Analisis Faktor Risiko Kejadian Filariasis di Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi

Analysis of Risk Factors for the Occurrence of Filariasis in Dolo Barat District, Sigi Regency

  • Yulin Astriana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia
  • Nur Afni Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia
  • Mohamad Andri Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia
  • Ahmad Yani Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia
Keywords: Faktor, Risiko, Filariasis

Abstract

Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan infeksi cacing filaria, ditularkan melalui gigitan nyamuk yang menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, glandula mamae, dan skrotum, serta dapat menimbulkan kecacatan seumur hidup apabila tidak mendapatkan pengobatan. Provinsi Sulawesi Tengah tercatat 193 kasus pada tahun 2021 dan kasus paling banyak terdapat di  kecamatan dolo barat kabupaten sigi dengan kasus tertinggi yaitu 14 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Filariasis Di Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini masyarakat penderita filariasis berjumlah 12 kasus (dengan maching golongan umur dan jenis kelamin 1:2) control berjumlah 24 orang, sehingga sampel berjumlah 36 orang. Analisis data secara chi-square untuk melihat odds ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa rumah rapat nyamuk Odds Ratio=9.308>1, keberadaan habitat nyamuk nilai Odds Ratio=1.185>1, perilaku keluar rumah pada malam hari nilai Odds Ratio=2.333>1, dan penggunaan kelambu pada malam hari nilai Odds Ratio=7.000>1 merupakan faktor risiko kejadian filariasis. Kesimpulan bahwa variabel rumah rapat nyamuk, keberadaan habitat nyamuk, perilaku keluar rumah pada malam hari, dan penggunaan kelambu pada malam hari merupakan faktor risiko kejadian filariasis  Saran diharapkan Bagi puskesmas kaleke agar Melaksanakan upaya pengendalian nyamuk vektor filariasis, mengembangkan pesan promosi yang mendukung peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam upaya eliminasi filariasis.

References

1. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Vol. 42, Kementrian Kesehatan Repoblik Indonesia. 2019. 97–119 p.
2. Kementerian Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 94 Tahun 2014 Tentang Penanggulangan Filariasis. Penanggulangan Filariasis. 2014;1–118.
3. Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. 2020;1–222.
4. McFeeters SK. Using the normalized difference water index (NDWI) within a geographic information system to detect swimming pools for mosquito abatement: a practical approach. Remote Sens. 2013;5(7):3544–61.
5. Notoatmodjo S. Ilmu perilaku kesehatan. 2010;

6. Astuti AB, Mulyanti S. Analisis Faktor Resiko Filariasis Di Wilayah Kerja Puskesmas Ngemplak Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Interes J Ilmu Kesehat. 2019;8(1):75–86.
7. Widiastuti P. Faktor-Faktor Lingkungan Kejadian Filariasis di Kabupaten Tangerang 2015.
8. KemenKes RI. Profil kesehatan indonesia 2014. Jakarta Kementrian Kesehat RI. 2015;
Published
2022-01-08
Section
Research Articles