Pengaruh Pemberian Madu terhadap Proses Penyembuhan Luka Gangren pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Ogan Ilir Tahun 2025
The Effect of Honey Administration on the Healing Process of Gangrene Wounds in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at Ogan Ilir Regional General Hospital in 2025
DOI:
https://doi.org/10.56338/jks.v9i8.11783Keywords:
Diabetes Mellitus Tipe II, Luka Gangren, Pemberian Madu, Type II Diabetes Mellitus, Gangrenous Wounds, Honey AdministrationAbstract
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dengan gangren adalah kondisi kronis pada kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh meningkatnya kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat gangguan produksi insulin atau resistensi insulin, dan disertai munculnya komplikasi gangren berupa kerusakan jaringan yang parah. Pada penelitian ini, pendekatan one-group pretest–posttest digunakan untuk mengukur pengaruh pemberian madu terhadap proses penyembuhan luka gangren pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Ogan Ilir. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien DM Tipe II yang datang ke RSUD Ogan Ilir dengan komplikasi gangren sebanyak 425 pada tahun 2025. Sampel pada penelitian ini sebanyak 38 responden. Berdasarkan hasil penelitian, uji Wilcoxon menunjukkan nilai ? value < 0,001. Karena nilai ? value lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian madu terhadap proses penyembuhan luka gangren pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Ogan Ilir Tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian madu efektif dalam membantu mempercepat proses penyembuhan luka, yang ditandai dengan adanya perubahan derajat luka sebelum dan sesudah intervensi. Saran penelitian ini adalah tenaga kesehatan diharapkan dapat mempertimbangkan penggunaan madu sebagai terapi pendamping dalam perawatan luka gangren sesuai dengan standar prosedur dan kondisi pasien.
ABSTRACT
Type 2 diabetes mellitus (T2DM) with gangrene is a chronic condition in the group of metabolic diseases characterized by elevated blood glucose levels (hyperglycemia) due to impaired insulin production or insulin resistance, and accompanied by the complication of gangrene in the form of severe tissue damage. In this study, a one-group pretest–posttest approach was used to measure the effect of honey administration on the healing process of gangrenous wounds in Type 2 Diabetes Mellitus patients at Ogan Ilir Regional Hospital. The population of this study was all 425 Type II Diabetes Mellitus patients who presented to Ogan Ilir Regional Hospital with gangrene complications in 2025. The sample size was 38 respondents. Based on the study results, the Wilcoxon test showed a ? value < 0.001. Since the ? value was less than 0.05, it can be concluded that honey administration had an effect on the wound healing process of gangrenous wounds in Type II Diabetes Mellitus patients at Ogan Ilir Regional Hospital in 2025. This indicates that honey administration was effective in helping accelerate the wound healing process, as indicated by changes in wound severity before and after the intervention. Therefore, healthcare professionals are encouraged to consider the use of honey as an adjunctive therapy in gangrenous wound management, while adhering to established clinical guidelines and taking each patient's condition into account.
References
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan 2023. Palembang: BPS Provinsi Sumatera Selatan.
Dewi, R. J., & Mochartini, T. (2025). Efektivitas penggunaan madu randu dan NaCl 0,9% terhadap penyembuhan luka ganggren di RS Tiara Bekasi. Mahesa: Malahayati Health Student Journal, 5(4), 1656–1665.
Dhillon, J., Sopacua, E., & Tandanu, E. (2022). Insidensi gangren diabetikum pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit Royal Prima. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 4(1).
Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir. (2024). Profil kesehatan Kabupaten Ogan Ilir tahun 2024. Ogan Ilir: Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir.
Fathiyah, L., Diana, M., Sayang Moi, L. A., Irawan, A., Kody, M. M., Maziyah, A., Hunggumila, A. R., Putra, T. A., Hara, M. K., & Dari, T. W. (2022). Buku ajar farmakologi (Cetakan I). Zahir Publishing.
Febrinasari, R. P., Sholikah, T. A., & Pakha, D. N. (2020). Buku saku Diabetes Melitus untuk awam. Surakarta: UNS Press.
Gunawan, N. A. (2023). Madu: Efektivitasnya untuk perawatan luka. RS PGI Cikini, Jakarta Pusat, Indonesia.
Helmi, A., Veri, N., & Lina, L. (2023). Penanganan nonfarmakologi untuk penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus: Tinjauan literatur. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan, 5(2), 1703.
International Diabetes Federation. (2021). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). International Diabetes Federation. https://diabetesatlas.org
International Diabetes Federation. (2024). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). Brussels: International Diabetes Federation.
Schaper, N. C., van Netten, J. J., Apelqvist, J., Bus, S. A., Fitridge, R., Game, F., Monteiro-Soares, M., & Senneville, E. (2024). Practical guidelines on the prevention and management of diabetes-related foot disease (IWGDF 2023 update). Diabetes/Metabolism Research and Reviews, 40(3), e3657. https://doi.org/10.1002/dmrr.3657
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukmana, M. (2024). Pengkajian luka menurut Meggit-Wagner dan PEDIS pada pasien ulkus diabetikum.
Suciana, F. (2020). Manajemen perawatan luka gangren pada pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Ilmu Kesehatan.
World Health Organization. (2022). Invisible numbers: The true extent of noncommunicable diseases and what to do about them. Geneva: World Health Organization.

