Efektivitas Berbagai Konsentrasi Ekstrak Daun Kemangi Dalam Menghambat Peertumbuhan Candida albicans Secara In Vitro
_
DOI:
https://doi.org/10.56338/jks.v9i8.11882Keywords:
Candida albicans Daun Kemangi KandidiasiAbstract
Kandidiasis adalah suatu infeksi disebakan oleh jamur Candida albicans dan masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan karena meingkatnya kasus resistensi terhadap antijamur sintesis. Daun kemangi (Ocimum sanctum L) teridentifikasi memiliki kandungan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi digunakan sebagai antijamur alami. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis kemampuan berbagai konsentrasi ekstrak daun kemangi dalam menekan pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Ekstrak daun kemangi diperoleh menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol 96%. Studi ini menggunakan 24 sampel yang bagi menjadi empat kelompok kontrol positf berupa Nistatin dan kontrol negatif berupa akuades. Aktivitas antijamur diuji dengan melalui teknik difusi cakram. Data analisis dengan Shapiro - Wilk kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal- Walls dengan post hoc uji Mann - Whitney. Hasil menunjukan semua konsentrasi tidak terdapat perbedaan yang bermakna namun perbedaan bermakna ditemukan pada kontrol posistif dan negatif. Konsentrasi ekstrak daun kemangi mampu mengendalikan pertumbuhan Candida albicans, dengan diameter pengambatan terbesar diperoleh pada konsentrasi 25% yaitu 3,5 mm dan konsentrasi 50% sebesar 2,50 mm. Meskipun demikian, berdasarkan diameter zona hambat yang di hasilkan, ekstrak kemangi belum menunjukan efektivitas yang optimal terhadap Candida albicans aktitivitas penghambatan yang terbentuk masih tergolong rendah.
References
Amalia, A., Sari, I., & Nursanty, R. (2017). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Daun Sembung (Blumeabalsamifera(L.) DC.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Methicillin (MRSA). Prosiding Seminar Nasional Biotik .
Darma, W., & Marpaung, P. (2020). Analisis Jenis Dan Kadar Saponin Ekstrak Akar Kuning (Fibraurea chloroleuca Miers) Secara Gravimetri. Jurnal Pendidikan Kimia Dan Ilmu Kimia, 3(1).
Deepa, K., Jeevith, T., & Michael, A. (2015). In vitro evaluation of virulence factors of Candida species isolated from oral cavity. Journal of Microbiology and Antimicrobials, 7(3), 28–32. https://doi.org/10.5897/jma2015.0337
El -, Soud, N., Deabes, M., El- Kassem, L., & Khalil, M. (2015). Chemical composition and antifungal activity of ocimum basilicum L. essential oil. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 3(3), 374–379. https://doi.org/10.3889/oamjms.2015.082
Fadilah, U., Hartati, & Sunaidi, Y. (2024). Skrining Kandidiasis Oral Pada Saliva Warga Binaan Di Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas IIA Sungguminasa. In Tropis: Jurnal Riset Teknologi Laboratorium Medis Original Research (Vol. 1, Number 1).
Fahmi, N., Herdiana, I., & Rubiyanti, R. (2019). Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Mutu Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L.). 165–169.
Hossain, T. J. (2024). Methods for screening and evaluation of antimicrobial activity: A review of protocols, advantages, and limitations. European Journal of Microbiology and Immunology, 14(2), 97–115. https://doi.org/10.1556/1886.2024.00035
Katrin, D., Idiawati, N., Sitorus, B., & Hadari Nawawi, J. H. (2015). Uji Aktivitas Antibakteri Dari Antibakteri Daun Malek (Litsea graciae Vidal) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli. ISSN 2303-1077, 4(1), 7–12.
Kurniawati, A., Mashartini, A., & Inda Syifa Fauzia. (n.d.). Perbedaan khasiat anti jamur antara ekstrak etanol daun Kersen (Muntingia calabura L.) dengan nistatin terhadap pertumbuhan Candida albicans. Jurnal PDGI, 65(3), 74–77.
Mahendra, R., Nainggolan, A., & Rahmatia, F. (2022). Efektifitas Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sp.) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Aeromonas salmonicida Secara In Vitro. Jurnal Ilmiah Satya Minabahari, 7(1), 56–62. https://doi.org/10.53676/jism.v7i1.140
Nuzulia, R., & Santoso, O. (2017). Pengaruh Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum Linn) Pada Berbagai Konsentrasi Terhadap Viabilitas Bakteri Streptococcus Muntans : Studi Pada Mahasiswa Kedokteran Fakultas Universitas Diponegoro. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 6(4), 1565–1571.
Ornay, A., Prehanoto, H., & Dewi, A. (2017). Growth Inhibition of Candida albicans And Power Kill Candida albicans Extract Basil Leave.
Saputro, A. A., Armita, D., & Nihayati, E. (2022). Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi Garam dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kadar Flavonoid pada Tanaman Sweet Basil (Ocimum basilicum). Agrotechnology Research Journal, 6(2), 110–117. https://doi.org/10.20961/agrotechresj.v6i2.65083
Sasmito, E. H., Hidayati, A. N., Rahmadewi, Sawitri, Utomo, B., Sudjarwo, Endraswari, P. D., Indramaya, D. M., & Murtiastutik, D. (2022). Comparison of Antifungal Susceptibility Basil Leaves Extract (Ocimum sanctum Linn.), Eugenol, and Nystatin against Isolates of Candida spp. as Important Agent causing Oral Candidiasis in HIV/AIDS Patient. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit Dan Kelamin, 34(3), 162–168. https://doi.org/10.20473/bikk.V34.3.2022.162-168
Sholihah Fauziyah N, Saula, S. L., & Sholih, G. M. (2022). Perbandingan Antibakteri Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Journal of Pharmaceutical and Sciences (JPS), 5, 279–285.
Wang, T. yang, Li, Q., & Bi, K. shun. (2018). Bioactive flavonoids in medicinal plants: Structure, activity and biological fate. In Asian Journal of Pharmaceutical Sciences (Vol. 13, Number 1, pp. 12–23). Shenyang Pharmaceutical University. https://doi.org/10.1016/j.ajps.2017.08.004
World Health Organization. (2022). Oral health country profile. World Health Organization. 2022. Oral Health Country Profile. https://www.who.int/publications/ m/item/oral-health-idn-2022- country-profile.

