Evaluasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Evaluation of the National Health Insurance (JKN) Program for Underprivileged Communities

  • Cahya Kayla Azzahra Hartono Universitas Negeri Surabaya
  • Farah Amelia Pradina Universitas Negeri Surabaya
  • Indah Prabawati Universitas Negeri Surabaya
  • Firre An Suprapto Universitas Negeri Surabaya
Keywords: JKN; Evaluasi Kebijakan; BPJS Kesehatan

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok kurang mampu melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program JKN bagi masyarakat kurang mampu menggunakan pendekatan evaluasi kebijakan publik yang dikemukakan oleh James E. Anderson. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap berbagai jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan lembaga terkait. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun program JKN telah berhasil memperluas akses layanan kesehatan dan menekan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga hingga 97,8%, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan. Dari sisi implementasi, terdapat ketidakselarasan penerapan regulasi di tingkat daerah dan lemahnya sosialisasi program. Dari sisi kinerja, kesenjangan kualitas layanan antara wilayah perkotaan dan perdesaan masih cukup signifikan. Dari sisi efisiensi, permasalahan meliputi ketidaksesuaian tarif INA-CBGs, rendahnya kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran, serta lemahnya koordinasi antarlembaga. Evaluasi berkelanjutan dan perbaikan kebijakan yang mendalam diperlukan agar JKN dapat semakin efektif berkontribusi pada pencapaian agenda SDGs, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemerataan akses kesehatan.

The National Health Insurance (JKN) program is a strategic policy of the Indonesian government aimed at providing comprehensive health protection for all levels of society, including underprivileged groups through the Premium Assistance Recipient (PBI) scheme. This study aims to evaluate the implementation of the JKN program for underprivileged communities using the public policy evaluation approach proposed by James E. Anderson. The method used was a literature review of various scientific journals, policy documents, and reports from related institutions. The evaluation results indicate that although the JKN program has succeeded in expanding access to health services and reducing household health expenditures by up to 97.8%, its implementation still faces various obstacles. In terms of implementation, there is a lack of alignment in the application of regulations at the regional level and weak program socialization. In terms of performance, the gap in service quality between urban and rural areas remains quite significant. In terms of efficiency, problems include inconsistencies in INA-CBGs tariffs, low compliance of independent participants in paying contributions, and weak coordination between institutions. Continuous evaluation and in-depth policy improvements are needed so that JKN can increasingly effectively contribute to the achievement of the SDGs agenda, particularly in poverty alleviation and equitable access to health.

References

Agustin, E. N., Madani, J. F., Azzahra, K. A., & Istanti, N. D. (2023). Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ) dalam Upaya Meningkatkan Akses Kesehatan Masyarakat di Indonesia. 1(3).
Agustin Nur, E., Madani Fajri, J., Azzahra Alma, K., & Istanti Dwi, N. (2023). Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)dalam Upaya Meningkatkan Akses Kesehatan Masyarakat diIndonesia. Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran, 1(3).
Arlinta, D. (2025). Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 21,48 Triliun, Terbanyak dari Peserta Mandiri. Kompas.Id. https://www.kompas.id/artikel/tunggakan-iuran-bpjs-kesehatan-capai-rp-2148-triliun-terbanyak-dari-peserta-mandiri
Cahyono, E. A., Sutomo, & Harsono, A. (2019). Panduan Penulisan dan Penyusunan Literature Review. Jurnal Keperawatan, 12.
Dewi, irma kesuma. (2026). Keadilan yang Tidak Menunggu: Menakar Efisiensi JKN dalam Postur APBN Kita. Opini Kemenkeu. https://opini.kemenkeu.go.id/pages/read/keadilan-yang-tidak-menunggu-menakar-efisiensi-jkn-dalam-postur-apbn-kita
Dewi, K. R., Regita Miolda, P., Afifah, T. N., & Dwi Istanti, N. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Masyarakat dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Di Indonesia?: Literature Review. Jurnal Ventilator, 1(2), 50–64. https://jurnal.stikeskesdam4dip.ac.id/index.php/Ventilator/article/view/301
Hasibuan, A. N. R., MS, S. W. P., Mauliyand, S., & Gurning, F. P. (2024). Studi Literatur?: Analisis Pemanfaatan Program JKN dalam Menyediakan Pelayanan yang Efektif dan Efisien. JK: Jurnal Kesehatan, 2(1), 40–50.
Ishaqi, akbar maulana al. (2025). Bos BPJS Kesehatan Akui Efisiensi Anggaran Pemerintahan Prabowo Berdampak ke Operasional. Bisnis.Com. https://finansial.bisnis.com/read/20250203/215/1836418/bos-bpjs-kesehatan-akui-efisiensi-anggaran-pemerintahan-prabowo-berdampak-ke-operasional#goog_rewarded
Jackson Yumame. (2025). EVALUASI KEBIJAKAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL. 3(2), 222–232.
Misnaniarti, Budi Hidayat, Habullah Thabrany, Besral, Bambnag Purwoko, Trihono, & Vivi Yulaswati. (2017). Ketersediaan Fasilitas dan Tenaga Kesehatan Dalam Mendukung Cakupan Semesta Jaminan Kesehatan Nasional. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 1(1), 6–16.
Rinia, N. D. C., & Sujianto. (2025). EVALUASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL ( JKN ) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN ( JKN ) IN IMPROVING THE QUALITY OF HEALTH SERVICES IN sesuai dengan yang tertuang dalam oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Jaminan Kesehatan Nasional.
UGM, P. F.-K. (2024). Memahami Perubahan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 ke Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 Tentang Jaminan Kesehatan. https://manajemen-pembiayaankesehatan.net/index.php/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/3738-memahami-perubahan-peraturan-presiden-nomor-18-tahun-2018-ke-peraturan-presiden-nomor-59-tahun-2024-tentang-jaminan-kesehatan
Wandira, L. (2026). 58 Juta Peserta JKN Tidak Aktif, BPJS Kesehatan Hadapi Tekanan Kepesertaan dan Biaya. Kontan.Co.Id. 58 Juta Peserta JKN Tidak Aktif, BPJS Kesehatan Hadapi Tekanan Kepesertaan dan Biaya
wardah. (2023). Tantangan di Balik Layanan Kesehatan Hambatan dan Solusi. Ehealth.Co.Id. https://ehealth.co.id/blog/post/tantangan-di-balik-layanan-kesehatan-hambatan-dan-solusi/
Published
2026-06-24
Section
Article