Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja terhadap Seks Pranikah di SMA Negeri 1 Susut

Overview of Teenagers' Knowledge of Premarital Sex at Susut State High School 1

  • Ni Wayan Fitri Asih Lestari Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Stikes Wira Medika Bali, Jalan Kecak No. 9A, Gatot Subroto Timur – Denpasar – Bali
  • M. Adreng Pamungkas Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Stikes Wira Medika Bali, Jalan Kecak No. 9A, Gatot Subroto Timur – Denpasar – Bali
  • I Nyoman Asdiwinata Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Stikes Wira Medika Bali, Jalan Kecak No. 9A, Gatot Subroto Timur – Denpasar – Bali
  • Ni Luh Gede Intan Saraswati Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Stikes Wira Medika Bali, Jalan Kecak No. 9A, Gatot Subroto Timur – Denpasar – Bali
Keywords: Remaja, Pengetahuan, Seks Pranikah

Abstract

Seks pranikah pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi yang berdampak pada meningkatnya risiko kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta masalah psikososial. Rendahnya pengetahuan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perilaku seksual berisiko pada remaja. Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja terhadap seks pranikah di SMA Negeri 1 Susut. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Susut sebanyak 639 siswa, dengan sampel 246 responden yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan seks pranikah yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 209 orang (85%), pengetahuan cukup sebanyak 33 orang (13,4%), dan pengetahuan kurang sebanyak 4 orang (1,6%). Mayoritas remaja di SMA Negeri 1 Susut memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang seks pranikah. Namun, penguatan edukasi kesehatan reproduksi tetap diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pengetahuan agar dapat diterapkan dalam perilaku yang sehat dan bertanggung jawab.

References

Amanda, R., & Netismar. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 112–120.
Anggraini, D. D., Chairiyah, R., Ambarwati, E. R., Elba, F., Argaheni, N. B., Handayani, L., Kartikasari, M. N. D., & Sulung, N. (2022). Kesehatan reproduksi.
Aprilia, N., Yorita, E., Savitri, W., Burhan, R., & Yanniarti, S. (2022). Gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah di Kota Bengkulu. Jurnal Nursing and Public Health, 13(1).
Astiti, P. A., & Winarti, N. (2022). Pemanfaatan media sosial sebagai sumber informasi seksual di kalangan remaja Bali. Jurnal Psikologi Udayana, 10(2), 101–110.
Badriah, D. (2023). Gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang seks pranikah dan faktor komunikasi orang tua di Jakarta. Jurnal Psikologi dan Pendidikan Remaja.
Badriah, S. N., Utami, R. A., & Kurniawati, D. (2023). Efektivitas pendidikan seksual terhadap pencegahan seks pranikah di kalangan remaja. Jurnal Pendidikan dan Kesehatan Remaja Indonesia, 9(2), 44–52.
Basri. (2022). Psikologi perkembangan remaja. Pustaka Setia.
BKKBN. (2022). Laporan nasional survei kesehatan reproduksi remaja. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
BKKBN. (2022). Survei nasional kesehatan reproduksi remaja Indonesia.
BKKBN. (2023). Laporan tahunan program kesehatan reproduksi remaja. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Creswell, J. W. (2021). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli. (2023). Laporan tahunan kesehatan reproduksi remaja. Bangli.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2023). Profil kesehatan reproduksi Provinsi Bali Tahun 2023. Denpasar.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (2023). Laporan tahunan kesehatan reproduksi remaja.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali dalam Suryantini, N. M. A. (2022). Laporan kasus kehamilan remaja dan pernikahan dini di Bali Tahun 2020–2021. Pemerintah Provinsi Bali.
Ermiza, A. (2020). Gambaran pengetahuan remaja tentang seks pranikah: Studi literatur di Indonesia. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 8(1), 22–31.
Etikan, I. (2021). Sampling and sampling methods in research methodology. International Journal of Academic Research, 7(1), 278–285.
Indonesia Baik. (2023). Mayoritas pemuda di Indonesia menikah muda. Indonesia Baik.
Ishak, M., Adam, H., & Maramis, F. R. R. (2021). Gambaran pengetahuan remaja tentang seks pranikah di SMA Negeri 1 Bolaang Mongondow. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia. Kemenkes RI.
Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis. Salemba Medika.
Oktaviani, R., et al. (2023). Risiko kesehatan reproduksi pada remaja dengan perilaku seksual pranikah. Jurnal Kesehatan Reproduksi.
Rahyani, K. Y. (2023). Pengetahuan dan sikap remaja terhadap perilaku seksual pranikah di Bali. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Santrock, J. W. (2020). Adolescence. McGraw-Hill Education.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wahyuni, S., et al. (2021). Dampak kehamilan tidak diinginkan terhadap keberlanjutan pendidikan remaja. Jurnal Pendidikan dan Kesehatan.
World Health Organization. (2023). Adolescent pregnancy. WHO.
Putri, A. D., & Sari, R. M. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap remaja terhadap perilaku seks pranikah. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(2), 85–93.
Santrock, J. W. (2020). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Sari, N. L. P. E., & Dewi, N. P. R. (2022). Pengetahuan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual remaja sekolah menengah atas. Jurnal Keperawatan Jiwa, 10(3), 457–464.
Setiawan, I. M. A., & Lestari, K. A. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan remaja tentang seks pranikah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 66–74.
World Health Organization. (2020). Adolescent sexual and reproductive health. WHO.
World Health Organization. (2022). Global accelerated action for the health of adolescents (AA-HA!). WHO.
World Health Organization. (2023). Adolescent health fact sheet. WHO.
Published
2026-01-30
Section
Article