termasuk riwayat preeklamsia sebelumnya, obesitas, kelengkapan pemeriksaan antenatal, status pekerjaan, dan stres. Penelitian ini merupakan systematic literature review yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres dan kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik dengan kata kunci: preeklamsia, stres, ibu hamil/kehamilan, faktor psikososial, dan kecemasan, serta disaring menggunakan metode PRISMA. Dari sepuluh jurnal yang dianalisis, sebagian besar menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat stres ibu hamil dengan kejadian preeklamsia. Selain itu, faktor lain seperti status pekerjaan, riwayat preeklamsia, obesitas, dan pemeriksaan antenatal juga memengaruhi risiko preeklamsia. Hasil kajian ini menegaskan pentingnya manajemen stres dan dukungan psikososial selama kehamilan sebagai bagian dari upaya pencegahan preeklamsia.

References

Apriliyanti, E., Putri, R., & Nency, A. (2022). Hubungan riwayat preeklamsia, pemeriksaan antenatal, dan tingkat stres dengan kejadian preeklamsia berat pada ibu hamil di Desa Permis.
Aurellia, Z. M., & Herwana, E. (2024). Tingkat stres dan status bekerja meningkatkan kejadian preeklamsia pada ibu hamil.
Chai, L., Li, S., Yin, B. et al. Prevalence, risk factors, and adverse perinatal outcomes in Chinese women with preeclampsia: a large retrospective cohort study. J Health Popul Nutr 44, 32 (2025). https://doi.org/10.1186/s41043-025-00778-6
Cong X, Wang J, Yang L, Cui L, Hua Y, Gong P. Pregnancy stress in women at high risk of preeclampsia with their anxiety, depression, self-management capacity: a cross-sectional study. Front Psychol. 2025. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1537858.
Epple, F., Reichert, J., Rüdiger, M., Birdir, C., & Mense, L. (2025). Early psycho-social support of pregnant women at risk for preeclampsia and fetal intrauterine growth restriction.
Epple, F., Reichert, J., Rüdiger, M., et al. (2025). Early psycho-social support of pregnant women at risk for preeclampsia and fetal intrauterine growth restriction. BMC Pregnancy and Childbirth, 25:1142. DOI:10.1186/s12884-025-08363-9 — membahas pentingnya dukungan psikososial pada ibu hamil berisiko preeklamsia
Husaidah, S., Putri, Y. D., & Harlina, R. (2022). Obesitas dan tingkat stres menyebabkan kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Midwifery Care Journal (MiCaJo), 3(2). https://doi.org/10.31983/micajo.v3i2.8182
Husaidah, S., Putri, Y. D., & Harlina, R. (2022). Obesitas dan tingkat stres menyebabkan kejadian preeklamsia pada ibu hamil.
Ives CW, Sinkey R, Rajapreyar I, Tita ATN, Oparil S. Preeclampsia—pathophysiology and clinical presentations. J Am Coll Cardiol. 2020;76:1690–702.
Nushah, T., & Peristiowati, Y. (2022). Analysis of preeclampsia in pregnant women reviewing from vascular disorders due to endothelial dysfunction. STRADA: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 11(2), 95–108. https://doi.org/10.30994/sjik.v11i2.928
Purnama, R., Wardiah, A., & Ellya, R. (2021). Pertambahan Berta Badan Ibu Hamil berhubungan Dengan Angka Kejadian Preeklampsia. Jurnal Kebidanan Malahayati, Vol 7,No.2.
Rahmatullah, Sutarto, Sari, & Romulya. (2024). Epidemiologi dan Diagnosis Preeklamsia. 14(2) : 276-280.
Rahmawati, Wenny & Retnaningrum, Norma & Jayanti, Nicky & Amalia, Waifti & Mayasari, Senditya. (2024). Pencegahan Preeklamsia Pada Kehamilan. Makkasar : Lingkar Edukasi Indonesia Publisher
Safaat (2022). (Disebut dalam teks sebagai kutipan terkait stres & preeklamsia).
Schrag, R., Lavender, J. M., Mains, A., Rioux, S., Thorstad, I., Sinkford, Z., Thomas, V., Klein, D. A., Haigney, M., Tanofsky-Kraff, M., & Thompson, K. A. (2025). Preliminary evidence of the association between bi nge eating and preeclampsia in pregnant U.S. military active-duty service women.
Sihite, J. S., & Sibuluan, M. (2025). Analisis faktor yang berhubungan kejadian preeklamsi pada ibu hamil di Klinik Pratama Murni Sibuluan tahun 2025. Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 2(7), 1239–1249. https://doi.org/10.62335
Siswari, B. D., Supiani, & Baktiasih, D. G. S. (2022). Hubungan stres dan status pekerjaan ibu dengan kejadian preeklampsia di RSUD Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat.
Vera-Ponce VJ, Loayza-Castro JA, Ballena-Caicedo J, Valladolid-Sandoval LAM, Zuzunaga-Montoya FE, Gutierrez De Carrillo CI. Global prevalence of preeclampsia, eclampsia, and HELLP syndrome: a systematic review and meta-analysis. Front Reprod Health. 2025 Nov 10;7:1706009. doi: 10.3389/frph.2025.1706009. PMID: 41293035; PMCID: PMC12640961.
Wahyudi, et al. (2022). (Disebut dalam teks sebagai sumber tentang dukungan emosional).
Xing, C., Wang, J., Yang, L., Cui, L., Hua, Y., & Gong, P. (2025). Pregnancy stress in women at high risk of preeclampsia with their anxiety, depression, and self-management capacity.
Yulianita, R., Jusuf, E. C., Susiawaty, Sunarno, I., Tahir, M., & Hartono, E. (2025). The Relationship Between Spiritual Well-Being, Stress Level and Serum Cystatin C Level in Preeclampsia. South Eastern European Journal of Public Health, 6800–6808. https://doi.org/10.70135/seejph.vi.5964
Yunaningsih, R., Latifah, & Fetriyah, U. H. (2024). Hubungan tingkat stres dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester II–III.
Published
2026-01-30
Section
Article