Menelusuri Akar Masalah : Anak Putus Sekolah Di Kelurahan Boyaoge Kecamatan Tatanga Kota Palu
Exploring the Root of the Problem: School Dropouts In Boyaoge Village, Tatanga District, Palu City
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab putus sekolah anak di Kelurahan Boyaoge Kecamatan Tatanga. Sampel dalam penelitian ini anak yang putus sekolah berjumlah 7 anak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif desain penelitian eksploratif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa faktor penyebab putus sekolah anak adalah karena faktor lingkungan, faktor ekonomi, faktor orang tua, faktor eksternal dan faktor internal siswa. Kesimpulan penelitian ini bahwa rendahnya tingkat pendidikan anak dan orang tua menjadi penyebab utama anak putus sekolah. Dari tujuh anak, tiga tidak tamat SD dan empat tidak tamat SMP. Tingkat pendidikan orang tua juga rendah, dengan satu orang tidak pernah sekolah, tiga tidak tamat SD, dua tamat SD, dan hanya satu yang tamat SMP. Adapun saran dari penelitian ini yaitu upaya mengatasi putus sekolah meliputi peningkatan subsidi pendidikan, penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran orang tua, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan penyediaan layanan konseling bagi anak. Langkah-langkah ini bertujuan mendukung anak melanjutkan pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah.
References
Ananda, M . (2022). Pengertian Pendidikan, Sistem Pendidikan Sekolah Luar Biasa, dan Jenis-jenis Sekolah Luar Biasa. 9(2), 356–363.
Imron, A. (2004). Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Malang: Departemen Pendidikan Nasional.
Farianti, W. et al. (2024). Analisis Lingkungan Sosial dan Ekonomi Keluarga Anak Putus Sekolah Kasus Warga Harapan Jaya Cibinong Kabupaten Bogor. Research and Development Journal Of Education, 10(1). https://doi.org/DOI: http://dx.doi.org/10.30998/rdje.v10i1.21791
Lanawang, J. J., & Mesra, R. (2023). Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah di Kelurahan Tuutu Analisis Pasal 31 Ayat 1,2, dan 3 UUD 1945. Jurnal Ilmiah Mandala Education (JME), 9. https://doi.org/DOI: 10.58258/jime.v9i1.5103/http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIM E Faktor
Laras, P.B. (2016). Studi Eksplorasi Penyebab Putus Sekolah Pada Siswa-Siswi Sekolah Dasar di Desa Srimartani Piyungan Bantul Yogyakarta.
Mallizadarni, et al. (2022). Analisis Penyebab Anak Putus Sekolah Di Desa Suka Maju. Bakoba: Journal of Social Science Education, 02(01). https://doi.org/10.30606/bakoba.v2i1.
Mujiati, M et al. (2018). Faktor-Faktor Penyebab Siswa Putus Sekolah. Didaktis: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Pengetahuan, 18(3), 215–222. https://doi.org/10.30651/didaktis.v18i3.1870.
Rifai, M. (2016). Sosiologi Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz media.
Nurwati, R. N., & Listari, Z. P. (2021). Pengaruh Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan Anak. Share : Social Work Journal, 11(1), 74. https://doi.org/10.24198/share.v11i1.33642.
Pristiwanti, et al. (2022). Pengertian pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(6), 7911-7915.
Suhendar, et al. (2015). The Impact of Poverty in Indonesia on Education. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan (JISIP), 8(2). https://doi.org/10.1007/978-3-319-22807-5_4.
Ujud, et al. (2023). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sma Negeri 10 Kota Ternate Kelas X Pada Materi Pencemaran Lingkungan. Jurnal Bioedukasi, 6(2), 337–347. https://doi.org/10.33387/bioedu.v6i2.7305.



