Implementasi Terapi Foot Massage (Pijat Kaki) Dan Minuman Rebusan Zingiber Officinale (Jahe) Dalam Asuhan Keperawatan Pada Lansia Hipertensi Di Panti Sosial Tresna Wherda Budi Luhur Provinsi Jambi

Implementation of Foot Massage Therapy and Ginger (Zingiber officinale) Decoction in Nursing Care for Elderly Patients with Hypertension at the Tresna Wherda Budi Luhur Social Home, Jambi Province

  • Poniyem Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi – Indonesia
  • Luri Mekeama Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi – Indonesia
  • Lisa Anita Sari Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi – Indonesia
  • Kamariyah Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi – Indonesia
Keywords: Hypertension, Elderly, Blood Pressure, Foot Massage

Abstract

Tingginya prevalensi hipertensi di masyarakat, yang kerap disertai keluhan seperti sakit kepala, gangguan penglihatan, rasa lemas, nyeri dada, kelelahan, serta peningkatan tekanan darah, menunjukkan bahwa kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi gejala hipertensi adalah kombinasi terapi Foot Massage (pijat kaki) dengan konsumsi minuman rebusan Zingiber officinale (jahe). Studi kasus ini bertujuan untuk menilai efektivitas penerapan terapi Foot Massage (pijat kaki) yang dikombinasikan dengan minuman rebusan Zingiber officinale (jahe) dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi nyeri pada pasien lansia dengan hipertensi. Karya tulis ilmiah ini menggunakan desain laporan kasus (case report) dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang lansia dengan hipertensi yang mengalami masalah keperawatan berupa nyeri akut di Panti Sosial Tresna Wherda Budi Luhur Provinsi Jambi. Intervensi diberikan selama lima hari berturut-turut, meliputi terapi Foot Massage (pijat kaki) satu kali sehari selama 20 menit serta pemberian minuman rebusan Zingiber officinale (jahe) sebanyak 100 ml satu kali sehari. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan tekanan darah sebelum dan setelah intervensi. Hasil studi kasus selama lima hari menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada ketiga lansia, dari kondisi awal hipertensi derajat 2 dan 1 menjadi Pra-Hipertensi.

References

Ardiningtyas, L., & Anggraeni, D. (2022). Pemeriksaan kesehatan lansia dan edukasi pemanfaatan bahan pangan sebagai pengobatan alternatif hipertensi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara), 4(2), 46–53.
Kario, K., Okura, A., Hoshide, S., & Mogi, M. (2024). The WHO global report 2023 on hypertension: Warning the emerging hypertension burden in globe and its treatment strategy. Hypertension Research. Published online.
World Health Organization. (2021). Worldwide trends in hypertension prevalence and progress in treatment and control from 1990 to 2019: A pooled analysis of 1,201 population-representative studies with 104 million participants. National Library of Medicine. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)01330-1
Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. (2022). Profil kesehatan Provinsi Jambi.
Isnaeni, A., Pertiwi, A., & Iriantomo, A. (2018). Hubungan karakteristik demografi dengan pengelolaan kesehatan pada pasien hipertensi. Jurnal Kesehatan, 6(6), 9–33. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1134/4/4_Chapter_2.pdf
Sakinah, S. (2020). Hubungan antara karakteristik demografi dan pengetahuan dengan self-management hipertensi. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 11(3).
Bete, D., Kurniyanti, M. A., & Mayasari, S. I. (2022). Terapi tertawa terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Jurnal Keperawatan, 14(3), 719–730.
Johri, S., et al. (2025). Penerapan foot massage dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Maluku. Indonesian Trust Health Journal, 8(2), 95–101.
Nur, H. A. (2024). Implementasi foot massage untuk mengontrol tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 4(1), 23–31.
Amalina, N., Lestari, I. P., & Fitri, N. (2020). Pengaruh pemberian air rebusan jahe (Zingiber officinale) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2, 1333–1336.
Khasanah, N. (2021). Pengaruh foot massage terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi di panti werdha. Jurnal Ilmu Keperawatan, 8(1), 12–18.
Handayani, S. (2020). Terapi komplementer dalam asuhan keperawatan gerontik. Jakarta: EGC.
Rohmah, S., & Mulyani, T. (2021). Efektivitas foot massage terhadap sirkulasi darah dan relaksasi pada lansia. Jurnal Terapan Keperawatan, 3(2), 45–52.
Rohmaniyah, A. K. (2025). Studi kasus pemberian terapi foot massage untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi (Skripsi, Program Studi S1 Keperawatan, FIK UMSurabaya).
Puspitasari, I., et al. (2024). Penerapan foot massage terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Ruang Utama RST Dr. Asmir Salatiga (Skripsi, Universitas Kusuma Husada Surakarta).
Qasanah, N., Sani, N., et al. (2024). Pengaruh mengonsumsi minuman rebusan jahe, kayu manis, serai, dan madu terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
Ramadhan, G. E., Balqis, A. P. S., & Suryati, T. (2024). Pengaruh pemberian rebusan jahe terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Wijaya Kusuma, Jakarta Barat. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 3(4), 392–398.
RS Pondok Indah. (2025, August 28). Apakah hipertensi (darah tinggi) bisa sembuh? Simak penanganannya! https://www.rspondokindah.co.id/en/news/apakah-hipertensi-bisa-sembuh
Peraturan Presiden Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2021. https://peraturanbpk.go.id
Published
2026-01-30
Section
Article