Pemangkasan Transfer ke Daerah dan Risiko Disparitas Spasial Pembangunan Infrastruktur di Indonesia
Intergovernmental Fiscal Transfer Cuts and the Risk of Spatial Disparity in Regional Infrastructure Development in Indonesia
Abstract
Dalam dua tahun terakhir, Indonesia mencatat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) terdalam sepanjang 25 tahun desentralisasi fiskal: dari Rp919 triliun pada 2025 menjadi Rp693 triliun pada 2026, dengan DAK Fisik yang turun ekstrem dari Rp36,9 triliun menjadi hanya Rp5 triliun. Artikel ini menganalisis implikasi kebijakan tersebut terhadap risiko disparitas spasial pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui pendekatan analisis deskriptif kualitatif berbasis data sekunder dari Kementerian Keuangan, BPS, KPPOD, dan berbagai sumber kebijakan. Studi kasus dari Kabupaten Polewali Mandar (Sulawesi Barat), Kabupaten Rejang Lebong (Bengkulu), dan Kabupaten Berau (Kalimantan Timur) digunakan untuk mempertegas pola dampak di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemangkasan TKD berisiko memperlebar ketimpangan infrastruktur antarwilayah secara asimetris, di mana daerah dengan PAD rendah terutama di Kawasan Timur Indonesia menanggung beban yang tidak proporsional. Kondisi ini berpotensi memperburuk disparitas spasial yang telah lama menjadi tantangan struktural perencanaan wilayah Indonesia dan bertentangan dengan target pemerataan dalam RPJMN 2025-2029. Diperlukan reformulasi kebijakan TKD yang lebih sensitif terhadap kapasitas fiskal daerah dan berorientasi pada keadilan spasial pembangunan infrastruktur.
References
Aritenang, A., et al. (2023). Infrastructure development, income, and human development inequality among local governments due to limited budgets: A Southeast Asian perspective. Regional Studies. https://doi.org/10.1080/00343404.2023.2198817
Davies, J. S. (2024). Urban governance in the age of austerity: Crises of neoliberal hegemony in comparative perspective. Environment and Planning A: Economy and Space. https://doi.org/10.1177/0308518X231186151
Davies, J. S., & Blanco, I. (2017). Austerity urbanism: Patterns of neoliberalisation and resistance in six cities of Spain and the UK. Environment and Planning A: Economy and Space, 49(7), 1517-1536.
Duranton, G., & Nagpal, S. (2023). Leveraging land-value capture in contexts of urban austerity: Evidence from the Grand Paris Express (France). European Planning Studies, 32(1), 45-58.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2021). Dua dekade desentralisasi fiskal di Indonesia. Badan Kebijakan Fiskal. https://fiskal.kemenkeu.go.id
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2025). Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2026. Direktorat Jenderal Anggaran.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2026). Realisasi APBN Januari-Februari 2026. Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Kilas Sulawesi. (2025, 5 Maret). Dampak efisiensi, 44 miliar anggaran infrastruktur di Polman ditarik ke pusat. https://kilassulawesi.com/2025/03/dampak-efesiensi44-milyar-anggaran-infrastruktur-di-polman-ditarik-ke-pusat/
KPPOD (Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah). (2025). Otonomi daerah 2026: Dilema pemangkasan transfer daerah. https://www.kppod.org/berita/view?id=1549
Lewis, B. D. (2023). Indonesia’s new fiscal decentralisation law: A critical assessment. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 59(1). https://doi.org/10.1080/00074918.2023.2180838
Nirola, N., Sahu, S., & Choudhury, A. (2022). Fiscal decentralization, regional disparity, and the role of corruption. The Annals of Regional Science, 68(3), 757-787.
Oates, W. E. (1972). Fiscal federalism. Harcourt Brace Jovanovich.
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Fisik.
Portal Berau. (2025, 29 November). Frans Lewi ingatkan Pemkab: Pemangkasan anggaran bisa lumpuhkan pembangunan pesisir. https://portalberau.online/2025/11/29/
Rasjid, R. (2024). Regional disparity in Pangkep Regency: A perspective on infrastructure availability. Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU). https://doi.org/10.36658/datu.v1.i1
Roy, J., Wijaya, A., Darma, D. C., & Kurniawan, E. (2021). Fiscal decentralization and income inequality: A prediction using the SEM model. Journal of Economics, Business, and Accountancy Ventura, 24(3). https://doi.org/10.14414/jebav.v24i3.878
Siburian, M. E. (2022). The link between fiscal decentralization and poverty: Evidence from Indonesia. Journal of Asian Economics, 81. https://doi.org/10.1016/j.asieco.2022.101499
Tempo. (2025, Agustus). Pemerintah kurangi anggaran transfer ke daerah 2026. https://www.tempo.co/ekonomi/pemerintah-kurangi-anggaran-transfer-ke-daerah-2026-2060731
Times Indonesia. (2025, 8 September). Pakar UGM ingatkan dampak serius pemangkasan TKD 2026 terhadap pembangunan daerah. https://timesindonesia.co.id/ekonomi/553687/
TribunBengkulu. (2025, 17 November). Anggaran pembangunan fisik 2026 di Rejang Lebong turun Rp100 miliar, dampak pemangkasan TKD. https://bengkulu.tribunnews.com/
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. (2022). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 4. Sekretariat Negara.
Sutomo, D. A., Paddu, A. H., Uppun, P., & Saudi, N. D. (2024). Disparity and income inequality in Indonesia. Journal of Law and Sustainable Development, 12(1), e2266. https://doi.org/10.55908/sdgs.v12i1.2266
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. (1999). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60. Sekretariat Negara.






