Analisis Gerakan Tanah akibat Siklon Tropis Seroja dan Dampaknya terhadap Banjir Bandang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, April 2021: Studi Evaluatif terhadap Strategi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Analysis of Landslides Caused by Tropical Cyclone Seroja and Their Impact on Flash Floods on Adonara Island, East Flores Regency, NTT, April 2021: An Evaluative Study of Hydrometeorological Disaster Mitigation Strategies

  • Anastasia Giska G Banase Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Nusa Cendana Kupang NTT, Jl. Matani Raya, Lasiana – Kupang – Nusa Tenggara Timur
  • Maria Krisyanti Mala Limahekin Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Nusa Cendana Kupang NTT, Jl. Matani Raya, Lasiana – Kupang – Nusa Tenggara Timur
  • Jerold Davis Nepa Fay Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Nusa Cendana Kupang NTT, Jl. Matani Raya, Lasiana – Kupang – Nusa Tenggara Timur
Keywords: Siklon Tropis Seroja, Gerakan Tanah, Banjir Bandang, Adonara, Flores Timur, Mitigasi Bencana, NTT, Debris Flow, Dam Break Failure, Tropical Cyclone Seroja, Land Movement, Flash Flood, Adonara, East Flores, Disaster Mitigation, NTT, Debris Flow, Dam Break Failure

Abstract

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 4 April 2021 merupakan salah satu bencana hidrometeorologi terparah dalam sejarah provinsi tersebut. Dipicu oleh Siklon Tropis Seroja yang oleh BMKG (2021) dikategorikan sebagai siklon paling intensif dalam catatan modern di perairan Flores dengan kecepatan angin mencapai 95 knot peristiwa ini mengakibatkan 72 jiwa meninggal dunia di Kabupaten Flores Timur, 76 orang luka-luka, 1 orang dinyatakan hilang, 27.560 jiwa terdampak, 2.579 jiwa mengungsi, serta terputusnya akses jalan dan lima jembatan utama di Pulau Adonara secara total. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai Rp 1,2 triliun berdasarkan estimasi BNPB (2021). Dalam lingkup NTT secara keseluruhan, total korban meninggal dunia akibat Siklon Seroja mencapai 179 jiwa (Wakil Gubernur NTT, 2021). Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme gerakan tanah yang dipicu Siklon Tropis Seroja, mendokumentasikan dampak banjir bandang terhadap infrastruktur dan masyarakat, serta mengevaluasi efektivitas strategi mitigasi yang ada dan merumuskan rekomendasi perbaikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research melalui telaah mendalam terhadap laporan BNPB, PVMBG, BPBD Flores Timur, dokumen kebijakan, hasil penelitian terdahulu, serta pemberitaan media yang terverifikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor utama bencana adalah curah hujan ekstrem (>200 mm/12 jam) yang bertautan dengan kondisi lereng curam (>30°), tanah labil berlapis abu vulkanik Gunung Lewotolo, dan deforestasi kawasan hulu. Mekanisme dam break failure menjadi penguat destruktif yang melipatgandakan energi banjir bandang. Strategi mitigasi yang ada dinilai belum memadai, ditandai oleh ketiadaan sistem peringatan dini yang efektif di tingkat komunitas, lemahnya integrasi peta risiko bencana ke dalam tata ruang kabupaten, dan tingginya kerentanan sosial masyarakat kepulauan. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan mitigasi terpadu yang melibatkan: (1) pembangunan EWS berbasis komunitas, (2) reboisasi kawasan hulu DAS, (3) relokasi permukiman rawan secara partisipatif, (4) revisi standar infrastruktur tahan bencana, dan (5) penguatan kapasitas Destana berbasis kearifan lokal.

ABSTRACT

The flash flood and landslide disaster that struck Adonara Island, East Flores Regency, East Nusa Tenggara (NTT) on April 4, 2021, was one of the most devastating hydrometeorological disasters in the province's recorded history. Triggered by Tropical Cyclone Seroja  classified by BMKG (2021) as the most intense cyclone in modern records over Flores waters, with wind speeds reaching 95 knots  the event resulted in 72 fatalities in East Flores Regency, 76 injured, 1 still missing, 27,560 people directly affected, 2,579 displaced, and the total severance of road access and five major bridges across Adonara Island. Economic losses were estimated at IDR 1.2 trillion by BNPB (2021). Across NTT province as a whole, the total death toll from Cyclone Seroja reached 179 people (Deputy Governor of NTT, 2021). This study aims to analyze the land movement mechanism triggered by Tropical Cyclone Seroja, document the flash flood impact on infrastructure and communities, and evaluate existing mitigation strategies while formulating improvement recommendations. The method employed is descriptive qualitative with a library research approach, through in-depth review of BNPB, PVMBG, BPBD East Flores reports, policy documents, prior research findings, and verified media coverage. Study results indicate that primary drivers were extreme rainfall (>200 mm/12 hours) combined with steep slopes (>30°), unstable volcanic ash-layered soils from Mount Lewotolo, and upstream deforestation. The dam break failure mechanism served as a destructive amplifier that multiplied the flash flood's energy. Existing mitigation strategies are deemed inadequate, marked by the absence of effective community-level early warning systems, weak integration of hazard maps into spatial planning, and high social vulnerability of island communities. This study recommends an integrated mitigation approach encompassing: (1) community-based EWS construction, (2) upstream watershed reforestation, (3) participatory relocation of high-risk settlements, (4) revision of disaster-resilient infrastructure standards, and (5) strengthening Destana capacity based on local wisdom.

