Revitalisasi Ruang Publik dan Keberlanjutan Fungsi Sosial: Analisis Fasilitas Taman Gor Palu dalam Mendukung Ketahanan Komunitas

Public Space Revitalization and Social Function Sustainability: An Analysis of Taman Gor Palu Facilities in Supporting Community Resilience

  • Adina Khusnudzan Hadid Fakultas Teknik Universitas Tadulako
  • Muhammad Ilham Fakultas Teknik Universitas Tadulako
  • I Gusti Ngurah Wirawan Fakultas Teknik Universitas Tadulako
  • Mahfani Raina Rabani Fakultas Teknik Universitas Tadulako
  • Clara Zenicha Lioni Fakultas Teknik Universitas Tadulako
Keywords: Revitalisasi, Fungsi Sosial, Taman Gor, Ketahanan Komunitas, Inklusivitas

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran vital sebagai infrastruktur sosial yang mendukung kualitas hidup dan ketahanan komunitas (community resilience), khususnya di kota dengan sejarah kerentanan bencana seperti Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi signifikansi revitalisasi Taman Gor Palu tahun 2024 terhadap keberlanjutan fungsi sosial dan ketahanan komunitas. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan ex-post facto, penelitian ini membandingkan keterlaksanaan fungsi sosial pada periode sebelum revitalisasi (2021) dengan proyeksi desain baru berdasarkan data LPSE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dalam tahap konstruksi, aktivitas komunitas olahraga basket dan pelari tetap bertahan secara stabil di perimeter taman. Hal ini didorong oleh ketergantungan keruangan (spatial dependency) dan kenyamanan lingkungan eksisting seperti tutupan pohon serta keamanan lokasi. Analisis komparatif menunjukkan adanya transformasi dari RTH aktif-fungsional menjadi RTH yang lebih resilien melalui penambahan fasilitas inklusif seperti nursing room, toilet difabel, area refleksi lansia, serta ruang sekretariat komunitas. Penambahan fasilitas ini mencerminkan pergeseran paradigma arsitektur di Kota Palu menuju keadilan spasial (spatial justice) dan keberlanjutan infrastruktur sosial yang lebih bermartabat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Urban Open Green Spaces (OGS) play a vital role as social infrastructure supporting quality of life and community resilience, particularly in disaster-prone cities like Palu. This study aims to evaluate the significance of the 2024 Taman Gor Palu revitalization regarding the sustainability of social functions and community resilience. Utilizing a descriptive qualitative method with an ex-post facto approach, this research compares social function implementation from the pre-revitalization period (2021) with new design projections based on LPSE data. The findings indicate that despite being under construction, the activities of the basketball and running communities remain stable around the park's perimeter. This persistence is driven by spatial dependency and existing environmental comforts, such as tree canopy cover and perceived safety. Comparative analysis reveals a transformation from active-functional OGS to a more resilient OGS through the addition of inclusive facilities, including nursing rooms, disabled-friendly toilets, elderly reflection areas, and community secretariat spaces. The inclusion of these facilities reflects an architectural paradigm shift in Palu City toward spatial justice and more dignified social infrastructure sustainability for all community members.

References

Agustina, D., Rahma, I., Faizah, N., Agnestyaningrum, H., Suherman, N., Kota, R., & Iklim, P. (2025). PERAN RUANG TERBUKA HIJAU MULTIFUNGSI DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI KOTA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM. 43–56.

Ananto, Y. D., Mataburu, I. B., & Ramadhoan, F. (2024). Persepsi Masyarakat Kelurahan Lenteng Agung Terhadap Fungsi Taman Lenteng Agung Pingkal Sebagai Ruang Terbuka Hijau Publik. 9(1), 1–8.

Asmuliany, A., & Amalia, A. A. (2024). TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG SOSIAL STUDI KASUS?: TAMAN PAKUI SAYANG , MAKASSAR. 1(01), 52–67.

Dionisius Anggarda Hanjaya Prabowo, Rony Gunawan Sunaryo, R. D. (2026). Persistensi Sosial-Spasial Ruang Terbuka Publik: Studi Dua Alun-Alun di Malang. 8(1), 44–56.

Hidayati, I. (2021). Urbanisasi dan Dampak Sosial di Kota Besar Indonesia. 7(2), 212–221.

Indrawati, M., Sudiana, A. A. K., & Sumantra, I. . (2024). Ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Denpasar dan strategi pengelolaannya. Bioculture Journal, 1(2), 87–99. https://doi.org/10.61511/bioculture.v1i2.2024.414

Kinanti, S., Parlindungan, J., & Sari, K. E. (2022). EFEKTIVITAS FUNGSI SOSIAL BUDAYA PADA TAMAN MATARAM, JAKARTA SELATAN BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT. 11(April).

Lay, Y. E., Johannis, D. E. W., & Mata, A. E. (2023). Studi Pemanfaatan Fungsi Sosial Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) di Kota Kupang. 5(2), 135–140.

Maryam, I., Wahid, M. S., Rusman, S., Yusuf, N. R., Ashari, W. A., Supyan, A. H., Hidayat, W., & Padli, M. I. (2026). Integrasi RTH Produktif?: Solusi Ekonomi Kreatif dan Kesehatan Lingkungan. 5(1), 877–886.

Putra, L. B. W. (2024). MEWUJUDKAN KOTA INKLUSI: INKLUSIVITAS DAN AKSESIBILITAS RUANG PUBLIK BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA YOGYAKARTA. 5, 203–214.

Rafida Febriana Widya Putri, Rizma Melina Oktabian Alifani, Khairunnisa Salsabila Putri Prameswari, M. Catur Rizky, Didit Darmawan, Jahroni, Arif Rachman Putra, Samsul Arifin, P. S. (2024). Revitalisasi Taman Desa Pasinan Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Kehidupan Sosial Masyarakat. 4.

Sakkar, A., Mustafa, M., Mega, A., & Putri, J. (2023). Social Sciences & Humanities Open The social performance of the Green Open Space ( GOS ) in Karebosi Field Complex. Social Sciences & Humanities Open, 8(1), 100540. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2023.100540

Syahri Ramadhan, Ratna Patmawati Wisnu Murti, I. K. (2024). INFORMAL CITY: PARADIGMA BARU MENUJU KOTA INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN Informal. SPACE, VOLUME 11,.

Wicaksono, W. P., Fatimah, T., & Prana, A. M. (2024). STUDI PENGARUH REVITALISASI PEDESTRIAN TERHADAP PENGEMBANGAN KOTA TUA JAKARTA. 8(1), 133–146.

Published
2026-06-24
Section
Article

Most read articles by the same author(s)