Analysis of the Implementation of Health Logistics Management in Supporting Service Effectiveness at Clinics
Abstract
Health logistics management is the operational core of healthcare facilities, including independent clinics. The availability of medicines and medical devices in the right type, right quantity, and right time highly determines the quality and effectiveness of medical services. This study aims to analyze in depth the implementation of health logistics management in a primary clinic based on nine operational logistics cycles: planning, procurement, receipt/storage, distribution/maintenance, inventory, elimination, control, recording/reporting, and monitoring and evaluation. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach through in-depth interviews with the single person in charge of clinic logistics. The results show that the planning function has run quite well based on historical consumption data of 3-6 months. The implementation of the FEFO/FIFO method is consistently carried out to maintain the quality of medicines. However, several significant structural barriers were found, including a manual-traditional recording system using register books, limited storage space (physical warehouse), limited procurement budget, and a double workload of the informant which triggered administrative delays during busy patient visits. This study recommends the urgency of logistics digitalization through the Electronic Logistics Information System (eLogistics) and optimization of warehouse layout to improve long-term service effectiveness.
References
Handayani, L., dkk. (2021). Analisis efisiensi biaya dan pencegahan kerugian finansial melalui kontrol kualitas sediaan farmasi. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 10(4), 185-195.
Hasibuan, R., Haqiqi, N. N., Prabowo, A., Hagareninsa, C. A., Herdini, D., Indah, N., Wulandari, P. C., & Berutu, S. S. (2025). Implementasi manajemen logistik kesehatan pada instansi Klinik Syahrul Husada. SMASH: Journal of Social Management Sains and Health, 2(1).
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Standar Pelayanan Kefarmasian di Klinik. Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
Lestari, S., & Utami, P. (2022). Pengaruh faktor mikroklimat ruang penyimpanan terhadap stabilitas zat aktif obat di klinik pratama. Jurnal Farmasi Komunitas, 9(2), 104-112.
Megawati, A., & Astuti, S. (2023). Optimalisasi sistem penyimpanan obat metode FIFO dan FEFO guna meminimalkan obat kedaluwarsa. Jurnal Manajemen Kesehatan, 11(3), 210-222.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nugroho, A., & Rahmawati, E. (2022). Manajemen cold chain system pada penyimpanan vaksin di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Jurnal Imunologi Indonesia, 4(1), 33-45.
Permatasari, D., dkk. (2021). Analisis proporsi anggaran logistik farmasi terhadap efisiensi pengeluaran operasional klinik mandiri. Jurnal Ekonomi Kesehatan, 6(2), 77-89.
Pratama, W., & Supriyanto, S. (2021). Fleksibilitas komunikasi digital dalam pengadaan obat faskes tingkat pertama. Jurnal Administrasi Kesehatan, 9(1), 45-56.
Purnasari, I., & Setyawan, H. (2023). Tinjauan siklus fungsional logistik kesehatan di klinik pratama. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 19(1), 56-69.
Ramadhan, F., Siregar, H., & Rahayu, S. (2022). Perbandingan metode konsumsi dan metode morbiditas dalam perencanaan obat di faskes tingkat pertama. Jurnal Farmakoekonomi Indonesia, 7(2), 130-141.
Saputra, E., & Wardani, K. (2023). Analisis kesesuaian penyimpanan obat berdasarkan standar akreditasi klinik pratama. Jurnal Akreditasi Kesehatan, 2(1), 40-51.
Sari, M. P., & Handayani, L. (2022). Tantangan pengelolaan obat di klinik mandiri dengan keterbatasan sumber daya manusia dan tata ruang gudang. Jurnal Kebijakan Dan Manajemen Obat, 4(2), 74-83.
Siregar, M. H., & Utami, T. (2023). Strategi manajemen keuangan dan logistik klinik mandiri di tengah keterbatasan anggaran operasional. Jurnal Ekonomi Dan Manajemen Kesehatan, 12(2), 85-96.
Wahyuni, S., Marzuki, A., & Rohman, F. (2022). Hubungan ketersediaan obat terhadap tingkat kepuasan pasien jaminan kesehatan nasional di klinik pratama. Jurnal Mutu Pelayanan Kesehatan, 10(3), 145-154.
Wijaya, K., dkk. (2023). Substitusi terapeutik dan generik saat kekosongan stok obat: Tinjauan keselamatan pasien di klinik mandiri. Jurnal Keselamatan Pasien, 8(2), 112-124.