Ikan Tenggiri Sebagai Produk Olahan Akuakultur Melalui Pembuatan Amplang dan Kerupuk
Abstract
Teknologi Modern dan Rekayasa DNA Akuakultur membahas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang akuakultur yang semakin maju dan inovatif. Seiring meningkatnya kebutuhan pangan serta permintaan hasil perikanan, teknologi modern menjadi salah satu solusi penting dalam meningkatkan produktivitas budidaya perairan. Melalui penerapan rekayasa DNA dan bioteknologi, berbagai organisme perairan dapat dikembangkan menjadi lebih unggul, tahan penyakit, serta memiliki kualitas produksi yang lebih baik sehingga mampu konsep dasar mengenai teknologi modern dalam akuakultur, mulai dari teknik rekayasa genetik, seleksi DNA, pemanfaatan bioteknologi, hingga penerapan teknologi molekuler dalam pengembangan organisme budidaya perairan. Pembahasan juga mencakup manfaat teknologi dalam meningkatkan efisiensi produksi, pengendalian penyakit, pelestarian sumber daya perairan, serta pengembangan sistem budidaya yang lebih ramah lingkunganmendukung.Teknologi Modern dan Rekayasa DNA Akuakultur perkembangan sektor akuakultur secara berkelanjutan. menjadi sumber inspirasi dalam mengembangkan budidaya perairan yang lebih inovatif, produktif, dan berdaya saing tinggi. Dengan perkembangan teknologi yang terus maju, akuakultur diharapkan mampu menjadi salah satu sektor strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi di masa depan
References
Asikin, A. N., Kusumaningrum, I., Hidayat, T., et al. (2024). Karakteristik dan pengembangan produk olahan hasil perikanan. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 27(5). https://doi.org/10.17844/jphpi.v27i5.50429
Badan Pusat Statistik. (2025). Profil industri mikro dan kecil 2024. Badan Pusat Statistik.
Caroline, S., Ibrahim, M. N., & Nurhayati. (2024). Use of Payus Meat (Elops hawaiensis) as a basic material in the fish crackers production. Jurnal Perikanan, 14(3). https://doi.org/10.29303/jp.v14i3.593
Febriawan, G., Hendrik, & Yolandika, C. (2024). Analisis nilai tambah pengolahan kerupuk ikan tenggiri di Desa Batu Lepuk Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Agriuma, 6(2), 85–94. https://doi.org/10.31289/agri.v6i2.13141
Hendrikayanti, R. H., Fahmi, A. S., & Kurniasih, R. A. (2022). Optimasi waktu pengukusan dan suhu penggorengan kerupuk ikan patin menggunakan Response Surface Methodology. Journal of Fisheries and Marine Research, 6(1), 90–98. https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.10
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2024). Produksi perikanan Indonesia hingga Oktober 2024 mencapai 10,24 juta ton. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Khairunnisa, A., Gosari, B. A. J., Fakhriyyah, S., Hasani, M. C., & Alpiani. (2024). Analisis kelayakan usaha kerupuk ikan di Kelurahan Tahtul Yaman Kecamatan Pelayangan Kota Jambi. Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan, 9(1), 83–88. https://doi.org/10.33772/jsep.v9i1.74
Lantu, M., Ahmad, & Manteu, S. H. (2024). Peningkatan nilai tambah hasil samping ikan tuna sebagai bahan baku kerupuk. PLANET, 3(1). https://doi.org/10.58300/planet.v3i1.786
Lestari, S., Nurjanah, & Jacoeb, A. M. (2024). Pemanfaatan dan pengembangan produk hasil perikanan bernilai tambah. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 27(1). https://doi.org/10.17844/jphpi.v27i1.45014
Yulihartika, R. D., Fariadi, H., & Azhari, D. (2024). Analisis nilai tambah limbah tulang ikan menjadi kerupuk pada industri kerupuk di Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah AgriSains, 25(1), 28–33
Yuniarti, R., Novita, D., & Aprianti, Y. (2022). Diversifikasi produk hasil perikanan sebagai upaya peningkatan nilai ekonomi masyarakat. Marinade, 5(1). https://doi.org/10.31629/marinade.v5i01.4424.