Review Artikel: Pengaruh Psikososial Kognitif Yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Pasien Penyakit Kronis TBC Di Indonesia
Article Review: Psychosocial and Cognitive Influences on Medication Compliance of Chronic Tuberculosis Patients in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.56338/jks.v9i8.12468Keywords:
Tuberkulosis; Kepatuhan minum obat; Faktor psikososial; Faktor kognitif; Self-efficacyAbstract
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia, terutama karena tingginya risiko kegagalan terapi dan resistensi obat akibat rendahnya kepatuhan minum obat. Artikel ini bertujuan mengkaji pengaruh faktor psikososial dan kognitif terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TBC di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review deskriptif terhadap artikel ilmiah yang relevan dari Google Scholar, ResearchGate, dan PubMed pada periode 2022–2026. Hasil review menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama self-efficacy, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, motivasi, pengetahuan, dan pendidikan. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan kepatuhan, sedangkan penelitian lain menegaskan pentingnya pengetahuan dan dukungan keluarga, khususnya pada pasien anak. Intervensi psikososial seperti terapi penerimaan dan komitmen (ACT) dilaporkan mampu meningkatkan kepatuhan serta menurunkan kecemasan dan depresi pasien. Secara keseluruhan, kepatuhan minum obat pada pasien TBC dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara aspek psikososial dan kognitif. Oleh karena itu, pendekatan multidimensional yang mencakup edukasi kesehatan, penguatan dukungan sosial, dan intervensi psikologis diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC di Indonesia.
References
As’hab, P. P., Keliat, B. A., & Wardani, I. Y. (2022). The effects of acceptance and commitment therapy on psychosocial impact and adherence of multidrug-resistant tuberculosis patients. Journal of Public Health Research, 11(2737).
Batubara, M., Anggraini, R., & Fitri, N. (2026). Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pencegahan Penularan Pada Pasien TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Air Gegas Tahun 2025. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(1), 99–108.
Dachi, S., Dachi, R. A., Sitorus, M. E. J., Nababan, D., & Tarigan, F. L. (2024). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Pasien TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Lahomi Kecamatan Lahomi Kabupatan Nias Barat. Prepotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat , 8(1), 816–843.
Dadang, A. M., Febriani, E., & Mamlukah, M. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Melakukan Pengobatan Secara Teratur Pada Anak Penderita Tuberkulosis Di Kota Tasikmalaya Tahun 2022. Journal of Health Research Science, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.34305/jhrs.v2i02.565
Enjelu, M., Djerubu, D., & Natul, F. (2025). Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Kepatuhan Menjalani Terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di RSUD Ruteng. ICare : Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih, 6(2).
Fadhilah, N., & Yuliza, H. (2025). Self-Efficacy Pasien Tuberkulosis Dalam Menjalankan Pengobatan. Nuansa Fajar Cemerlang Jakarta .
Fahlefi, F. (2025). Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Terhadap Pengobatan Tuberkulosis Di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2023. Jurnal Ilmu Gizi Dan Kesehatan, 1(1), 39–48. https://ojs.univsm.ac.id/index.php/nutri
Fajariyah, I. (2018). Hubungan Modal Sosial Kognitif Dengan Kepatuhan Berobat pada Pasien Tuberkulosis paru Di Puskesmas Tlanakan Kabupaten Pamekasan. Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Hasina, N., Rahmawati, A., Faizah, I., Sari, R., & Rohmawati, R. (2023). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal , 13(2), 453–462. http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM
Kamali, A., Nurmayunita, H., & Arif, M. (2025). Hubungan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB Paru Di Puskesmas Nguling. Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer, 5(5), 302–311.
Kemenkes. (2025). Menkes dan Mendagri Tegaskan Komitmen Percepatan Eliminasi Tuberkulosis (TBC) dengan Dukungan Pemerintah Daerah . https://kemkes.go.id/id/menkes-dan-mendagri-tegaskan-komitmen-percepatan-eliminasi-tuberkulosis-tbc-dengan-dukungan-pemerintah-daerah
Media, Y. (2011). Faktor-Faktor Sosial Budaya Yang Melatarbelakangi Rendahnya Cakupan Penderita Tuberkulosis (TB) Paru Di Puskesmas Padang Kandis, Kecamatan Guguk Kabupaten 50 Kota (Provinsi Sumatera Barat). Bul. Penelit. Kesehat, 39(3), 119–128.
Pradana, S. A., Suryaningrum, C., & Matuzahroh, N. (2025). Terapi Komitmen Dan Penerimaan Kelompok Untuk Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis. Jurnal Intervensi Psikologi , 17(1), 13–26. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol17.iss1.art2
Sapeni, M. R., Melinda, E., Yuniyanti, T., Paat, T., Anwar, I., & Nur, R. (2024). Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Swasta X Kota Bekasi. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 9(1), 149–154.
Yani, D. I., Juniarti, N., & Lukman, M. (2022). Factors Related to Complying with Anti-TB Medications Among Drug-Resistant Tuberculosis Patients in Indonesia. Patient Preference and Adherence, 16, 3319–3327. https://doi.org/10.2147/PPA.S388989
