Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Posyandu dalam Penguatan Ketahanan dan Keamanan Pangan di Desa Cikaramas
Empowerment of Family Welfare (PKK) and Posyandu in Strengthening Food Resilience and Food Safety in Desa Cikaramas
DOI:
https://doi.org/10.56338/jks.v9i9.12046Keywords:
Ketahanan Pangan; Keamanan Pangan; Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga; PKK; Posyandu;Abstract
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cikaramas, Kecamatan Tanjungmedar, bertujuan memperkuat kapasitas PKK dan Posyandu dalam mewujudkan ketahanan dan keamanan pangan berbasis keluarga. Kegiatan dilaksanakan pada 2 kelompok sasaran strategis. Pertama, 21 ibu-ibu PKK yang menerima sosialisasi ketahanan pangan melalui pemaparan materi dan pembagian leaflet di Sekretariat PKK Cikaramas, dilanjutkan dengan praktik budidaya sayuran di pekarangan rumah salah satu anggota PKK. Kedua, 37 peserta Posyandu (35 ibu dengan balita dan 2 ibu hamil) yang mengikuti edukasi tentang dampak konsumsi MSG dan pemanis buatan terhadap kesehatan, disertai pembagian leaflet dan sesi tanya jawab interaktif di lokasi Posyandu Mawar 3, Dusun Blok Sakola, Desa Cikaramas. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa program ini meningkatkan pemahaman ibu-ibu PKK tentang pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri, sekaligus meningkatkan kesadaran peserta Posyandu tentang risiko konsumsi bahan tambahan pangan berlebihan. Program ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas kader PKK dan kader Posyandu merupakan strategi efektif dalam membangun ketahanan dan keamanan pangan dari tingkat keluarga.
The Community Service Program (KKN) in Desa Cikaramas, Tanjungmedar District, aims to strengthen the capacity of PKK and Posyandu in promoting family-based food resilience and food safety. The activities were carried out with two strategic target groups. First, 21 PKK women participated in food resilience socialization through material presentations and the distribution of leaflets at the Cikaramas PKK Secretariat, followed by vegetable cultivation practice in the yard of one of the PKK members’ homes. Second, 37 Posyandu participants (35 mothers with toddlers and 2 pregnant women) participated in education on the health impacts of consuming MSG and artificial sweeteners, accompanied by the distribution of leaflets and an interactive question-and-answer session at Posyandu Mawar 3, Blok Sakola Hamlet, Desa Cikaramas. The program was implemented using a participatory approach through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results showed that the program increased PKK mothers’ understanding of utilizing home gardens as a source of food self-sufficiency, while also increasing Posyandu participants’ awareness of the risks associated with excessive consumption of food additives. This program demonstrates that strengthening the capacity of PKK members and Posyandu cadres is an effective strategy for building food resilience and food safety at the family level.
References
Dewi, A. K. P. (2024). Ketahanan Pangan Rumah Tangga dan Stunting pada Anak Balita di Indonesia: Tinjauan Sistematis. Jurnal Gizi Nasional, 17-27.
Hafizah, D., & Pratiwi, I. (2024). Evaluasi Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 1(1).
Hotima, S. H., Safitri, N. W., & Khoirunnisak, N. (2026). PKK Tangguh, Pangan Terpenuhi: Budidaya Sayuran Mandiri di Pekarangan sebagai Strategi Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Jurnal Nusantara Berdaya, 4(3).
Khayatudin, I. R. (2026). Implementasi Program Ketapang-Mas dalam Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Rumah Tangga di Kabupaten Banyumas. Jurnal Abdimas UIN Jambi, 1(1).
Kusumo, R. A. B., Sukayat, Y., Heryanto, M. A., & Wiyono, S. N. (2020). Budidaya sayuran dengan teknik vertikultur untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga di perkotaan. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 9(2), 89–92.
Nugroho, T. W., & Wulandari, M. (2024). Penerapan Home Garden Sayuran Untuk Pemenuhan Kebutuhan Pangan Dasar Rumah Tangga di Desa Kedung Rejoso, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Jurnal Penelitian Dan Pelayanan Masyarakat, 84-91.
Pemberdayaan PKK dalam Mendorong Program Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Maukeli. (2026). Journal Wiyata Pengabdian, 1(1).
PKK Kukar Dorong Pemanfaatan Pekarangan Jadi Sumber Pangan Keluarga Mandiri. (2026, May 1). RRI.co.id.
PKK Sabang Perkuat Peran Kader Melalui Sosialisasi Aku Hatinya PKK. (2026, June 23). RRI.co.id.
PKK Sikka Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Gizi. (2026, May 11). RRI.co.id.
PKK Singkawang Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Rumah. (2026, August 4). ANTARA News Kalimantan Barat.
Ruel, M. T. (2003). Operationalizing Dietary Diversity: A Review of Measurement Issues and Research Priorities. Washington, D.C.: International Food Policy Research Institute (IFPRI).
Saprida, S., & Putra, B. P. (2021). Literasi Keuangan Syariah di Kalangan Generasi Milenial. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 7(2), 45-58.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Summers, J. O. (2001). Guidelines for conducting research and publishing in marketing. Journal of the Academy of Marketing Science, 29(4), 411-412.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Yulianty Sanggelorang, N. S. (2021). Edukasi Mengenai Pentingnya Ketahanan Pangan Rumah Tangga dan Model Pemanfataan Pekarangan pada Pengurus TP-PKK Desa Dame I. Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia, 1-5.
