Pengembangan Bisnis Berbasis Komunitas Untuk Usaha Mikro di Daerah Pedesaan
Community Based Business Development for Micro Enterprises in Rural Areas
Abstract
Pengembangan bisnis berbasis komunitas merupakan pendekatan strategis dalam memberdayakan usaha mikro di daerah pedesaan. Model ini menekankan pada partisipasi aktif masyarakat lokal dalam membangun, mengelola, dan mengembangkan kegiatan ekonomi secara kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi, tantangan, serta strategi pengembangan usaha mikro yang berakar pada kekuatan sosial komunitas di wilayah pedesaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, ditemukan bahwa penguatan jejaring sosial, akses terhadap pelatihan kewirausahaan, serta dukungan kelembagaan merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pengembangan usaha mikro berbasis komunitas. Selain itu, pengembangan produk lokal dan pemanfaatan teknologi digital juga berperan penting dalam meningkatkan daya saing usaha. Hasil kajian ini merekomendasikan perlunya kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
References
Chambers, R. (1994). Participatory Rural Appraisal (PRA): Analysis of Experience. World Development, 22(9), 1253-1268.
Kementerian Koperasi dan UKM RI. (2022). Laporan Tahunan Kinerja Usaha Mikro. Jakarta: Kemenkop UKM.
Kleiner, A., & Roth, G. (2021). Community-based Business Models for Rural Development. Journal of Rural Studies, 83, 57–66.
OECD. (2020). Empowering SMEs Through Digital Platforms. Paris: OECD Publishing.
Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster.
UNDP. (2021). Inclusive Economic Development: Leaving No One Behind. New York: United Nations Development Programme.
Uphoff, N. (1996). Learning from Gal Oya: Possibilities for Participatory Development and Post-Newtonian Social Science. Ithaca: Cornell University Press.
World Bank. (2019). Localizing Development: Does Participation Work? Washington D.C.: World Bank.