Analisis Pengaruh Faktor Teknologi, Organisasi, dan Lingkungan terhadap Adopsi AI melalui Inovasi sebagai Mediasi: Studi pada Perbankan Indonesia

Analysis of the Influence of Technological, Organizational, and Environmental Factors on AI Adoption through Innovation as a Mediating Variable: A Study of the Indonesian Banking Sector

  • Anjelika Hinsila Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No.1 – Jakarta Barat – Indonesia
  • Keysha Audya Rahma Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No.1 – Jakarta Barat – Indonesia
  • Fitria Nurrahmah Kuswidyanti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No.1 – Jakarta Barat – Indonesia
  • Deni Darmawati Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No.1 – Jakarta Barat – Indonesia
Keywords: Adopsi Kecerdasan Buatan; Corporate Social Responsibility; Faktor TOE; Inovasi Organisasi; Sektor Perbankan, Artificial Intelligence Adoption; Corporate Social Responsibility; TOE Factors; Organizational Innovation; Banking Sector

Abstract

“Perubahan digital mendorong industri perbankan untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam rangka meningkatkan efektivitas operasional serta menunjang penerapan tanggung jawab sosial korporasi (corporate social responsibility). Kajian ini bertujuan menilai pengaruh aspek teknologi, organisasi, dan lingkungan dalam kerangka Technology-Organization-Environment (TOE) terhadap intensi penerapan AI, sekaligus menguji peran inovasi organisasi sebagai variabel mediasi pada sektor perbankan di Indonesia. Studi menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 70 partisipan yang merupakan pengambil keputusan di lembaga perbankan, melalui teknik sampling jenuh (sensus). Data diperoleh menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis dengan perangkat lunak SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis (uji t dan uji F). Hasil kajian memperlihatkan bahwa aspek teknologi (kapabilitas teknologi dan keunggulan relatif), aspek organisasi (pengetahuan pengambil keputusan dan kekuatan finansial), serta sebagian besar aspek lingkungan (kesiapan mitra, persepsi manfaat, dukungan pemerintah, dan keberadaan sistem hukum) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan AI. Inovasi organisasi terbukti memediasi keterkaitan tersebut, meskipun ketika inovasi dimasukkan sebagai mediasi, pengaruh dukungan pemerintah menjadi tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kapabilitas inovasi merupakan mekanisme utama yang menerjemahkan faktor kontekstual TOE menjadi keputusan penerapan AI dalam inisiatif CSR.”

ABSTRACT

“Digitalization motivates the banking industry to integrate artificial intelligence to enhance operational effectiveness and to sustain the execution of corporate social responsibility. This research intends to evaluate the impact of technological, organizational, and environmental aspects within the Technology-Organization-Environment (TOE) framework on the intention to implement AI, and to assess the role of organizational innovation as a mediating variable in the Indonesian banking industry. The research applies a quantitative approach using a survey method on 70 participants who are decision-makers in banking institutions, chosen through saturated (census) sampling. Data were obtained through a five-point Likert scale questionnaire and analyzed using SPSS software through validity, reliability, classical assumption, and hypothesis tests (t-test and F-test). The findings reveal that technological aspects (technology competence and relative advantage), organization factors (decision-maker knowledge and financial strength), and most environment factors (partner readiness, perceived benefit, government support, and legal system presence) have a positive and significant effect on AI adoption. Organizational innovation is proven to mediate these relationships, although when innovation is included as a mediator, the effect of government support becomes insignificant. These findings confirm that innovation capability is the key mechanism translating the contextual TOE factors into AI adoption decisions in CSR initiatives.”

References

Abdurrahman, A., Gustomo, A., & Prasetio, E. A. (2024). Impact of dynamic capabilities on digital transformation and innovation to improve banking performance: A TOE framework study. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 10(1), 100215.
Chatterjee, S., Chaudhari, R., & Shams, R. (2023). Applications of Industry 4.0 for pandemic responses and business continuity: A TOE–DCV integrated approach. IEEE Transactions on Engineering Management.
Delfina, C., & Aryati, T. (2025). A bibliometric analysis: Role of artificial intelligence on accounting. Ekonomi Digital, 4(1), 1–14.
Ghozali, I. (2012). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 20. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hinings, B., Gegenhuber, T., & Greenwood, R. (2018). Digital innovation and transformation: An institutional perspective. Information and Organization, 28(1), 52–61.
Idowu, A., & Babalola, Y. T. (2026). Leading in the digital age: Digital leadership capabilities, organisational innovation climate, and AI adoption intention. Systems, 14(6), 657.
Lee, I., & Shin, Y. J. (2018). Machine learning for enterprises: Applications, challenges, and research agenda. Business Horizons, 61(5), 703–714.
Megahed, N., Al-Kayaly, D., & Al-Hadad, A. (2022). Relevance of DOI and TOE for assessing FinTech adoption by banks. Journal of Global Business Advancement, 14(6), 768–803.
Mikalef, P., & Gupta, M. (2020). Artificial intelligence capability: Conceptualization, measurement, and empirical study. Information & Management, 57(4), 103212.
Oliveira, T., Thomas, M., & Espadanal, M. (2014). Assessing the determinants of cloud computing adoption: An analysis of the manufacturing and services sectors. Information & Management, 51(5), 497–510.
Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan Indonesia. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.
Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Laporan Perkembangan Teknologi Keuangan dan Transformasi Digital Perbankan. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.
Pai, V., & Chandra, S. (2022). Drivers of artificial intelligence adoption: The role of organizational innovation and CSR orientation. Journal of Business Ethics and Technology, 5(2), 112–128.
Prajasari, A. C. (2025). Artificial intelligence adoption and financial stability under geopolitical pressure: Evidence from Indonesia’s digital banking sector. Jurnal Bisnis, Manajemen dan Investasi, 4(2), 103–114.
Ricceri, M., Gharleghi, B., & O’Connor, A. (2021). Artificial intelligence in banking: A systematic literature review. Journal of Banking Regulation, 22, 225–244.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Surbakti, R. G. B., & Arief, A. (2024). Pengaruh solvabilitas, kepemilikan publik, arus kas bebas, dan modal intelektual terhadap corporate social responsibility. Jurnal Ekonomi Trisakti, 4(2), 599–610.
Tornatzky, L. G., & Fleischer, M. (1990). The Processes of Technological Innovation. Lexington, MA: Lexington Books.
Published
2026-08-03
Section
Article