ANALISIS KESULITAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR DALAM MENGIDENTIFIKASI HAMBATAN BELAJAR MATEMATIKA

  • Livina Zetta Nugraha Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPI Kampus di Purwakarta, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Vira Nurfitrah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPI Kampus di Purwakarta, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Ghina Hasan Khaerunnisa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPI Kampus di Purwakarta, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Rahma Yuliani Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPI Kampus di Purwakarta, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Novia Dwi Fitri Yani Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPI Kampus di Purwakarta, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Hafiziani Eka Putri Pendidikan Guru Sekolah Dasar, UPI Kampus di Purwakarta, Universitas Pendidikan Indonesia
Keywords: pemahaman konsep, pecahan, hambatan belajar, matematika sekolah dasar, pembelajaran matematika

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas IV sekolah dasar dalam mengidentifikasi hambatan belajar matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 7 siswa kelas IV sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.

Teknik pengumpulan data meliputi tes, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar pecahan, menjalankan operasi pecahan, menyelesaikan soal cerita, serta merepresentasikan pecahan secara visual. Siswa cenderung memahami pecahan secara prosedural dibandingkan konseptual sehingga sering mengalami miskonsepsi dalam membandingkan dan menyederhanakan pecahan.

Faktor penyebab kesulitan belajar meliputi rendahnya pemahaman konsep dasar, kurangnya penggunaan media konkret, serta pembelajaran yang masih bersifat abstrak dan berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih konkret, visual, interaktif, dan kontekstual agar pemahaman konsep pecahan siswa dapat berkembang secara optimal.

References

pemahaman konsep, pecahan, hambatan belajar, matematika sekolah dasar, pembelajaran matematika
Published
2026-06-29
Section
Article