Analisis Kelimpahan dan Indeks Keanekaragaman Palem Ekor Ikan, Anggrek Bulan Sumatera, dan Meranti Kuning pada Program KAWAN di Tanjung Balai Karimun Tahun 2025–2026

Abundance and Diversity Analysis of Palem Ekor Ikan, Anggrek Bulan Sumatra, and Meranti Kuning under the KAWAN Program in Tanjung Balai Karimun during 2025–2026

  • Dina Yulianti PT. PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau
Keywords: Konservasi Tumbuhan, Kelimpahan, Indeks Keanekaragaman, Program KAWAN, Tanjung Balai Karimun

Abstract

Konservasi tumbuhan merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati serta mendukung keseimbangan ekosistem. Program Konservasi Alam Wujudkan Aksi Nyata (KAWAN) yang dilaksanakan di Area Konservasi PLTU Tanjung Balai Karimun menjadi salah satu bentuk implementasi konservasi melalui kegiatan penanaman dan pemantauan tanaman konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelimpahan dan indeks keanekaragaman Palem Ekor Ikan, Anggrek Bulan Sumatera, dan Meranti Kuning berdasarkan data monitoring Program KAWAN tahun 2025–2026. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data inventarisasi tanaman yang diperoleh dari kegiatan monitoring tahunan. Analisis dilakukan menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener melalui perhitungan proporsi individu (Pi), nilai logaritma natural (Ln Pi), dan nilai (-?Pi.Ln Pi) untuk masing-masing spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah individu ketiga spesies mengalami peningkatan pada tahun 2026 dibandingkan tahun 2025. Palem Ekor Ikan meningkat dari 5 menjadi 6 individu, Anggrek Bulan Sumatera meningkat dari 5 menjadi 10 individu, sedangkan Meranti Kuning meningkat dari 30 menjadi 35 individu. Nilai akumulasi parameter Shannon juga mengalami peningkatan dari 0,093 pada tahun 2025 menjadi 0,101 pada tahun 2026. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam kelimpahan ketiga spesies yang dipantau selama periode penelitian. Meskipun demikian, kontribusi ketiga spesies terhadap keseluruhan data inventarisasi masih relatif kecil karena total individu vegetasi yang tercatat lebih besar. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi pelaksanaan Program KAWAN serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan dan monitoring tumbuhan konservasi di Area Konservasi PLTU Tanjung Balai Karimun.

References

Ardhana, I.P.G., 2021. Analisis keanekaragaman jenis vegetasi menggunakan indeks Shannon–Wiener pada kawasan hutan konservasi. Jurnal Sylva Lestari.
Fitriani, R., Wulandari, S. & Yuniarti, E., 2022. Keanekaragaman jenis tumbuhan pada kawasan konservasi di Indonesia. Jurnal Biologi Tropis.
Handoyo, F. & Prasetya, R., 2019. Budidaya dan konservasi anggrek Indonesia. Jurnal Biologi Indonesia, 15(2), pp.145–156.
Krebs, C.J., 1999. Ecological Methodology. 2nd ed. Benjamin Cummings.
Lestari, D.A., 2021. Analisis indeks keanekaragaman tumbuhan menggunakan metode Shannon–Wiener. Jurnal Biologi Indonesia.
Lestari, R. & Pradana, S., 2022. Konservasi meranti dalam upaya revitalisasi dan pemberdayaan masyarakat di Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning oleh PT Pertamina Patra Niaga DPPU Hang Nadim.
Magurran, A.E., 2004. Measuring Biological Diversity. Blackwell Publishing.
Shannon, C.E. & Weaver, W., 1949. The Mathematical Theory of Communication. University of Illinois Press.
Soerianegara, I. & Lemmens, R.H.M.J. (eds.), 1994. Plant Resources of South-East Asia No. 5(1): Timber Trees: Major Commercial Timbers. Bogor: PROSEA Foundation.
Widjaja, E.A., Rahayuningsih, Y., Rahajoe, J.S., Ubaidillah, R., Maryanto, I., Walujo, E.B. & Semiadi, G. (eds.), 2014. Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2014.
Published
2026-07-21
Section
Article