Evaluasi Alur Koordinasi Perubahan Slot Time terhadap Kelancaran Lalulintas Penerbangan di Perum LPPNPI Kantor Cabang Kualanamu - Medan

Evaluation of the Coordination Flow for Slot Time Changes on the Smoothness of Air Traffic at Perum LPPNPI Kualanamu Branch Office – Medan

Authors

  • Satriyo Hendy Wibowo Program Studi Rekognisi Pemberlajaran Lampau Program Sarjana Terapan Lalu Lintas Udara ke 1, Politeknik Penerbangan Indonesia, Tangerang – Banten – Indonesia
  • Nunuk Praptiningsih Program Studi Rekognisi Pemberlajaran Lampau Program Sarjana Terapan Lalu Lintas Udara ke 1, Politeknik Penerbangan Indonesia, Tangerang – Banten – Indonesia
  • Rahmawati Sukra Program Studi Rekognisi Pemberlajaran Lampau Program Sarjana Terapan Lalu Lintas Udara ke 1, Politeknik Penerbangan Indonesia, Tangerang – Banten – Indonesia
  • Imam Sonhaji Program Studi Rekognisi Pemberlajaran Lampau Program Sarjana Terapan Lalu Lintas Udara ke 1, Politeknik Penerbangan Indonesia, Tangerang – Banten – Indonesia

Keywords:

Evaluasi, Koordinasi, Slot Time, Lalu Lintas Penerbangan, Bandara Kualanamu, Model CIPP, Evaluation, Coordination, Slot Time, Air Traffic, Kualanamu Airport, CIPP Model.

Abstract

Koordinasi perubahan slot time merupakan hal terpenting dalam pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan yang berdampak signifikan terhadap kelancaran operasi penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas alur koordinasi perubahan slot time di Perum LPPNPI Kantor Cabang Kualanamu dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pengumpulan data penelitian diperoleh melalui wawancara informan yang terdiri dari personel Air Traffic Controller , Air Traffic Flow Management (ATFM) Officer,Flight data Officer,unit ATS-Ro , dan perwakilan maskapai penerbangan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh temuan bahwa efektivitas alur koordinasi perubahan slot time memiliki pengaruh signifikan terhadap kelancaran lalu lintas penerbangan di Bandar Udara Kualanamu Medan. Hasil dari evaluasi mengungkapkan bahwa dinamika operasional pelayan lalu lintas penerbangan memerlukan koordinasi yang responsif, sementara ditemukan bahwa kapasitas SDM yang memadai tidak di imbangi oleh sistem teknologi yang terintegrasi secara optimal. Ketidak efektifan alur koordinasi disebabkan oleh mekanisme komunikasi dan koordinasi yang belum terstandarisasi, yang berdampak pada penurunan kinerja operasional yang ditandai dengan peningkatan delay. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi alur koordinasi yang efektif dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas penerbangan dengan rekomendasi utama pada penguatan sistem teknologi terintegrasi, penyempurnaan prosedur komunikasi dan koordinasi antar stakeholder, serta implementasi monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

Coordination of slot time changes is one of the most important aspects of providing air traffic services, significantly affecting the smoothness of flight operations. This study aims to evaluate the effectiveness of the coordination flow for slot time changes at Perum LPPNPI Kualanamu Branch Office using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. Research data were collected through interviews with informants consisting of Air Traffic Controller personnel, Air Traffic Flow Management (ATFM) Officers, Flight Data Officers, ATS-Ro Unit personnel, and representatives of airlines. Based on the research findings, the effectiveness of the coordination flow for slot time changes was found to have a significant influence on the smoothness of air traffic at Kualanamu Airport, Medan. The evaluation results revealed that the operational dynamics of air traffic services require responsive coordination, while adequate human resource capacity is not matched by an optimally integrated technological system. The ineffectiveness of the coordination flow is caused by communication and coordination mechanisms that have not yet been standardized, resulting in decreased operational performance, as indicated by an increase in delays. Overall, this study concludes that implementing an effective coordination flow can improve the smoothness of air traffic, with the main recommendations focusing on strengthening integrated technological systems, improving communication and coordination procedures among stakeholders, and implementing continuous monitoring and evaluation.

References

Air Transport Action Group (ATAG). (2024). Aviation Benefits Beyond Borders 2024: Global Economic Growth for Sustainable Development through Air Transport.
Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 57 Tahun 2016. Penyelenggaraan Alokasi Ketersediaan Waktu Terbang (Slot Time) Bandar Udara.
Stufflebeam, D. L. (1971). The Relevance of the CIPP Evaluation Model for Educational Accountability. Ohio State University.
Iskandar. (2013). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial. Jakarta: Referensi.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Stufflebeam, D. L., & Coryn, C. L. S. (2014). Evaluation Theory, Models, and Applications (2nd ed.). San Francisco: Jossey-Bass.
International Civil Aviation Organization (ICAO). (1984). Air Traffic Services Planning Manual. Montreal: ICAO.
Stufflebeam, D. L. (2002). Evaluation Models. New Directions for Evaluation.

Published

2026-11-05