Peran Whistleblowing System dalam Meningkatkan Integritas Birokrasi : Studi pada Instansi Pemerintah
The Role of the Whistleblowing System in Improving Bureaucratic Integrity: A Study of Government Agencies
Abstract
Integritas birokrasi menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan akuntabel. Berbagai bentuk penyimpangan seperti korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pelanggaran etika menunjukkan bahwa pengawasan internal pada instansi pemerintah masih perlu diperkuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Whistleblowing System (WBS) dalam meningkatkan integritas birokrasi pada instansi pemerintah. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai jurnal ilmiah dan publikasi akademik lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa whistleblowing system berperan penting dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengawasan internal organisasi publik. Selain menjadi sarana pelaporan pelanggaran, sistem ini juga mendukung pencegahan fraud serta memperkuat budaya integritas dalam birokrasi pemerintahan. Namun demikian, implementasi WBS masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya perlindungan terhadap whistleblower, budaya organisasi yang hierarkis, dan kurang optimalnya tindak lanjut laporan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, perlindungan hukum, pemanfaatan teknologi informasi, dan komitmen pimpinan organisasi untuk mendukung efektivitas whistleblowing system dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
References
Akuntansi, P. S., Ekonomi, F., & Brawijaya, U. (2024). Reaksi 01.01.2024. 3(1), 205–218.
Breliastiti, R., Setiawan, T., Herninta, T., & Natalsya, N. L. (2025). Multidisciplinary Sciences and Arts Whistleblowing System?: Alarm Transparency And Bumn Accountability International Journal of. 4(2), 8–21.
Difa, A., Aslim, A., Amalya, A. A., & Ayuni, N. (2026). Whistleblowing System Sebagai Instrumen Etika dan Akuntabilitas Publik di Sektor Pemerintahan?: Sebuah Systematic Literature Review. 2, 1–15.
Hanasi, R. A. (n.d.). Peran Teknologi Informasi dalam Modernisasi Administrasi Publik. 2(1), 64–70.
Jurnal, J., Mea, I., Di, W. B. S., & Kabinet, S. (2023). OPTIMALISASI PENERAPAN WHISTLEBLOWER-SYSTEM JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA ( Manajemen , Ekonomi , dan Akuntansi ). 7(2), 754–781.
Kang, M. M. (2022). Whistleblowing in the Public Sector?: A Systematic Literature Review. https://doi.org/10.1177/0734371X221078784
Masnar, R. O., & Safitri, D. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Integritas Laporan Keuangan?: Whistleblowing System Sebagai Variabel Pemoderasi. 16(2), 343–352.
Putu, N., Widhi, B., & Nasional, U. P. (2020). Public Inspiration?: Jurnal Administrasi Publik Penguatan Whistleblowing System di Indonesia ( Studi Kasus Whistleblowing System di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia ( BPK RI )). 5(2), 158–167.
