Partisipasi Publik dalam Pengambilan Keputusan Perencanaan Wilayah dan Kota: Tinjauan Literatur dan Kerangka Regulasi di Indonesia
Public Participation in Urban and Regional Planning Decision Making: A Literature Review and Regulatory Framework in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.56338/jks.v9i7.11687Keywords:
Administrasi Publik, Partisipasi Publik; Perencanaan Wilayah Dan Kota, Tata Ruang, Tangga Partisipasi., Public Administration, Public Participation; Regional And Urban Planning, Spatial Planning, Participation Ladder.Abstract
Partisipasi publik merupakan prinsip penting dalam perencanaan wilayah dan kota di Indonesia, tetapi implementasinya masih cenderung bersifat formalitas dan belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola partisipasi publik, mengidentifikasi hambatan, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas partisipasi dalam perencanaan wilayah dan kota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap artikel ilmiah terbitan 2015–2025 dan dokumen regulasi terkait penataan ruang. Analisis dilakukan melalui teknik analisis tematik dengan mengelompokkan dan mensintesis temuan dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik partisipasi publik masih didominasi tingkat tokenisme yang ditandai konsultasi satu arah, keterbatasan akses informasi, dan lemahnya mekanisme umpan balik. Efektivitas partisipasi dipengaruhi oleh desain kelembagaan yang inklusif, literasi keruangan masyarakat, pemanfaatan platform digital, dan komitmen pemerintah daerah. Penelitian ini menegaskan perlunya transformasi menuju partisipasi yang lebih substantif agar mampu meningkatkan kualitas dan legitimasi keputusan dalam perencanaan tata ruang.
ABSTRACT
Public participation is a crucial principle in regional and urban planning in Indonesia, but its implementation still tends to be formal and has not significantly influenced decision-making. This study aims to examine public participation patterns, identify barriers, and analyze factors influencing the effectiveness of participation in regional and urban planning. The study employed a qualitative approach using a literature review method, examining scientific articles published between 2015 and 2025 and regulatory documents related to spatial planning. The analysis was conducted using thematic analysis techniques, categorizing and synthesizing findings from various sources. The results indicate that public participation practices are still dominated by tokenism, characterized by one-way consultation, limited access to information, and weak feedback mechanisms. The effectiveness of participation is influenced by inclusive institutional design, public spatial literacy, the use of digital platforms, and local government commitment. This study emphasizes the need for a transformation towards more substantive participation to improve the quality and legitimacy of decisions in spatial planning.
References
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225
Fung, A. (2015). Putting the public back into governance: The challenges of citizen participation and its future. Public Administration Review, 75(4), 513–522. https://doi.org/10.1111/puar.12361
Healey, P. (2006). Collaborative planning: Shaping places in fragmented societies (2nd ed.). Palgrave Macmillan.
Irvin, R. A., & Stansbury, J. (2004). Citizen participation in decision making: Is it worth the effort? Public Administration Review, 64(1), 55–65. https://doi.org/10.1111/j.1540-6210.2004.00346.x
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2021). Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 11 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyusunan, Peninjauan Kembali, Revisi, dan Penerbitan Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah serta Rencana Detail Tata Ruang.
Mansuri, G., & Rao, V. (2013). Localizing development: Does participation work? World Bank Publications.
Nasrullah, A., & Setiawan, B. (2018). Partisipasi masyarakat dalam penyusunan rencana detail tata ruang di kota menengah Indonesia. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 29(2), 95–110.
Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
Pemerintah Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang.
Rukmana, D. (2015). The change and transformation of Indonesian spatial planning after Suharto's New Order regime: The case of the Jakarta Metropolitan Area. Planning Perspectives, 30(3), 415–435. https://doi.org/10.1080/02665433.2014.933130
Sari, D. P., & Hidayat, R. (2020). E-participation dalam perencanaan tata ruang kota: Studi kasus aplikasi partisipasi publik di kota besar Indonesia. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 18(1), 33–48.
Setiawan, B., & Rahmi, D. H. (2017). Tantangan partisipasi publik dalam tata kelola perencanaan kota di Indonesia. Jurnal Tata Loka, 19(3), 211–222. https://doi.org/10.14710/tataloka.19.3.211-222
Tewdwr-Jones, M., & Allmendinger, P. (1998). Deconstructing communicative rationality: A critique of Habermasian collaborative planning. Environment and Planning A, 30(11), 1975–1989. https://doi.org/10.1068/a301975
United Nations Human Settlements Programme [UN-Habitat]. (2020). World cities report 2020: The value of sustainable urbanization. UN-Habitat.
Winayanti, L. (2010). Penggusuran dan partisipasi: Dilema kebijakan permukiman kumuh perkotaan di Indonesia. Jurnal Sosioteknologi, 9(20), 933–944.
World Bank. (2017). Engaging citizens for better development results. World Bank Publications.

