Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Di Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh
Factors Related to the Incidence of Stunting in Pining District, Gayo Lues Regency, Aceh Province
Abstract
Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta penyakit infeksi berulang, dan menjadi perhatian serius di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pining. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 75 ibu yang memiliki balita, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pernikahan dini (p = 0,634), pendidikan ibu (p = 0,246), dan pemberian ASI eksklusif (p = 0,529) dengan kejadian stunting. Sementara status gizi ibu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,403). Faktor-faktor seperti pernikahan dini, tingkat pendidikan ibu, dan pemberian ASI eksklusif berpengaruh terhadap kejadian stunting di Kecamatan Pining. Diperlukan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat terkait pentingnya gizi dan pernikahan pada usia matang.
References
Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik kesehatan Indonesia 2020. BPS.
Bunita Shelayanti. (2019). Status gizi dan pengaruhnya terhadap kesehatan anak. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 10(1), 25–32.
Dinas Kesehatan Aceh. (2020). Laporan prevalensi stunting di Aceh 2020. Dinas Kesehatan Aceh.
Dwi Nurmawaty, & Idris, I. (n.d.). Dampak pernikahan dini terhadap kesehatan mental dan psikologis pada remaja. Jurnal Abdimas, 10(3).
Halimah, S., & Rahman, A. (2023). Strategi mencegah stunting pada anak: Peran pendidikan ibu, gizi, dan menyusui. Jurnal Nutrisi Kesehatan, 11(1), 45–52.
Hasnawati, Syamsa, L., & Jumiarsih, P. (2021). Hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 12–59 bulan. Jurnal Pendidikan Keperawatan dan Kebidanan, 1(1), 7–12.
Ismandianto, dkk. (2023). Sosialisasi pencegahan stunting dan pemberian makanan tambahan (PMT) di Desa Pangkalan Indarung. Jurnal Pengabdian Cendikia, 2(6), 99–104.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Laporan status gizi Indonesia 2021. Kementerian Kesehatan RI.
Komalasari, K., Sari, R. A., & Hidayati, N. (2020). Hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 24–36 bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(3), 200–210.
Muafiah, N. (2019). Pertumbuhan tinggi badan balita berdasarkan usia dan jenis kelamin. Jurnal Kesehatan Anak, 10(2), 150–158.
Ni Ketut Sutiari, dkk. (2022). Defisiensi mikronutrien pada anak usia 12–59 bulan di Desa Lebih, Kabupaten Gianyar, Bali. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 19(2), 58–66.
Pratiwi, D., & Rahmawati, F. (2022). Dampak gizi ibu dan anak terhadap stunting. Journal Nutrition Health, 8(2), 101–110.
Rahmah, A. A., dkk. (2023). Hubungan pendidikan ibu dan keterpaparan informasi stunting dengan pengetahuan ibu tentang stunting. Journal of Nursing Care, 6(1).
Sari, R. A., & Hidayati, N. (2021). Peran pendidikan ibu dalam gizi anak dan pencegahan stunting. Journal of Nutrition Education, 53(4), 305–312.
Sasmita. (2021). Prevalensi stunting pada balita di Indonesia: Faktor penyebab dan upaya pencegahan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(3), 200–210.
Helmyati, S., Pratiwi, D., & Rahmawati, F. (2019). Pemberian ASI eksklusif dan dampaknya terhadap pertumbuhan bayi: Tinjauan peraturan pemerintah dan hasil kesehatan. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 8(1), 45–52.
Tasya Khariena Akbar, dkk. (2022). Studi literatur: Tantangan menyusui pada ibu pekerja di Indonesia. Jurnal Medika Malahayati, 6(4).
UNICEF. (2021). Keadaan anak-anak dunia 2021: Mempromosikan, melindungi, dan merawat kesehatan mental anak-anak. UNICEF.
UNICEF., World Health Organization., & World Bank Group. (2020). Tingkat dan tren kekurangan gizi anak.
Vivi, T. H., & Muhammad, S. R. (2023). Evaluasi kebijakan pencegahan perkawinan anak melalui program strategi nasional pencegahan perkawinan anak (Stranas PPA). Jurnal Administrasi Publik, 9(1).
Wulandari, D., & Setiawan, A. (2021). Pernikahan dini dan dampaknya terhadap kesehatan anak: Tinjauan bukti. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 150–158.
Yuningsih. (2022). Hubungan status gizi dengan stunting pada balita. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 9(2), 102–109.
Ema Lilian. (2024). Perbedaan pengetahuan, sikap, tindakan terhadap konsumsi tablet tambah darah melalui penyuluhan pada remaja putri di Sekolah Menengah Atas Kota Kayuagung Tahun 2023. 12(5).
Mira, S., Tetti, S., & Sri, H. (2020). Hubungan usia ibu saat hamil dengan stunted pada balita 24–59 bulan. Holistik Jurnal Kesehatan.








