Peran Komunitas JubirWarga dalam Menyalurkan Aspirasi Warga melalui X-Petisi Warga

  • Livia Audy Salsabila Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jakarta
  • Anindhi Ramadhani
  • Mohammad Rayhan Hidayat
  • Aniqotul Ummah
  • Teddy Chrisprimanata Putra
Keywords: Partisipasi warga, Jubir Warga, Aktivisme digital

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Jubir Warga sebagai perantara berbasis komunitas dalam menyalurkan aspirasi masyarakat perkotaan melalui X-Petisi Warga. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara tingginya ekspresi digital warga, khususnya generasi muda, dengan terbatasnya kemampuan institusi politik formal dalam menerjemahkan ekspresi tersebut menjadi respons kebijakan yang nyata. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan memanfaatkan dokumentasi wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, catatan proposal, jejak media sosial, serta literatur yang relevan mengenai politik perkotaan, partisipasi digital, ruang publik, dan hak atas kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jubir Warga berfungsi sebagai penerjemah sipil yang menghimpun keluhan sehari-hari masyarakat, menyederhanakan bahasa advokasi, memperluas ruang diskusi informal, serta menghubungkan aspirasi warga dengan jalur birokrasi melalui narasi berbasis data dan policy brief. Namun, advokasi yang dilakukan masih menghadapi tantangan berupa respons birokrasi yang belum merata, lemahnya mekanisme tindak lanjut, keterbatasan sumber daya, serta risiko perhatian publik di ruang digital yang cepat meredup sebelum berubah menjadi tekanan institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa X-Petisi Warga relevan sebagai model alternatif partisipasi perkotaan, tetapi memerlukan penguatan verifikasi, jaringan warga yang berkelanjutan, serta jalur akuntabilitas yang lebih jelas.



References

Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216-224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Politik 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id.
Boulianne, S. (2020). Twenty years of digital media effects on civic and political participation. Communication Research, 47(7), 947-966. https://doi.org/10.1177/0093650218808186.
Boulianne, S., & Theocharis, Y. (2020). Young people, digital media and engagement: A meta-analysis of research. Social Science Computer Review, 38(2), 111-127. https://doi.org/10.1177/0894439318814190.
Fung, A. (2015). Putting the public back into governance: The challenges of citizen participation and its future. Public Administration Review, 75(4), 513-522. https://doi.org/10.1111/puar.12361.
Habermas, J. (1989). The structural transformation of the public sphere: An inquiry into a category of bourgeois society. Cambridge, MA: MIT Press.
Harvey, D. (2008). The right to the city. New Left Review, 53, 23-40. https://newleftreview.org/issues/ii53/articles/david-harvey-the-right-to-the-city.
Ilham, I., & Pawane, A. R. (2025). The role of social media as a medium of democracy in Indonesia. Journal of Contemporary Local Politics, 4(1), 43-54. https://doi.org/10.46507/jclp.v4i1.719.
Jubir Warga. (2026a). Dokumentasi wawancara Komunitas Jubir Warga [Video wawancara]. Dokumentasi peneliti.
Jubir Warga. (2026b, May 4). Bukan cuma podcast, ini suara komunitas Cirebon [Instagram Reel]. Instagram. https://www.instagram.com/jubirwarga.id/.
Kelompok 3. (2026). Rancangan kajian peran Komunitas JubirWarga dalam penyaluran aspirasi melalui X-Petisi Warga. Manuskrip tidak dipublikasikan, Program Studi Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta.
Kurniawan, W., Arham, M., & Muluk, H. (2024). Social media's influence on political participation: Insights from a systematic review and meta-analysis in Indonesian psychology. Jurnal Psikologi, 51(3), 336-355. https://doi.org/10.22146/jpsi.101469.
Lim, M. (2013). Many clicks but little sticks: Social media activism in Indonesia. Journal of Contemporary Asia, 43(4), 636-657. https://doi.org/10.1080/00472336.2013.769386.
Lim, M. (2025). In curhat we unite (and divide): Scalable affective sociality, algorithmic politics, and social media in Indonesia. Indonesia, 119(1), 39-57. https://doi.org/10.1353/ind.2025.a961926.
Lorenz-Spreen, P., Oswald, L., Lewandowsky, S., & Hertwig, R. (2023). A systematic review of worldwide causal and correlational evidence on digital media and democracy. Nature Human Behaviour, 7(1), 74-101. https://doi.org/10.1038/s41562-022-01460-1.
Luhtakallio, E., & Meriluoto, T. (2024). Fame democracy? Social media and visuality-based transformation of the public sphere. Distinktion: Journal of Social Theory, 25(3), 318-342. https://doi.org/10.1080/1600910X.2023.2263818.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Miraftab, F. (2009). Insurgent planning: Situating radical planning in the Global South. Planning Theory, 8(1), 32-50. https://doi.org/10.1177/1473095208099297.
Mulyono, B., Affandi, I., Suryadi, K., & Darmawan, C. (2022). Online civic engagement: Fostering citizen engagement through social media. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 19(1), 75-85. https://doi.org/10.21831/jc.v19i1.49723.
Mustofa, M. U., Utama, R. S., & Andalus, M. K. (2024). E-democracy in Indonesia: Use of social media and challenges in encouraging youth political participation. Jurnal Wacana Politik, 9(1), 102-111. https://doi.org/10.24198/jwp.v9i1.52775.
Nugroho, B. H. (2025). Digital activism and youth participation in Indonesia: A qualitative study of social media's role in contemporary social movements. Priviet Social Sciences Journal, 5(10), 91-105. https://doi.org/10.55942/pssj.v5i10.603.
Pemerintah Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Pemerintah Republik Indonesia. (2017). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
Putra, B. A. (2024). Digital activism in Southeast Asia: The #MilkTeaAlliance and prospects for social resistance. Frontiers in Sociology, 9, Article 1478630. https://doi.org/10.3389/fsoc.2024.1478630.
Rafid, R., Supriadi, & Tefa, A. J. (2025). Model for strengthening citizen journalism through local communities in government. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 24(2), 491-503. https://doi.org/10.32509/wacana.v24i2.5877.
Rahman, A. Z., Lituhayu, D., Prihantoro, & Rakhma, N. A. (2025). Empowering local communities: A public governance advocacy framework for sustainable tourism development. Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 10(2), 154-169. https://doi.org/10.26905/pjiap.v10i2.16027.
Robiyanti, R. R., Purwaningsih, T., Setyawan, J., & Kholik, A. (2024). Social media and political participation in the 2024 elections: Survey on Generation Z voters of Buddhist society in Indonesia. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 5(4), 2087-2104.
Saud, M., & Margono, H. (2021). Indonesia's rise in digital democracy and youth's political participation. Journal of Information Technology & Politics, 18(4), 443-454. https://doi.org/10.1080/19331681.2021.1900019.
Scudder, M. F. (2023). Deliberative democracy, more than deliberation. Political Studies, 71(1), 238-255. https://doi.org/10.1177/00323217211032624.
Theocharis, Y., Boulianne, S., Koc-Michalska, K., & Bimber, B. (2023). Platform affordances and political participation: How social media reshape political engagement. West European Politics, 46(4), 788-811. https://doi.org/10.1080/01402382.2022.2087410.
Tresiana, N., Duadji, N., Pairulsyah, Suwarno, & Damayantie, A. (2023). Deliberative democracy innovations at citizen level: Challenges of local government in Indonesia. Lex Localis - Journal of Local Self-Government, 21(4), 807-832. https://doi.org/10.4335/21.4.807-832(2023).
Published
2026-08-03
Section
Article

Most read articles by the same author(s)