Gambaran Sanitasi Pedagang Minuman Es Teh Jumbo Dan Keberadaan Escherichia Coli Di Kelurahan Sei Kera Hilir I
Sanitation Overview of Jumbo Iced Tea Beverage Vendors and the Presence of Escherichia Coli in Sei Kera Hilir I Subdistrict
Abstract
Risiko kontaminasi bakteri Escherichia coli pada minuman es teh jumbo meningkat jika prinsip hygiene dan sanitasi tidak diterapkan secara optimal. Berdasarkan data di Kelurahan Sei Kera Hilir I, diketahui bahwa penjamah minuman es teh jumbo belum menerapkan standar hygiene dan sanitasi yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hygiene sanitasi minuman pada penjual minuman es teh jumbo di Kelurahan Sei Kera Hilir I. Menggunakan metode analisis dekriptif dengan desain cross sectional, yang dilaksanakan di kelurahan Sei Kera Hilir I selama periode bulan januari-juni 2025. Populasi penelitian adalah seluruh penjual minuman es teh jumbo di Kelurahan Sei Kera Hilir I dengan jumlah sampel sebanyak 15 penjual yang diperoleh melalui teknik Total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan uji laboratorium untuk mendeteksi keberadaan e.coli dalam sampel es teh jumbo. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penjamah belum menerapkan hygiene sanitasi dengan optimal: terdapat hygiene penjamah tidak memenuhi syarat (46.6%), pemilihan bahan baku tidak memenuhi syarat (53.3%), penyimpanan bahan baku (46.7%), pengolahan bahan baku tidak memenuhi syarat (66.7%), penyimpanan minuman tidak memenuhi syarat (60%), pengangkutan minuman tidak memenuhi syarat (73.3%), penyajian minuman tidak memenuhi syarat (53.3%), dan ditemukan 9 dari 15 sampel yang mengandung e.coli melebihi batas yang ditetapkan permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023. Diharapkan penjamah minuman untuk menerapkan prinsip hygiene dan sanitasi dalam pengolahan minuman es teh jumbo untuk mencegah kontaminasi bakteri e.coli.
References
Arifin, M. H., & Wijayanti, Y. (2019). Higiene sanitasi dan praktik kebersihan pengolahan makanan. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 3(3), 442–453. https://doi.org/10.15294/Higeia/V3i3/28825
Dipta, M. K., Budiyono, B., & Dewanti, N. A. Y. (2021). Literatur review: Faktor risiko keberadaan bakteri Escherichia coli pada es batu. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 9(3), 377–385. https://doi.org/10.14710/Jkm.V9i3.29585
Faradika, I. P. (2024). Analisis kontaminasi bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada susu kedelai tanpa merek di beberapa pasar Kota Malang (Skripsi).
Hamida, I. (2024). Hubungan higiene sanitasi dengan keberadaan Escherichia coli pada minuman (Literatur review). Jurnal ‘Aisyiyah Medika, 9.
Hidayah, P. N., Novianti, S., & Purwanto, A. (2021). Hubungan praktik ibu, jarak jamban dan keberadaan bakteri E. coli dalam sumber air dengan kejadian diare pada baduta umur 6–23 bulan tahun 2021. Jurnal Siliwangi, 7(1), 9–18.
Hubaiba, U., Ode, L., & Saktiansyah, A. (2021). Analisis kandungan Escherichia coli pada minuman Thai tea di Kecamatan Puuwatu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), 1(2), 110–116. https://doi.org/10.26656/Fr.2017.4(6).145
Istiani, H. G., & Agustiani, E. (2021). Higiene penjamah, sanitasi pengolahan makanan, dan penyajian makanan berhubungan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada makanan jajanan anak sekolah. Jurnal Kesehatan Pertiwi, 3(1).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang kesehatan lingkungan. https://www.peraturan.go.id
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Lebih dari 200 penyakit dapat menular melalui makanan, keamanan pangan harus diperhatikan. Retrieved from https://www.kemkes.go.id
Muslimah, & Agustina, A. S. (2024). Measurement of E. coliform levels through ALT test on jumbo ice tea in Kedungmundu and Sendangmulyo Villages, Tembalang District, Semarang City. Prosiding Seminar Nasional Unimus, 7, 724–733.
Neyl. (2011). Hubungan higiene personal pedagang dan sanitasi dengan keberadaan Escherichia coli pada rames di Pasar Johar Kota Semarang. Universitas Negeri Semarang.
Nur Afifah, M., Asma’, A., & Malina, O. (2020). Knowledge, attitude and practice regarding food poisoning and its prevention in Malaysia: A systematic literature review. Food Research, 4(6), 1832–1849.
Oktavian, D. R., Evawati, D., Nuraini, I., & Program Vokasional Kesejahteraan Keluarga. (2024). Hygiene sanitasi siswa kelas XI SMKN 6 Surabaya dalam pemilihan makanan di kantin sekolah, 1.
Politon, F. V. M., & Novarianti, N. (2022). Higiene sanitasi pengolahan dan keberadaan bakteri E. coli pada es teh di warung makan Kelurahan Mamboro Palu Utara. Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(1), 16–22. https://doi.org/10.33860/Bjkl.V2i1.1227
Ramadhani, A. G., & Asyfiradayati, R. (2023). Kajian literatur identifikasi pencemaran bakteri Escherichia coli dan coliform non-fekal pada minuman olahan teh. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sadomo, R. M., & Siwiendrayanti, A. (2023). Hubungan antara higiene dan sanitasi sentra pangan jajanan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli. Higeia (Journal of Public Health Research and Development), 7(1), 90–99. https://doi.org/10.15294/Higeia.V7i1.63213
Syafriyani, A., & Djaja, M. (2020). Hubungan higiene sanitasi makanan jajanan dengan kontaminasi Escherichia coli pada makanan jajanan anak sekolah dasar di Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi Tahun 2018. Jurnal Nasional Kesehatan Lingkungan Global, 1(3), 284–293. https://doi.org/10.7454/Jnklg.V1i3.1019
World Health Organization. (2019). World Food Safety Day 2019. Retrieved from https://www.who.int






