Gambaran Penerapan Metode Pengelolaan VVM, FIFO, FEFO, dan BUD untuk Mengurangi Kerugian di Puskesmas Kota Barat

Overview of the Implementation of VVM, FIFO, FEFO, and BUD Management Methods to Reduce Losses at West City Community Health Center

  • Salyatulwalidaini Putri Hakim Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. enderal Sudirman No. 6 – Gorontalo– Indonesia
  • Robert Tungadi Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. enderal Sudirman No. 6 – Gorontalo– Indonesia
  • Mohamad Reski Manno Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. enderal Sudirman No. 6 – Gorontalo– Indonesia
  • Hamsidar Hasan Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. enderal Sudirman No. 6 – Gorontalo– Indonesia
  • Fika Nuzul Ramadhani Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. enderal Sudirman No. 6 – Gorontalo– Indonesia
  • Riduansyah Buchari Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. enderal Sudirman No. 6 – Gorontalo– Indonesia
Keywords: BUD, FEFO, FIFO, Pengelolaan Vaksin, VVM, BUD, FEFO, FIFO, Vaccine Management, VVM

Abstract

Vaksin merupakan sediaan biologis yang sensitif terhadap suhu sehingga memerlukan pengelolaan yang tepat untuk mencegah penurunan mutu dan kerugian vaksin (vaccine wastage). Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan metode pengelolaan Vaccine Vial Monitor (VVM), First In First Out (FIFO), First Expired First Out (FEFO), dan Beyond Use Date (BUD) untuk mengurangi kerugian vaksin di Puskesmas Kota Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi langsung dan dokumentasi dengan instrumen lembar checklist yang dianalisis secara deskriptif persentase dan dibandingkan dengan Pedoman Pengelolaan Vaksin Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator penyimpanan vaksin maupun ketersediaan dan pendistribusian vaksin memperoleh tingkat kesesuaian 100% sehingga dikategorikan baik. Tidak ditemukan kasus vaksin kedaluwarsa, over stock, maupun stock out selama enam bulan terakhir. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode VVM, FIFO, FEFO, dan BUD di Puskesmas Kota Barat telah dilaksanakan sesuai standar dan terbukti efektif menekan kerugian vaksin hingga titik nol.

ABSTRACT

Vaccines are temperature-sensitive biological preparations that require proper management to prevent quality deterioration and vaccine wastage. This study aimed to describe the application of Vaccine Vial Monitor (VVM), First In First Out (FIFO), First Expired First Out (FEFO), and Beyond Use Date (BUD) management methods to reduce vaccine wastage at Kota Barat Public Health Center. A descriptive quantitative approach was used through direct observation and documentation with a checklist instrument, analyzed using descriptive percentages and compared with the 2021 Vaccine Management Guidelines of the Indonesian Ministry of Health. The results showed that both the vaccine storage indicators and the vaccine availability and distribution indicators reached a 100% compliance level and were categorized as good. No cases of expired vaccines, overstock, or stockout were found during the last six months. It can be concluded that the application of the VVM, FIFO, FEFO, and BUD methods at Kota Barat Public Health Center complied with the standards and was proven effective in reducing vaccine wastage to zero.

References

Bogale, H. A., Amhare, A. F., & Bogale, A. A. (2019). Assessment of factors affecting vaccine cold chain management practice in public health institutions in East Gojam zone of Amhara region. BMC Public Health, 19(1), 1433.
Cokro, F., Arrang, S. T., Chiara, M. A., & Hendra, O. S. (2022). Prevalence of pharmacist knowledge on beyond-use date (BUD) of various non-sterile compounding drugs in Indonesia. Pharmacy Practice, 20(1), 1–4.
Girsang, A. M., & Yuliawati, M. S. (2020). Gambaran pengelolaan rantai dingin vaksin program imunisasi dasar lengkap (Studi kasus di 27 Puskesmas Induk di Kabupaten Purworejo). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 8(4), 417–423.
Kementerian Kesehatan RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2016 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Nugroho, D. A., & Al Amin, I. (2018). Aplikasi CRM pada Anto Stationery dengan metode First In First Out berbasis web mobile. Semarang: Universitas Semarang.
Prasetyo, S. D., Ningrum, B. C. V., Irianingrum, E. H., Oktarini, F. T., & Nizzaz, I. (2020). Tingkat pengetahuan petugas pengelola vaksin dan evaluasi pengelolaan vaksin di Puskesmas Kabupaten Sleman. Majalah Farmaseutik, 17(2), 249–255.
Sykes, G. (2018). Time- and temperature-controlled transport: Supply chain challenges and solutions. P and T, 43(3), 154–158.
Tokala, B., & Mohammed, S. (2022). Cold chain management in healthcare: Ensuring the integrity of temperature-sensitive medicines. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research.
Utoro, G. A., Masria, S., & Trisnadi, S. (2017). Gambaran penerapan rantai dingin vaksin imunisasi dasar di Purwakarta tahun 2017. Prosiding Pendidikan Dokter, 2017(2), 136–142.
Warani, L. L. A., Syahyeri, A. W. D., & Andriani, Y. (2024). Evaluasi penyimpanan obat di gudang farmasi Puskesmas Saptosari Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Farmasi SYIFA, 2(2), 74–80.
World Health Organization. (2022). Cold Chain Vaccines and Safe Injection Equipment Management. Geneva: World Health Organization.
Zahra, Y. A., Tetuko, A., Rosita, M. E., & Fajri, M. A. (2024). Analisis efisiensi pengelolaan vaksin imunisasi di Puskesmas Kabupaten Kampar. Journal of Health Sciences Leksia, 2(4), 25–34.
Published
2026-08-03
Section
Article