Mobilitas Akhir Pekan Di Kota Yogyakarta Potret Perilaku Mahasiswa Dan Pekerja Dalam Ruang Perkotaan

Weekend Mobility in Yogyakarta City: A Portrait of Student and Worker Behavior in Urban Spaces

  • Ibnul Muntaza Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Amikom Yogyakarta
  • Muhammad Ilham Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Tadulako
Keywords: Mobilitas, Perencanaan Kota, Yogyakarta

Abstract

Mobilitas penduduk dalam ruang perkotaan merupakan indikator penting dalam memahami pola interaksi sosial dan pemanfaatan ruang kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pola jarak tempuh akhir pekan antara mahasiswa dan pekerja di Kota Yogyakarta, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaannya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dan komparatif, dengan data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner terhadap 120 responden (60 mahasiswa dan 60 pekerja). Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata jarak tempuh mahasiswa adalah 28,91 km, sedangkan pekerja mencapai 63,10 km. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa perbedaan ini signifikan secara statistik (p < 0,001). Perbedaan pola mobilitas dipengaruhi oleh status pekerjaan, akses terhadap moda transportasi, struktur waktu, dan gaya hidup. Temuan ini menunjukkan pentingnya perencanaan transportasi kota yang responsif terhadap kebutuhan segmen masyarakat yang berbeda. Rekomendasi mencakup pengembangan transportasi mikro untuk mahasiswa serta peningkatan konektivitas antar kawasan bagi pekerja. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pendekatan perencanaan berbasis perilaku aktual serta memperkuat relevansi konsep time geography dalam konteks perkotaan di Indonesia.

References

Axhausen, K. W. (2007). Activity spaces, biographies, social networks and their measurement. In P. Stopher, C. Stecher, & P. Jones (Eds.), Handbook of transport survey methods (pp. 923-939). Emerald Group Publishing.
Batty, M. (2013). The new science of cities. MIT Press.
Gössling, S. (2020). ICT and transport behavior: A conceptual review. Transport Reviews, 40(3), 329-345. https://doi.org/10.1080/01441647.2020.1747648
Hägerstrand, T. (1970). What about people in regional science? Papers of the Regional Science Association, 24(1), 7-21. https://doi.org/10.1007/BF01936872
Hanson, S., & Giuliano, G. (2004). The geography of urban transportation (3rd ed.). The Guilford Press.
Manullang, O. R. (2014). Pengaruh Alokasi Waktu Terhadap Perilaku Perjalanan Rumah Tangga Pengguna Sepeda Motor Di Pusat Kota Semarang. Jurnal Transportasi, 14(1), 11-20.
Martens, K. (2016). Transport justice: Designing fair transportation systems. Routledge.
Marxalim, J., & Putranto, L. S. (2019). Karakteristik Penggunaan Waktu Dan Penggunaan Moda Transportasi Pada Aktivitas Akhir Pekan Di Jabodetabek. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil, 2(4), 21. https://doi.org/10.24912/jmts.v2i4.6172
Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Pearson Education.
Pratiwi, I. D., Hadi, S. P., & Soesilo, T. D. (2017). Mobilitas mahasiswa di Kota Yogyakarta. Jurnal Transportasi, 17(1), 23-32.
Scheiner, J., & Holz-Rau, C. (2013). A residential location approach to mobility biographies: Travel behaviour change over time. Journal of Transport Geography, 33, 142-150. https://doi.org/10.1016/j.jtrangeo.2013.10.003
Schwanen, T., Dijst, M., & Dieleman, F. M. (2002). A microlevel analysis of residential context and travel time. Environment and Planning A, 34(8), 1487-1507. https://doi.org/10.1068/a34223
Sheller, M., & Urry, J. (2006). The new mobilities paradigm. Environment and Planning A, 38(2), 207-226. https://doi.org/10.1068/a37268
Yuliastuti, N., Putra, R. A., & Syafii, A. (2019). Spasialitas mobilitas masyarakat urban berdasarkan status pekerjaan. Jurnal PWK ITB, 26(2), 117-130.
Published
2026-06-30
Section
Article