Gambaran Kelengkapan Dokumentasi Assessment Pra Induksi di Rumah Sakit Jatiwinangun

Authors

  • Yuniani Candrasari Universitas Harapan Bangsa
  • Roro Lintang Suryani Universitas Harapan Bangsa
  • Madyo Maryoto Universitas Harapan Bangsa
  • Aris Nur Rahmat Universitas Harapan Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.56338/jks.v9i8.11911

Keywords:

Kata Kunci: Assessment Pra Induksi; Dokumentasi Anestesi; Kelengkapan Rekam Medis, Keywords: Pre-Induction Assessment; Anesthesia Documentation; Completeness Of Medical Records

Abstract

ABSTRAK

Assessment pra induksi merupakan tahapan penting sebelum tindakan anestesi dan pembedahan untuk memastikan kondisi pasien serta meminimalkan risiko komplikasi perioperatif. Dokumentasi assessment pra induksi yang lengkap berfungsi sebagai sumber informasi medis, sarana komunikasi antar tenaga kesehatan, serta bukti pelayanan kesehatan. Dalam pelaksanaannya kelengkapan dokumentasi masih belum memenuhi standar 100% sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan dokumentasi assessment pra induksi di Rumah Sakit Jatiwinangun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap 106 dokumen rekam medis pasien anestesi umum periode Juli–Agustus 2025 menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dokumen berasal dari pembedahan elektif sebanyak 96 dokumen (90,6%), sedangkan pembedahan cito sebanyak 10 dokumen (9,4%). Pada pembedahan elektif, tingkat kelengkapan dokumentasi assessment pra induksi sebesar 54% dan ketidaklengkapan sebesar 46%. Sementara pada pembedahan cito, tingkat kelengkapan dokumentasi sebesar 40% dan ketidaklengkapan sebesar 60%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kelengkapan dokumentasi assessment pra induksi pada pembedahan cito lebih rendah dibandingkan dengan pembedahan elektif. Secara keseluruhan, kelengkapan dokumentasi assessment pra induksi belum mencapai standar 100% sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit.

ABSTRACT

Pre-induction assessment is a crucial step before anesthesia and surgery to ensure patient condition and minimize the risk of perioperative complications. Complete pre-induction assessment documentation serves as a source of medical information, a means of communication between healthcare professionals, and evidence of healthcare services. In practice, the completeness of documentation still does not meet 100% standards according to the hospital's Minimum Service Standards (SPM). This study aims to determine the completeness of pre-induction assessment documentation at Jatiwinangun Hospital. This study used a quantitative descriptive method with a retrospective approach. Data were collected through observation of 106 medical records of general anesthesia patients from July to August 2025 using a total sampling technique. Data analysis was performed univariately in the form of frequency distribution and percentage. The results showed that the majority of documents came from elective surgery (96 documents (90.6%)), while 10 documents came from emergency surgery (9.4%). In elective surgery, the completeness of pre-induction assessment documentation was 54% and incompleteness was 46%. Meanwhile, in emergency surgery, the completeness of documentation was 40% and incompleteness was 60%. This indicates that the level of completeness of pre-induction assessment documentation in emergency surgery is lower than in elective surgery. Overall, the completeness of pre-induction assessment documentation has not reached 100%, as per the Hospital Minimum Service Standards (SPM).

References

Agustina, E., Wardhani, V., & Astari, A. M. (2020). Asesmen Pra-Anestesi: Bukan Sekedar Kepatuhan. The Journal of Hospital Accreditation, 2(02), 32–40. https://doi.org/10.35727/jha.v2i02.52
Amran, R., Apriyani, A., & Dewi, N. P. (2022). Peran Penting Kelengkapan Rekam Medik di Rumah Sakit. Baiturrahmah Medical Journal, 1, 69–76. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=2426511&val=23195
Azis, A., Alfiansyah, G., Wijayanti, R. A., & Selviyanti, E. (2022). Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Rumah Sakit. 13, 23–27. https://doi.org/10.33846/sf13nk305
Bianchi, F. P., Daleno, A., Rizzi, D., Migliore, G., & Tafuri, S. (2024). Impact of COVID-19 pandemic on emergency and elective surgery. A retrospective observational analysis in Apulia, southern Italy. 36(4), 414–420. https://doi.org/10.7416/ai.2024.2612
Bolhan, H. A., Yahya, N., Izaham, A., Rahman, R. A., & Musthafa, Q. A. (2020). Assessing the completeness of perioperative anesthetic record documentation in a tertiary hospital. 24(December), 635–644. https://doi.org/10.35975/apic.v24i6.1401
Degu, S., Kejela, S., & Zeleke, H. T. (2023). Perioperative mortality of emergency and elective surgical patients in a low-income country: a single institution experience. Perioperative Medicine, 4–11. https://doi.org/10.1186/s13741-023-00341-z
Limpoon, S., Seangrung, R., & Nimmankiatkul, A. (2021). Factors affecting completeness of anaesthetic record: a cross-sectional study. 5433–5438.
Marwan, S., Purnamasari, V., & Dewi, R. K. (2025). An Analysis of Anesthesia Compliance Factors in the Anesthesia Documentation Process. 1(2), 1–14. https://doi.org/10.31101/jian.v1i2.4064
Meyyulinar, H. (2019). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Informed Consent Pada Kasus Bedah Di Rumah Sakit AL Marinir Cilandak. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 3(1), 34–45. https://ejournal.urindo.ac.id/index.php/MARSI/article/view/383
Putra, A. P., Millizia, A., & Akbar, M. K. (2022). Manajemen Anestesi Perioperatif. GALENICAL: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 1(2), 82. https://doi.org/10.29103/jkkmm.v1i2.8098
Ramadhan, R. G., Priyatin, W., & dkk. (2024). Gambaran Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Pasien Operasi di Rumah Sakit Umum Harapan Ibu Purbalingga. Innovative: Journal of Social Science Research, 4, 11896–11903. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.8429
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (5th ed.). Penerbit Alfabeta CV.
Susilawati, E., Handayani, R. N., & Suryani, R. L. (2024). Studi Kelengkapan Dokumentasi Pra Intra dan Pasca Anestesi di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(9), 185–195. https://doi.org/10.5281/zenodo.13823202
Taye, M. G., Fenta, E., Tamire, T., & Fentie, Y. (2022). Assessment of perioperative anesthesia record sheet completeness: A multi-center observational study. Annals of Medicine and Surgery, 79(July), 104103. https://doi.org/10.1016/j.amsu.2022.104103
Valentina, & Melayu, S. M. (2020). Gambaran Ketidaklengkapan Pengisian Formulir Laporan Anestesi Kasus Bedah di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan. Jurnal Ilmiah Perekam Dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI), 5(2), 149–155. https://doi.org/10.52943/jipiki.v5i2.415
Widyanti, S., Sumarni, T., & Kurniawan, W. E. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah, 16(2), 186–195. https://doi.org/10.31101/jkk.1665

Published

2026-08-18