Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Halusinasi Di Wilayah Kerja Puskesmas Dungingi
The Relationship Between Family Support and Medication Compliance of Hallucinogenic Patients in the Dungingi Community Health Center Work Area
Abstract
Halusinasi merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang sering ditemukan pada pasien dengan skizofrenia, yang ditandai dengan gangguan persepsi tanpa adanya rangsangan nyata. Kondisi ini memerlukan pengobatan jangka panjang, sehingga kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam mencegah kekambuhan. Dukungan keluarga memiliki peran besar dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien halusinasi di wilayah kerja Puskesmas Dungingi. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien halusinasi di wilayah kerja Puskesmas Dungingi. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode total sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 24 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga tinggi sebanyak 14 responden (58,3%), dan sebanyak 10 responden (41,7%) memiliki dukungan keluarga rendah. Tingkat kepatuhan minum obat pasien halusinasi menunjukkan bahwa 13 responden (54,2%) termasuk dalam kategori kepatuhan tinggi, sedangkan 11 responden (45,8%) termasuk dalam kategori kepatuhan rendah. Hasil analisis uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), maka disimpulkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien halusinasi di Wilayah Kerja Puskesmas Dungingi, Diharapkan keluarga pasien halusinasi dapat lebih meningkatkan keterlibatan dan peran aktif dalam mendampingi pasien selama menjalani pengobatan.
References
Amaliyah, S. (2021). Keluarga sebagai wadah sosialisasi individu. Pustaka Pendidikan.
Biahimo, D. (2024). Faktor penyebab halusinasi pada pasien dengan gangguan jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa.
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. (2023). Laporan kesehatan jiwa tahun 2023. Gorontalo: Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Emulyani, E., & Herlambang. (2020). Pengaruh terapi zikir terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi pada pasien halusinasi. Health Care: Jurnal Kesehatan, 9(1), 17-25. https://doi.org/10.36763/healthcare.v9i1.60
Faturrahman, W. (2021). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa skizofrenia: Literature review. Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education, 3(2), 51–61. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/KNJ/article/view/50502
Haryanti Butarbutar, M., Lasmawanti, S., Krisdayanti Purba, I., & Bangun, H. (2022). Dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien jiwa. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 5(2), 201–204.
Hulu, Y., & Pardede, F. (2022). Jenis-jenis halusinasi pada pasien gangguan jiwa. Jurnal Kesehatan Jiwa.
Ichda, W. A., Maharani, L., & Suryoputri, M. W. (2019). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pasien rawat jalan skizofrenia di RSUD Banyumas. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 1(2), 47–56. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jsscr/article/view/2661
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Lalla, N., & Yunita, R. (2022). Manifestasi klinis halusinasi pada pasien skizofrenia. Jurnal Keperawatan Jiwa.
LWW Journal. 2025. Uniqueness of Auditory Hallucinations in Patients with Schizophrenia. Retrieved From.
Meizela, F. (2023). Persepsi pasien terhadap halusinasi pada gangguan jiwa. Jurnal Psikiatri Indonesia.
Natalia. (2022). Peran keluarga dalam membentuk kepribadian. Pustaka Psikologi.
National Library of Medicine (PMC). 2022. Prevalence and Multi-Modality of Hallucinations in the General Population. Retrieved From
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta. ISBN: 978-9795189848; xix, 243 hlm.; Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (Edisi 5). Salemba Medika.
Oktiviani, R. (2020). Penatalaksanaan halusinasi pada pasien skizofrenia. Jurnal Ilmu Keperawatan.
Pondaag, L. (2022). Fungsi dukungan keluarga terhadap pasien dengan gangguan jiwa. Jurnal Psikologi Klinis.
Pratiwi, D., & Rahmawati, A. (2022). Terapi psikoreligi pada pasien halusinasi. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa.
Pratiwi, W., Yulianto, S., & Priambodo, G. (2023). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien halusinasi di Poliklinik RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta.
Rahmawati, D., & Hidayah, N. (2021). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa di Puskesmas rawat jalan Kabupaten Sleman. Jurnal Kesehatan.
Rusmiati, T., & Maria, F. (2023). Fungsi peran keluarga dalam asuhan kesehatan. Jurnal Keperawatan.
Sari, A. K., & Ritonga, M. (2022). Faktor presipitasi dan halusinasi pada pasien gangguan jiwa. Jurnal Ilmiah Psikologi.
Sembiring, L. (2022). Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan keperawatan. Jurnal Kesehatan Keluarga.
Siagian, I. O., Siboro, E. N. P., & Julyanti. (2022). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia. Jurnal Kesehatan, 11(2), 166–173. https://doi.org/10.46815/jk.v11i2.102
Sugeha, E., Fatimawali, F., & Pertiwi, F. D. (2024). Hubungan faktor demografi dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada orang dengan gangguan jiwa di Puskesmas Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Keperawatan Terpadu, 6(2), 55–64.
Tono, A. (2022). Halusinasi sebagai gejala gangguan jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa.
Trisna, N. P. (2022). Gambaran alasan pasangan usia subur dalam penggunaan alat kontrasepsi IUD di Desa Tribuana Kecamatan Abang tahun 2022 [Skripsi].
World Health Organization. (2021). Adherence to long-term therapies: Evidence for action. World Health Organization. https://apps.who.int/iris/handle/10665/42682






