Kontra Narasi terhadap Stigmatisasi Ahlul Bid’ah: Analisis Framing Konten Dakwah Instagram @ajir_ubaidillah

Counter Narrative to the Stigmatization of Ahlul Bid'ah: Framing Analysis of Instagram Preaching Content @ajir_ubaidillah

  • Muhammad Khalik Saputra UIN Sultan Aji Muhmmad Idris Samarinda
  • Ida Suryani Wijaya UIN Sultan Aji Muhmmad Idris Samarinda
  • Fuad Fansuri UIN Sultan Aji Muhmmad Idris Samarinda
Keywords: Dakwah Digital, Bid’ah, Moderasi Islam

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi framing yang diterapkan oleh Ustadz Ajir Ubaidillah dalam menghadirkan kontra narasi terhadap stigmatisasi amalan Islam tradisional yang sering dianggap bid‘ah di media sosial, khususnya Instagram. Stigmatisasi ini menciptakan polarisasi internal di kalangan umat Islam, yang berdampak negatif pada persatuan umat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana Ustadz Ajir membangun narasi yang moderat dan inklusif untuk meredam polarisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing berdasarkan teori Robert N. Entman yang mencakup empat elemen: define problems, diagnose causes, make moral judgments, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Ajir menggunakan pendekatan dakwah yang berbasis pada pandangan ulama salaf yang kredibel, moderasi Islam, serta visualisasi yang menarik untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah yang inklusif dan mudah dipahami oleh audiens muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah digital melalui Instagram berperan penting dalam mengatasi polarisasi umat Islam dan memperkuat kohesi sosial dengan mengedepankan pemahaman agama yang lebih moderat dan kontekstual.

References

Faridah, A. N., & Anam, M. K. (2022). Pemanfaatan media sosial Instagram sebagai media dakwah: Analisis komunikasi dakwah pada akun Instagram @yufid.tv. Journal of Islamic Communication Studies (JICoS), 2(2), 1-11. https://doi.org/10.15642/jicos.2024.2.2.1–11 Castells, M. (2012). Communication Power. Oxford University Press.
Entman, R. M. (1993). Framing: Toward Clarification of a Fractured Paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51-58.
Fakhruroji, M., Rustandi, R., & Busro. (2020). Bahasa Agama di Media Sosial: Analisis Framing pada Media Sosial “Islam Populer”. Jurnal Bimas Islam, 13(2), 204–231. https://doi.org/10.18592/jbi.v13i2.2454
Hamayotsu, K. (2013). Islamic Media and the Politics of Identity: Globalization and Local Transformations. Asian Journal of Communication, 23(6), 542-560.
Hefni, M. A. (2020). Bid‘ah dalam Perspektif Tafsir dan Hadis: Pendekatan Moderat dalam Memahami Inovasi Agama. Journal of Islamic Studies, 18(1), 75-89.
Hasanah, A., & Anam, M. K. (2022). Strategi Komunikasi Dakwah pada Akun Instagram @yufid.tv: Analisis Komunikasi Dakwah dalam Era Digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 121-134.
Nursyabani, F. (2024). Islamic Practices and Traditions: A Review of the Legitimacy of Religious Innovations in Indonesia. Indonesian Journal of Islamic Studies, 6(1), 44-59.
Prasetyo, Z., Zulkifli, S., & Rohmah, A. (2023). The Role of Social Media in Spreading Religious Discourses: Case Study on Islamic Preaching on Instagram. Journal of Digital Communication, 8(3), 33-47.
Zubaidi, Z., & Isa, M. S. (2020). Konsep Bid‘ah Menurut Imam Nawawi dan Syekh Abdul Aziz Bin Baz. Jurnal Dusturiah, 9(1), 102-117.
Published
2025-05-27
Section
Article