Gambaran Kadar Ureum Dan Kreatinin Pra Dan Pasca Hemodialisis Pasien Chronic Kidney Disease Stage 5 Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Gambaran Kadar Ureum Dan Kreatinin Pra Dan Pasca Hemodialisis Pasien Chronic Kidney Disease Stage 5 Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Authors

  • Pusfa Robyatun Aisyia Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Keywords:

Kata Kunci1; Chronic Kidney Disease Kata Kunci2; Hemodialisis Kata Kunci3; Laju Filtrasi Glomerulus

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi ginjal progresif dan irreversible yang menyebabkan akumulasi produk limbah metabolisme. Pasien CKD Stage 5 dengan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) < 15 mL/menit/1,73 m² memerlukan terapi hemodialisis untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Kadar ureum dan kreatinin merupakan indikator biokimia utama yang mencerminkan fungsi ginjal dan efektivitas hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien CKD Stage 5 yang menjalani hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode Oktober–Desember 2025. Sampel berjumlah 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin dilakukan menggunakan Kimia Analyzer Beckman Coulter AU480 dan data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Rata-rata kadar ureum pra hemodialisis adalah 231 mg/dL dan rata-rata kadar ureum pasca hemodialisis adalah 127 mg/dL dengan selisih penurunan sebesar 104 mg/dL, sedangkan rata-rata kadar kreatinin pra hemodialisis adalah 11,36 mg/dL dan pasca hemodialisis 6,80 mg/dL dengan selisih penurunan sebesar 4,56 mg/dL. Hemodialisis efektif menurunkan kadar ureum dan kreatinin pada pasien CKD Stage 5, meskipun terjadi penurunan yang cukup besar, tindakan belum secara optimal mengembalikan kadar kedua parameter ke rentang normal.

Author Biography

Pusfa Robyatun Aisyia, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Nama saya Pusfa Robytaun Aisyia, saya mahasiswa aktif semester 8 Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta.

References

Alfonso, A. A., Mongan, A. E., & Memah, M. F. (2016). Gambaran kadar kreatinin serum pada pasien
penyakit ginjal kronik stadium 5 non dialisis. EBiomedik, 4(1).
Amelia, T. N., Kesehatan, F. I., Pahlawan, U., & Tambusai, T. (2025). HUBUNGAN ASUPAN
PROTEIN DAN KALIUM DENGAN KADAR. 4(4), 139–146.
Darsini, Eko Agus Cahyono, D., & Mojokerto, H. (2023). KUALITAS HIDUP PASIEN
HEMODIALISIS SELAMA PANDEMI COVID-19 ; STUDI KLINIS DI RUANG
HEMODIALISA, RUMAH SAKIT GATOEL KOTA MOJOKERTO. 26–46.
Dasopang, E. S., Hasanah, F., Handayani, S., Daya, V. L., Thaharah, Y. R., & Sandika, T. (2025). Urea
Reduction Ratio for CKD Stage 5 Hemodialysis Patients at Dr Pirngadi Hospital Medan.
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 12(2), 162–167.
Fatonah, L., Murti Andayani, T., & Munif Yasin, N. (2021). Hubungan antara Efektivitas Hemodialisis
dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronis di Yogyakarta.
Krihariyani, D., Manalu, E., PK, S., Sari, A. I., Hadi, N. T. P., Kep, M., Widada, S. T., Rizky, V. A.,
Supriyanta, B., & Rahayu, M. (2024). Patologi Klinis. CV Eureka Media Aksara.
Loho, I. K. A., Rambert, G. I., & Wowor, M. F. (2016). Gambaran kadar ureum pada pasien penyakit
ginjal kronik stadium 5 non dialisis. EBiomedik, 4(2).
Malfica, M. J., Rosita, L., & Yuantari, R. (2023). Hubungan Ureum dan Kreatinin Serum dengan
Lamanya Terapi Hemodialisis pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) di RS PKU Bantul
Corelation Between Ureum and Creatinine Level with Length of Hemodialysis in Chronic Kidney
Disease (CKD) Patients at PKU Bantu. Berkala Ilmiah Kedokteran Dan Kesehatan Masyarakat
(Scientific
Periodical Journal Of Medicine And Public Health), 1(1), 8–18.
https://doi.org/10.28885/bikkm.vol1.iss1.art2
Nuratmini, P. N. (2019). Gambaran Kadar Ureum Dan Kreatinin Serum Pada Pasien Ggk Setelah Terapi
Hemodialisis Di Rsd Mangusada, Kabupaten Badung. Poltekkes Denpasar.
Rahayu, C., Permana, A., & Seprima, F. (2022). Studi Gambaran Kadar Asam Urat, Ureum dan
Kreatinin Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik. Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 8(1), 1–10.
Samsudin, R. R., Widyastuti, R., & Purwaningsih, N. V. (2021). Pemantauan Pasien Dengan Diagnosa
Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Sumber Rejo Bojonegoro. The Journal Of Muhammadiyah
Medical Laboratory Technologist, 4(2), 148–156.
Siregar, B., Hidayati, E. L., & Pardede, S. O. (2023). Perdarahan Saluran Cerna pada Anak dengan
Penyakit Ginjal Tahap Akhir. Sari Pediatri, 25(2), 130–136.
Sulistyowati, R. (2023). Asuhan keperawatan pada klien gagal ginjal. Unisma Press.
Suriani, E., Marisa, Renowati, Susanto, V., & Saidah, R. (2023). DIFFERENCES IN UREUM AND
CREATININE LEVELS BEFORE AND AFTER HEMODIALYSIS IN CHRONIC KIDNEY
FAILURE PATIENTS AT PANYABUNGAN HOSPITAL PERBEDAAN KADAR UREUM
DAN KREATININ SEBELUM GINJAL KRONIS DI RSUD PANYABUNGAN. 1(3).
Utami, S. I. (2022). Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian End Stage Renal Disease
Pada Pasien Yang Menjalani Hemodalisa. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Published

2026-11-05