Analisis Efektivitas Pengendalian Proyek Pembangunan Sekolah Secara Swakelola Berbasis Earned Value Management dan Earned Schedule

Effectiveness Analysis of Project Control for Self-Managed School Construction Based on Earned Value Management and Earned Schedule

  • Clara Zenicha Lioni Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako, Indonesia
  • Tutang Muhtar Kamaludin Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako
  • Adnan Fadjar Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako
  • Rezky Susmono Karuru Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako
  • Adina Khusnudzan Hadid Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako
Keywords: Pengendalian Proyek; Earned Value Management; Earned Schedule

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian waktu pada proyek pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah yang dilaksanakan secara swakelola dengan menggunakan metode Earned Value Management (EVM) dan Earned Schedule (ES). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus berdasarkan data sekunder, yaitu Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan nilai Budget at Completion (BAC) sebesar Rp839.466.250 dan laporan kemajuan pekerjaan mingguan selama 13 minggu. Analisis dilakukan dengan menghitung Planned Value (PV), Earned Value (EV), Schedule Variance (SV), dan Schedule Performance Index (SPI), serta menerapkan metode Earned Schedule melalui interpolasi nilai EV terhadap kurva kumulatif PV untuk memperoleh Schedule Variance berbasis waktu (SVt) dan Schedule Performance Index berbasis waktu (SPIt). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja proyek bersifat dinamis, ditandai dengan percepatan pada fase awal (SPI > 1), penurunan kinerja pada fase tengah (SPI < 1), dan pemulihan pada fase akhir hingga proyek selesai sesuai jadwal. Keterlambatan maksimum terjadi pada minggu ke-9 dengan nilai SPI sebesar 0,90 dan keterlambatan waktu sekitar 1 minggu (SPIt = 0,89). Temuan ini menunjukkan bahwa fase tengah merupakan periode paling kritis dalam pengendalian proyek. Metode EVM terbukti efektif dalam mendeteksi penyimpangan kinerja secara kuantitatif, namun memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan keterlambatan dalam satuan waktu. Sebaliknya, metode ES mampu memberikan interpretasi keterlambatan yang lebih konkret dan operasional. Integrasi metode EVM dan ES menghasilkan evaluasi kinerja proyek yang lebih komprehensif, sehingga dapat meningkatkan akurasi monitoring dan mendukung pengambilan keputusan dalam pengendalian proyek konstruksi secara swakelola.

References

Anbari, F. T. (2003). Earned value project management method and extensions. Project Management Journal, 34(4), 12–23.
Fleming, Q. W., & Koppelman, J. M. (2016). Earned Value Project Management. Project Management Institute.
Institute, P. M. (2021). A Guide to the Project Management Body of Knowledge (PMBOK Guide). PMI.
Kerzner, H. (2017). Project Management: A Systems Approach to Planning, Scheduling, and Controlling. Wiley.
Kim, B. C., Reinschmidt, K. F., & Anderson, S. D. (2003). Assessing the ability of earned value management to predict project duration. Journal of Construction Engineering and Management, 129(6), 655–662.
Lipke, W. (2003). Schedule is different. The Measurable News.
Lipke, W. (2004). Schedule is different—why schedule performance index is flawed. The Measurable News.
Marshall, R. A. (2007). The contribution of earned value management to project success on contracted efforts. Journal of Contract Management.
Vanhoucke, M. (2010). Using activity sensitivity and network topology information to monitor project time performance. Omega, 38(5), 359–370.
Vanhoucke, M. (2012). Measuring Time: Improving Project Performance Using Earned Value Management. Springer.
Published
2026-05-18
Section
Article

Most read articles by the same author(s)