Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar: Studi Komparatif antara Indonesia dan Thailand

  • Muhammad Ali Akbar Program Studi Pendidikan Agama lslam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis
  • Annisa Fitri Program Studi Pendidikan Agama lslam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis
  • Siti Intan Rahmawati Program Studi Pendidikan Agama lslam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis
  • Marissa Salsabilla Program Studi Pendidikan Agama lslam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis
  • Ika Kurnia Sofiani Program Studi Pendidikan Agama lslam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis
Keywords: pendidikan karakter, sekolah dasar, studi komparatif, Indonesia, Thailand

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji serta membandingkan penerapan pendidikan karakter pada tingkat sekolah dasar di Indonesia dan Thailand guna mengatasi dampak globalisasi serta kemerosotan moral di kalangan generasi muda. Pendekatan yang dipakai adalah studi literatur dengan metode kualitatif melalui penguraian beragam sumber pustaka. Temuan utama mengungkap bahwa kedua negara menganggap pendidikan karakter sebagai elemen krusial dalam kerangka pendidikan nasional. Indonesia mengadopsi strategi terintegrasi dan adaptif lewat kurikulum, proses belajar-mengajar, serta iklim budaya sekolah, sementara Thailand menerapkan model yang lebih terorganisir via mata pelajaran tersendiri dan pembentukan kebiasaan berlandaskan nilai-nilai budaya serta agama. Kedua negara memiliki kesamaan dalam pengembangan nilai karakter seperti integritas, disiplin, rasa tanggung jawab, dan empati sosial, tetapi berbeda pada mekanisme pelaksanaan dan derajat penataan sistematisnya. Faktor pendorong mencakup regulasi pemerintah, kontribusi pendidik, suasana sekolah, serta partisipasi orang tua dan komunitas, sedangkan kendala utama meliputi kekurangan kualifikasi guru, minimnya penilaian yang quantifiable, pengaruh arus globalisasi, dan variasi latar belakang sosial murid. Kesimpulannya, masing-masing negara punya kekuatan tersendiri, sehingga disarankan pengembangan lebih lanjut dengan mengintegrasikan praktik unggulan untuk mengoptimalkan pendidikan karakter di sekolah dasar.

References

Arthur, James. (2003). Education with Character: Moral Education in Schools. London: Routledge.
Hidayatullah, Furqon. (2010). Pendidikan Karakter: Membangun Peradaban Bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka.
Kaewdang, Rung. (2003). Learning for the New Century: Thai Perspectives. Bangkok: Matichon.
Koesoema, Doni. (2010). Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo.
Lickona, Thomas. (1991). Educating for Character. New York: Bantam Books.
Ministry of Education Thailand. (2008). The Basic Education Core Curriculum B.E. 2551. Bangkok: Kurusapa Printing.
Noddings, Nel. (2002). Educating Moral People. New York: Teachers College Press.
OECD. (2018). PISA 2018 Results (Volume III): What School Life Means for Students’ Lives. Paris: OECD Publishing.
Phra Dharmakosajarn. (2007). Buddhist Education in the Modern Thai Society. Bangkok: MCU Press.
Samani, Mukhlas & Hariyanto. (2013). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Santrock, John W. (2017). Educational Psychology. New York: McGraw-Hill.
Sinlarat, Paitoon. (2014). The Philosophy of Thai Education and Social Development. Bangkok: Chulalongkorn University Press.
Somdet Phra Buddhaghosacariya. (2018). The Value of Thai Wisdom and Moral Identity. Bangkok: Amarin Printing.
UNESCO. (2016). Moral and Civic Education in Southeast Asia: A Regional Synthesis. Paris: UNESCO Bangkok Office.
Zuchdi, Darmiyati. (2011). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Teori dan Praktik. Yogyakarta: UNY Press.
Published
2026-05-19
Section
Article