References

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). (2021). Analisis Siklon Tropis Seroja dan Dampak Hidrometeorologi di Nusa Tenggara Timur, April 2021. Jakarta: BMKG.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2021). Laporan Penanganan Darurat Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor Flores Timur, NTT. Jakarta: BNPB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Flores Timur (BPBD Flotim). (2021). Data Rekapitulasi Korban dan Kerusakan Akibat Bencana 4 April 2021. Larantuka: BPBD Flores Timur.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2021). Profil Kemiskinan Nusa Tenggara Timur 2020–2021. Jakarta: BPS.
Copernicus Emergency Management Service (CEMS). (2021). Activation EMSR506 – Flood in East Nusa Tenggara, Indonesia. European Commission.
Costa, J. E. (1988). Rheologic, Geomorphic, and Sedimentologic Differentiation of Water Floods, Hyperconcentrated Flows, and Debris Flows. In V. R. Baker, R. C. Kochel & P. C. Patton (Eds.), Flood Geomorphology (pp. 113–122). New York: John Wiley & Sons.
Dikau, R., Brunsden, D., Schrott, L., & Ibsen, M. L. (Eds.). (1996). Landslide Recognition: Identification, Movement and Causes. Chichester: John Wiley & Sons.
Emanuel, K. (2020). Evidence that Hurricanes Are Getting Stronger. Proceedings of the National Academy of Sciences, 117(29), 16732–16738. https://doi.org/10.1073/pnas.2009030117
Hidayat, R. (2018). Dampak Siklon Tropis terhadap Curah Hujan dan Bencana Hidrometeorologi di Indonesia Bagian Timur. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 19(1), 45–58.
Hungr, O., Leroueil, S., & Picarelli, L. (2014). The Varnes Classification of Landslide Types, an Update. Landslides, 11(2), 167–194. https://doi.org/10.1007/s10346-013-0436-y
Kementerian ATR/BPN. (2022). Evaluasi Integrasi Peta Kawasan Rawan Bencana ke dalam RTRW Kabupaten/Kota di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Tata Ruang.
Korup, O. (2012). Earth's portfolio of extreme sediment transport events. Earth-Science Reviews, 112(3–4), 115–125. https://doi.org/10.1016/j.earscirev.2012.02.006
LAPAN/BRIN. (2021). Analisis Citra Satelit Landsat-8 dan Sentinel-2 Pasca-Bencana Flores Timur, April 2021. Bogor: Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh LAPAN.
Nurjanah, Sugiantoro, R., Kuswanda, D., Siswanto, B., & Adikoesoemo. (2013). Manajemen Bencana. Bandung: Alfabeta.
OCHA. (2021). Indonesia: Cyclone Seroja Flash Update No. 5 (as of 10 April 2021). New York: United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs.
Paimin, Sukresno, & Pramono, I. B. (2012). Teknik Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor. Balikpapan: Tropenbos Indonesia Programme.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). (2021). Laporan Analisis Gerakan Tanah Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT Pasca-Bencana 4 April 2021. Bandung: Badan Geologi KESDM.
Qian, W., Chen, D., Luo, C., & Zhu, Y. (2020). Statistical Analysis of Rapid Intensification of Tropical Cyclones in the Western North Pacific Basin. Journal of Geophysical Research: Atmospheres, 125(14), e2019JD032341.
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta: Sekretariat Negara.
Shaw, R., Pulhin, J., & Pereira, J. J. (Eds.). (2019). Climate Change Adaptation and Disaster Risk Reduction: Issues and Challenges. Bingley: Emerald Publishing.
Sidle, R. C., & Ochiai, H. (2006). Landslides: Processes, Prediction, and Land Use. Washington D.C.: American Geophysical Union.
Tran, P., Shaw, R., Chantry, G., & Norton, J. (2020). GIS and Local Knowledge in Disaster Management: A Case Study of Flood Risk Mapping in Viet Nam. Disasters, 33(1), 152–169.
UNDRR. (2015). Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015–2030. Geneva: United Nations Office for Disaster Risk Reduction.
UNDRR. (2022). Disaster Risk Governance Assessment: Guidance Note. Geneva: United Nations Office for Disaster Risk Reduction.
Varnes, D. J. (1978). Slope Movement Types and Processes. In R. L. Schuster & R. J. Krizek (Eds.), Landslides, Analysis and Control (pp. 11–33). Washington D.C.: Transportation Research Board, National Academy of Sciences.
Published
2026-06-29
Section
Article