HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN KEMATIAN BAYI DI KOTA MEDAN

  • Alya Az Zahra Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Keywords: BBLR, Angka Kematian Bayi, Kota Medan, Studi Kohort Restrospektif

Abstract

Latar belakang: Berat Badan Lahir Rendazh (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko kematian bayi. Kematian bayi menjadi indikator penting kesehatan masyarakat karena mencerminkan tingkat kesejahteraan dan pelayanan kesehatan suatu wilayah. Angka Kematian Bayi dan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah merupakan indikator penting yang membantu menggambarkan derajat dari kesehatan masyarakat, khususnya pada kesehatan ibu dan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kejadian BBLR dan kematian bayi serta menganalisis hubungan di antara keduanya di wilayah Kota Medan. Metode: penelitian observasional analitik dengan pendekatan desain kohort retrospektif. Data sekunder diperoleh dari laporan rutin Dinas Kesehatan Kota Medan tahun 2023 yang tersedia. Variabel yang diteliti meliputi jumlah kejadian BBLR, kejadian kematian bayi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan distribusi kasus dan analisis kohort retrospektif untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan kematian bayi di Kota Medan. Berdasarkan analisis Chi-Square yang dilakukan menunjukkan hasil p-value dibawah 0.00 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya asosiasi statistik yang kuat antara kedua variabel. Temuan ini mengonfirmasi bahwa bayi berat lahir rendah (BBLR) berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan risiko kematian bayi dalam konteks epidemiologi lokal.

References

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. (2024). Jumlah bayi lahir, bayi berat badan lahir rendah (BBLR), BBLR dirujuk, dan bergizi buruk menurut kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, 2021–2023.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2024). Dinas Kesehatan Sumatera Utara gelar rapat evaluasi semesteran kematian ibu dan anak AMPSR (Audit Maternal Perinatal Surveilans Respon).
Kemenkes. (2023). Profil kesehatan tahun 2023.
Kemenkes, RI. (2023). Rencana aksi nasional penanggulangan pneumonia dan diare.
Kramer, M. S., & Victora, C. G. (2020). Berat badan lahir rendah dan kematian perinatal. Dalam Reproductive, maternal, neonatal, and child health (edisi ke-3, hlm. 187–202). World Bank Publications.
Naim, S., Rahmawati, F., & Siregar, A. (2020). Hubungan antara berat badan lahir rendah (BBLR) dengan angka kematian bayi di Jawa Timur. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–130.
Nugraheni, T., & Wijayanti, W. (2020). Berat badan lahir rendah dan kontribusinya terhadap kematian bayi di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1).
Retno Anasthasia, T., & Diah Utami, E. (2020). Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian berat badan lahir rendah di Indonesia.
Siregar, D. N., Rahmawati, F., & Siregar, A. (2021). Risiko kematian bayi dengan berat badan lahir rendah di Indonesia. Jurnal Kesehatan Anak, 10(1), 45–52.
Sumarni. (2024). Studi korelasi faktor janin dengan kematian bayi baru lahir di RS Margono Soekarjo Purwokerto.
UNICEF. (2020). Berat badan lahir rendah.
World Health Organization. (2022). Angka kematian bayi baru lahir.
Published
2026-05-04
Section
Article