Saji Minang, Jiwa Sunda: Analisis Sistem Akuntansi dan Kearifan Lokal pada Usaha Rumah Makan Nasi Padang Duo Saudara

Minang Cuisine, Sundanese Spirit: An Analysis of the Accounting System and Local Wisdom at the Duo Saudara Padang Rice Restaurant

  • Fuji Lestari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Pasundan, Jl. Lengkong Besar No.68 – Bandung – Jawa Barat
  • Amanda Fitryani Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Pasundan, Jl. Lengkong Besar No.68 – Bandung – Jawa Barat
  • Shilvi Noviyana Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Pasundan, Jl. Lengkong Besar No.68 – Bandung – Jawa Barat
  • Muhamad Rizqi Rukmana Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Pasundan, Jl. Lengkong Besar No.68 – Bandung – Jawa Barat
Keywords: Sistem Akuntansi, Kearifan Lokal, UMKM, Rumah Makan Nasi Padang, Budaya Sunda, Accounting System, Local Wisdom, Msmes, Padang Restaurant, Sundanese Culture

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem akuntansi pada usaha Rumah Makan Nasi Padang Duo Saudara serta mengkaji peran kearifan lokal dalam mendukung keberlangsungan usaha di lingkungan budaya Sunda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap pemilik usaha sebagai sumber data utama. Melalui wawancara tersebut, peneliti memperoleh informasi mengenai praktik pencatatan keuangan, pengelolaan usaha serta nilai - nilai budaya yang diterapkan dalam kegiatan operasional sehari - hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem akuntansi yang diterapkan masih sederhana dan berfokus pada pencatatan kas masuk serta kas keluar. Pencatatan tersebut digunakan untuk memantau kondisi keuangan usaha dan membantu pengambilan keputusan dalam kegiatan operasional. Namun, praktik akuntansi yang diterapkan belum sepenuhnya sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Meskipun demikian, usaha ini tetap mampu bertahan dan berkembang karena didukung oleh penerapan nilai - nilai budaya yang kuat. Nilai budaya Minangkabau yang dimiliki pemilik usaha berpadu dengan nilai budaya Sunda yang berkembang di lingkungan sekitar, terutama nilai silih asih, silih asah dan silih asuh. Nilai - nilai tersebut tercermin dalam hubungan yang baik dengan pelanggan, pelayanan yang ramah serta terciptanya suasana kerja yang harmonis. Penelitian ini menunjukkan bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan usaha dan melengkapi praktik akuntansi yang masih sederhana. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pencatatan keuangan perlu dilakukan tanpa mengabaikan nilai - nilai budaya yang menjadi kekuatan utama usaha.

ABSTRACT

This study aims to analyze the implementation of the accounting system in Duo Saudara Padang Restaurant and examine the role of local wisdom in supporting business sustainability within the Sundanese cultural environment. This study employs a qualitative approach using in-depth interviews with the business owner as the primary source of data. Through these interviews, information was obtained regarding financial recording practices, business management, and the cultural values applied in daily operational activities. The results show that the accounting system implemented is still relatively simple and focuses on recording cash inflows and cash outflows. These records are used to monitor the financial condition of the business and support operational decision-making. However, the accounting practices applied have not fully complied with the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM). Nevertheless, the business has been able to survive and grow due to the strong cultural values embedded in its operations. The Minangkabau cultural values upheld by the owner are combined with Sundanese cultural values that prevail in the surrounding community, particularly the principles of silih asih (mutual care), silih asah (mutual learning), and silih asuh (mutual guidance). These values are reflected in good relationships with customers, friendly service, and the creation of a harmonious working environment. This study demonstrates that local wisdom plays an important role in supporting business sustainability and complementing simple accounting practices. Therefore, improving the quality of financial record-keeping is necessary without neglecting the cultural values that constitute the business's main strength.

References

Ariesta, F. (2021). Kearifan Lokal dalam Perspektif Sosial Budaya. Jakarta: Prenadamedia Group.
Hery. (2020). Pengantar Akuntansi. Jakarta: PT Grasindo.
Ikatan Akuntan Indonesia. (2018). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Jakarta: IAI.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyadi. (2019). Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
Narsa, I. M., Widodo, A., & Kurnianto, S. (2020). Mengungkap Praktik Akuntansi pada UMKM. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 11(2), 305–320.
Nurhayati, S., & Wasilah. (2019). Akuntansi Syariah di Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.
Rahayu, S. (2022). Penerapan SAK EMKM pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 7(1), 45–56.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suwardjono. (2021). Teori Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta: BPFE.
Yusuf, M. (2021). Budaya Lokal dan Keberlangsungan UMKM di Indonesia. Jurnal Sosial Ekonomi, 15(2), 112–125.
Zulfa, N., & Pratama, A. (2022). Etnoakuntansi dalam Praktik Bisnis Berbasis Budaya Lokal. Jurnal Riset Akuntansi, 14(1), 33–47.
Published
2026-06-29
Section
Article