Faktor Risiko Penyakit Demam Berdarah Dengue

Risk Factors for Dengue Fever

  • Adhe Sofyan Anas Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakar, Universitas Tadulako 2Program Studi Gizi, Universitas Sulawesi Raya
  • Nur Alifah Wulandari Program Studi Gizi, Universitas Sulawesi Raya
  • Hiejrah Rahmat Anas Departemen Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin 90245, Makassar, Indonesia
Keywords: Demam Berdarah Dengue, Faktor Risiko

Abstract

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu. Di Indonesia, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 95.893 orang dan tersebar di 472 kabupaten/kota. Secara garis besar, terdapat tiga komponen utama yang mempengaruhi tingkat endemisitas penyakit ini, yaitu manusia, vektor (Aedes aegypti dan Aedes albopictus), serta kondisi lingkungan. Penyakit ini merupakan jenis arbovirus yang ditularkan melalui virus dengue. Infeksi dengue yang menunjukkan gejala dapat menimbulkan beragam kondisi klinis, mulai dari demam dengue ringan (DF) hingga kondisi berat yang dapat mengancam jiwa seperti demam berdarah dengue (DHF) dan sindrom syok dengue (DSS). Penelitian ini dilakukan dengan metode kajian literatur guna mengevaluasi faktor risiko DBD serta pandangan mutakhir terkait upaya pencegahan dan pengendaliannya. Artikel ini merupakan hasil telaah pustaka yang dilakukan selama bulan Maret hingga April 2024, dengan menggunakan sumber informasi seperti artikel ilmiah, jurnal, dan situs resmi (WHO dan Kementerian Kesehatan) yang relevan dengan topik. Proses pencarian data dilakukan melalui berbagai platform seperti Google Scholar, Science Direct, Elicit, Litmaps, Connected Papers, DOAJ dan PubMed dengan kata kunci yang telah ditentukan. Referensi yang dipilih berasal dari publikasi dalam 10 tahun terakhir. Kajian ini dilakukan baik secara daring maupun luring, dan menggabungkan berbagai sumber literatur yang relevan guna memberikan pemahaman yang menyeluruh terhadap topik penelitian ini.

References

Aung, S. H., Phuanukoonnon, S., Mon Kyaw, A. M., Lawpoolsri, S., Sriwichai, P., Soonthornworasiri, N., & Jittamala, P. (2023). Effectiveness of dengue training programmes on prevention and control among high school students in the Yangon region, Myanmar. Heliyon, 9(6), e16759. https://doi.org/10.1016/ j.heliyon.2023.e16759
Gladys C. A. Kasim, Wulan P. J. Kaunang, S. A. S. S. (2019). Hubungan Antara Tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (Psn) Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Imandi Kecamatan Dumoga Timur. Kesmas, 8(7), 1–6.
Hidayat, H., & Nasriah, N. (2019). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dbd Di Pulau Balang Lompo Kabupaten Pangkep. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 17(2), 73. https://doi.org/10.32382 /sulolipu.v17i2.853
Lim, J. T., Bansal, S., Chong, C. S., Dickens, B., Ng, Y., Deng, L., Lee, C., Tan, L. Y., Chain, G., Ma, P., Sim, S., Tan, C. H., Cook, A. R., & Ng, L. C. (2024). Efficacy of Wolbachia-mediated sterility to reduce the incidence of dengue: a synthetic control study in Singapore. The Lancet Microbe, 5(5), e422–https://doi.org/10.1016/S2666-5247(23)00397-X
Monintja, T. C. N., Arsin, A. A., Amiruddin, R., & Syafar, M. (2021). Analysis of temperature and humidity on dengue hemorrhagic fever in Manado Municipality. Gaceta Sanitaria, 35, S330https://doi.org/10.1016/j.gaceta.2021.07.020
Montenegro-Quiñonez, C. A., Louis, V. R., Horstick, O., Velayudhan, R., Dambach, P., & Runge-Ranzinger, S. (2023). Interventions against Aedes/dengue at the household level: a systematic review and meta-analysis. eBioMedicine, 93, 104660.https://doi.org/10.1016/j.ebiom.2023.104660
Prasetyo, E., Wahyudi, A., & Murni, N. (2023). Analisis Faktor Determinan yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan. Jurnal ’Aisyiyah Palembang, 8(1), 36–40.
Procopio, A. C., Colletta, S., Laratta, E., Mellace, M., Tilocca, B., Ceniti, C., Urbani, A., & Roncada, P. (2024). Integrated One Health strategies in Dengue. One Health, 18(January), 100684.https://doi.org/10.1016/j.onehlt.2024.100684
Roelofs, B., Vos, D., Halabi, Y., Gerstenbluth, I., Duits, A., Grillet, M. E., Tami, A., & Vincenti-Gonzalez, M. F. (2024). Spatial and temporal trends of dengue infections in Curaçao: A 21-year analysis. Parasite Epidemiology and Control, 24(December 2023), e00338. https://doi.org/10.1016/j.parepi.2024.e00338
Samal, R. F., Sumiaty, & Arman. (2022). Analisis Spasial dan Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Tamamaung Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 3(4), 624–634. https://doi.org/10.33096/woph.v3i4.169
Wei, K. C., Wang, W. H., Wu, C. L., Chang, S. H., & Huang, Y. T. (2023). Heart failure after dengue infection– a population-based self-controlled case-series study. Travel Medicine and Infectious Disease, 53(15), 102589. https://doi.org/10.1016/j.tmaid.2023.102589
World Health Organization. (2024). Dengue and severe dengue. April. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
Published
2025-06-26
Section
Article