Analisis Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Pada Agroindustri Rumah Tempe Indonesia Menggunakan Model Scor

  • Dhea Fitria Program Studi Manajemen Agribisnis, Institut Pertanian Bogor–Indonesia
  • Mohammad Alif Rifqi Program Studi Manajemen Agribisnis, Institut Pertanian Bogor–Indonesia
  • Muhammad Rendika Gojali Program Studi Manajemen Agribisnis, Institut Pertanian Bogor–Indonesia
  • Sudewa Sahya Regia Program Studi Manajemen Agribisnis, Institut Pertanian Bogor–Indonesia
  • Tasya Oryza Sativa Program Studi Manajemen Agribisnis, Institut Pertanian Bogor–Indonesia
  • Rasidin Karo Karo Sitepu Program Studi Manajemen Agribisnis, Institut Pertanian Bogor–Indonesia
Keywords: Performance, Rumah Tempe Indonesia, Supply Chain

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengukur kinerja rantai pasok pada agroindustri tempe di wilayah Cilendek, Kota Bogor, Jawa Barat. Objek penelitian difokuskan pada salah satu pelaku usaha, yaitu KOPTI Bogor yang dikenal sebagai Rumah Tempe Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak terkait, serta studi dokumentasi dengan penedekatan dengan menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR). Pengukuran kinerja rantai pasok dilakukan berdasarkan lima atribut utama dalam model SCOR, yaitu reliability, responsiveness, agility, cost, dan asset management. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum kinerja rantai pasok pada agroindustri tempe tersebut telah berjalan cukup baik, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti permasalahan utama terletak pada efisiensi operasional, kecepatan pemenuhan pesanan, serta kemampuan adaptasi rantai pasok yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan yang berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan persediaan dan peningkatan koordinasi antar pelaku rantai pasok. Dengan demikian, penerapan model SCOR dalam penelitian ini mampu memberikan gambaran yang lebih sistematis dan komprehensif terkait kondisi kinerja rantai pasok pada agroindustri tempe

 

ABSTRACT

This study aims to evaluate the supply chain performance of the tempeh agro-industry in Cilendek, Bogor City, West Java, with a focus on KOPTI Bogor (Rumah Tempe Indonesia). A descriptive quantitative approach was applied, with data collected through field observations, interviews, and documentation review. The analysis employed the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model. Supply chain performance was assessed using five key SCOR attributes: reliability, responsiveness, agility, cost, and asset management. The results indicate that overall performance is relatively satisfactory, particularly in maintaining product flow and meeting customer demand. However, several critical issues remain, including suboptimal operational efficiency, prolonged order fulfillment lead times, and limited supply chain adaptability to demand fluctuations. These findings highlight the need for continuous improvement, particularly in inventory management and coordination among supply chain actors. The application of the SCOR model provides a structured and comprehensive framework for evaluating supply chain performance and offers practical insights to enhance the efficiency, responsiveness, and sustainability of the tempeh agro-industry.

 

References

Astawan, M. (2008). Tempe: Sumber pangan bergizi. Jakarta: Penebar Swadaya.
Bolstorff, P., & Rosenbaum, R. (2012). Supply chain excellence: A handbook for dramatic improvement using the SCOR model (2nd ed.). New York, NY: AMACOM.
Mentzer, J. T., DeWitt, W., Keebler, J. S., Min, S., Nix, N. W., Smith, C. D., & Zacharia, Z. G. (2001). Defining supply chain management. Journal of Business Logistics, 22(2), 1–25.
Purnomo, A., et al. (2025). Analisis kinerja rantai pasok pada agroindustri.
Riska, D., & Aristi, N. (2024). Strategi peningkatan fleksibilitas rantai pasok pada industri pangan.
Setiawan, B. (2017). Analisis ketergantungan impor kedelai terhadap industri tempe di Indonesia.
Wibowo, A., & Sutrisno, J. (2015). Fluktuasi harga kedelai dan dampaknya terhadap produksi tempe.
Published
2026-06-29
Section
Article