Kajian Dampak Kualitas Gas Lapangan Arar terhadap Derating Mesin PLTMG Sorong 5 × 10 MW

Impact Assessment of Arar Field Gas Quality on Engine Derating at the 5 × 10 MW Sorong Gas Engine Power Plant (PLTMG)

Authors

  • Dwi Handoyo Departemen Research Innovation & Engineering, PT Indonesia Power. Institut Teknologi PLN (ITPLN)
  • M Syofan Hadi Institut Teknologi PLN (ITPLN)

DOI:

https://doi.org/10.56338/jks.v9i10.12488

Keywords:

Angka Metana, Derating, Gas Alam, Mesin Gas, PLTMG Sorong

Abstract

Pembangkit listrik tenaga mesin gas Sorong berkapasitas 5 × 10 MW sejak beroperasi menggunakan bahan bakar solar B20 dan direncanakan beralih ke gas dari lapangan Arar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian kualitas gas lapangan Arar terhadap spesifikasi kontrak pengguna dan panduan produk pabrikan mesin, menghitung angka metana, serta mengestimasi dampaknya terhadap daya keluaran mesin dan pendapatan. Penelitian berupa studi kasus kuantitatif deskriptif yang membandingkan tujuh hasil uji laboratorium gas pada 22 Juli sampai 29 Agustus 2020 dengan spesifikasi acuan, dan menghitung angka metana menggunakan kalkulator pabrikan. Hasil menunjukkan bahwa nilai kalor bawah 40,5 MJ/m³N, kandungan metana 88,55 persen volume, dan karbon dioksida 2,36 persen volume memenuhi batas spesifikasi. Angka metana rata-rata 75,29 (rentang 69 sampai 79) berada di bawah syarat kontrak minimum 80, meskipun di atas batas pabrikan 70 pada suhu udara pengisi 45 °C. Pada suhu receiver udara pengisi rata-rata 55 °C, nilai tersebut menimbulkan estimasi penurunan daya mesin sebesar 7 persen, setara potensi kehilangan pendapatan komponen ABD sekitar Rp8,47 miliar per tahun pada faktor kapasitas 80 persen. Disimpulkan bahwa gas lapangan Arar layak untuk sebagian besar parameter, tetapi angka metananya perlu ditingkatkan di sisi hulu hingga melebihi 80.

References

Baucke, D. P., Wise, D. M., Bremmer, R. J., & Olsen, D. B. (2024). Experimental evaluation of the methane number measurement procedure for gaseous fuel rating. Energies, 17(9), Article 2172. https://doi.org/10.3390/en17092172

Firmansyah, A., Sukandi, A., & Khoirunnisa, R. (2025). Comparative analysis of PLTMG performance after overhaul at gas station X. Jurnal Poli-Teknologi, 24(2), 13–20. https://doi.org/10.32722/pt.v24i2.7073

Gusnita, N. (2017). Analisa teknis dan ekonomis perbandingan penggunaan bahan bakar PLTMG terhadap PLTG di Pusat Listrik Balai Pungut–Duri. SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, 15(1), 15–27. https://doi.org/10.24014/sitekin.v15i1.4144

Kuczyński, S., Łaciak, M., Szurlej, A., & Włodek, T. (2020). Impact of liquefied natural gas composition changes on methane number as a fuel quality requirement. Energies, 13(19), Article 5060. https://doi.org/10.3390/en13195060

Laboratorium Gas Lapangan Arar. (2020). Laporan hasil uji gas lapangan Arar, Juli–September 2020 [Laporan tidak dipublikasikan].

LEMTEK UI & PT Indonesia Power. (2018). Kajian pemakaian bahan bakar alternatif [Laporan tidak dipublikasikan].

PT Indonesia Power. (t.t.). Strategic initiatives PT Indonesia Power [Dokumen internal tidak dipublikasikan].

PT PLN (Persero). (2018). Rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2018–2027.

Shrestha, S. O. B., & Rodrigues, R. (2008). Effects of diluents on knock rating of gaseous fuels. Proceedings of the Institution of Mechanical Engineers, Part A: Journal of Power and Energy, 222(6), 587–597. https://doi.org/10.1243/09576509JPE554

Shu, B., Vallabhuni, S. K., Zheng, J., Agarwal, S., & Fernandes, R. X. (2020). Experimental and modeling studies on the correlation between auto-ignition delays and the methane number of liquefied natural gas (LNG) and liquefied biogas (LBG). Frontiers in Mechanical Engineering, 6, Article 47. https://doi.org/10.3389/fmech.2020.00047

Wärtsilä. (t.t.). Wärtsilä 34DF product guide. Wärtsilä Corporation.

Zoltowski, A. (2014). Knock combustion in dual fuel diesel engine. Journal of KONES Powertrain and Transport, 21(4). https://doi.org/10.5604/12314005.1130523

Downloads

Published

2026-11-02