Pendekatan Ergonomi Mikro dan Makro dalam Upaya Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Sebuah Tinjauan Literatur
Micro and Macro Ergonomics Approach in Improving Occupational Safety and Health: A Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.56338/jks.v9i9.11966Keywords:
Ergonomi Mikro, Ergonomi Makro, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Musculoskeletal DisordersAbstract
Ergonomi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dan elemen lain dalam suatu sistem kerja, dengan tujuan mengoptimalkan kesejahteraan manusia sekaligus kinerja sistem secara keseluruhan. Pendekatan ergonomi umumnya terbagi menjadi dua ranah, yaitu ergonomi mikro yang berfokus pada interaksi individu dengan pekerjaannya, seperti antropometri, biomekanika, dan postur kerja, serta ergonomi makro yang menyoroti perancangan sistem kerja pada level organisasi secara menyeluruh. Artikel ini bertujuan mengkaji dan mensintesis literatur mengenai penerapan ergonomi mikro dan makro dalam upaya peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kajian dilakukan secara naratif terhadap artikel yang diperoleh melalui penelusuran pustaka pada Google Scholar, Garuda, dan repositori institusi dengan kata kunci “ergonomi mikro”, “ergonomi makro”, dan “keselamatan dan kesehatan kerja”. Dari sejumlah artikel yang teridentifikasi relevan, dipilih lima belas artikel yang paling sesuai dengan tema ergonomi mikro dan makro untuk dikaji secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa ergonomi mikro banyak diterapkan dalam analisis keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) melalui pendekatan postur kerja dan biomekanika, sedangkan ergonomi makro lebih banyak diterapkan pada perancangan sistem kerja, fasilitas, dan kebijakan organisasi. Kedua pendekatan tersebut bersifat saling melengkapi dan perlu diintegrasikan untuk mewujudkan sistem kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Ergonomics is a scientific discipline that studies the interaction between humans and other elements of a work system, aiming to optimize both human well-being and overall system performance. Ergonomic approaches are generally divided into two domains: micro-ergonomics, which focuses on individual-task interaction such as anthropometry, biomechanics, and work posture, and macro-ergonomics, which emphasizes the design of work systems at the organizational level. This article aims to review and synthesize the literature on the application of micro- and macro-ergonomics in improving occupational safety and health (OSH). A narrative review was conducted on articles obtained through Google Scholar, Garuda, and institutional repositories. From the articles identified as relevant, fifteen were selected as most suitable to the theme of micro- and macro-ergonomics for in-depth review. The results show that micro-ergonomics is widely applied in the analysis of musculoskeletal disorders (MSDs) through posture and biomechanical approaches, while macro-ergonomics is more applied to work-system, facility, and organizational-policy design. Both approaches are complementary and need to be integrated to achieve a safe, healthy, and productive work system.
References
Baharuddin, R. (2024). Analisis pengaruh ergonomi terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di sektor teknologi informasi dan komunikasi. Jurnal Teknik Mesin “Teknologi”.
Budiman, E., & Setyaningrum, R. (2012). Perbandingan metode-metode biomekanika untuk menganalisis postur pada aktivitas manual material handling (MMH): Kajian pustaka. Jurnal Teknik Industri, 1(3), 46–52. https://doi.org/10.12777/jati.1.3.46-52
Gunawan, D. M. (2021). Analisis risiko ergonomi dan keluhan gangguan muskuloskeletal pada pekerja bongkar muat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 76–81.
Khairani, N., & Utami, T. N. (2021). Pengaruh manual handling terhadap keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja angkat angkut di CV. Amanah. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2).
Mahfira, S., & Utami, T. N. (2021). Hubungan sikap kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada penenun di Kabupaten Batubara. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2).
Perbaikan sistem kerja untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta produktivitas melalui pendekatan ergonomi partisipatif. (2025). Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 16(1).
Purbasari, A. (2019). Analisis postur kerja secara ergonomi pada operator pencetakan pilar yang menimbulkan risiko musculoskeletal. Sigma Teknika, 2(2), 143.
Putri, Y. A., & Utami, T. N. (2021). Studi deskriptif tempat wudhu ergonomi pada lanjut usia (lansia) di Panyabungan Mandailing-Natal. Jurnal Maternitas Kebidanan, 6(2), 14.
Ratnaningtyas, T. O., Fadhilah, H., & Tsania, S. W. Hubungan karakteristik responden dan postur kerja menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA) dengan keluhan musculoskeletal disorders pada pegawai Dinas Kesehatan Kota.
Silitonga, S. S. B., & Utami, T. N. (2021). Hubungan usia dan lama kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada nelayan di Kelurahan Belawan II. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2).
Situmorang, C. K., Widjasena, B., & Wahyuni, I. (2020). Hubungan antara durasi dan postur tubuh penggunaan komputer terhadap keluhan neck pain pada tenaga kependidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(5), 672–678.
Supriadi. Evaluasi fasilitas ruang tunggu untuk peningkatan kualitas pelayanan dengan pendekatan mikro dan makro ergonomi di Stasiun Kereta Api Malang. Jurnal Ilmiah Vastuwidya.
Utami, T. N., & Nuraini. (2016). Analisis spiritual value, stres kerja pekerja Muslim sektor formal Kota Medan. JUMANTIK: Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan, 1(1).
Widodo, L., Pramudya, B., Herodian, S., & Syu’aib, M. F. (2014). Pendekatan ergonomi makro sebagai solusi perencanaan sistem kerja bergilir untuk meningkatkan produktivitas, kualitas dan keselamatan kerja industri. Jurnal Keteknikan Pertanian, 20(2). https://doi.org/10.19028/jtep.020.2
