Pengaruh Edukasi Audiovisual Diabetes Self Management Education Terhadap Kepatuhan Manajemen Diri Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Sawan I
The Effect of Audiovisual Diabetes Self-Management Education on Self-Management Compliance in Diabetes Mellitus Patients at Sawan I Community Health Center
Abstract
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan manajemen diri yang baik untuk mencegah komplikasi. Rendahnya kepatuhan manajemen diri pada pasien DM dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan edukasi yang efektif. Diabetes Self-Management Education (DSME) berbasis audiovisual merupakan salah satu metode edukasi yang dapat meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien dalam mengelola penyakitnya.
Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi audiovisual Diabetes Self-Management Education (DSME) terhadap kepatuhan manajemen diri pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Sawan I.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan two group pre-test post-test control design. Sampel penelitian berjumlah 84 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (42 responden) dan kelompok kontrol (42 responden). Kelompok intervensi diberikan edukasi audiovisual DSME, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan Kruskal–Wallis.
Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan manajemen diri yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,001), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan yang signifikan (p=0,061). Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara kedua kelompok pada pre-test (p=0,418), namun terdapat perbedaan yang bermakna pada post-test (p=0,001). Edukasi audiovisual DSME juga meningkatkan beberapa aspek manajemen diri, yaitu kepatuhan diet, kepatuhan pengobatan, pemantauan kadar gula darah, dan perawatan kaki (p<0,001), namun tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada aktivitas fisik (p=0,232).
Kesimpulan: Edukasi audiovisual Diabetes Self-Management Education (DSME) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan manajemen diri pasien Diabetes Melitus. Metode ini dapat dijadikan sebagai strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan perilaku manajemen diri dan mencegah komplikasi pada pasien DM.
References
American Diabetes Association. (2017).Standards of medical care in diabetes.
Diabetes Care, 40(Suppl 1), S1–S135.
Agustini, L., Putra, N., & Dewi, K. (2025). Edukasi audiovisual DSME pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Nusantara, 3(1), 45–52.
Ardhiyanto, D. M. (2019). Self-care deficit nursing theory dan aplikasinya.
Yogyakarta: Pustaka Medika.
Asriyadi & Riniasih. (2020). Hubungan manajemen diri dengan konsep diri pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Palaran Samarinda.
Jurnal Keperawatan Samarinda, 5(1), 22–30.
Ayu Eka, I Dewa. (2022). Diabetes Melitus: Konsep dan Penatalaksanaannya.
Denpasar: Penerbit Andalas Medika.
Budiman & Riyanto. (2019). Media pembelajaran kesehatan.
Jakarta: Trans Info Media.
Corbin, J., & Strauss, A. (1988). Chronic illness and self-management.
Journal of Chronic Illness Studies, 12(4), 55–70.
Damayanti (2015). Manajemen diet diabetes melitus. Jakarta: EGC.
Dafriani, P., Marlinda, R., Prameswari, M., Dewi, R. I., & Yuniko, F. (2022). The cross-sectional study of self-efficacy, diet compliance, and blood sugar levels on diabetes mellitus patients in Indonesia. Journal of Pharmacy and Nutrition Sciences, 12, 80–85.
Darmayani, S., Lestiana, I., Al Fatih, R., Puspita Ningrum, I., & Irawan, T. (2021). Gambaran tingkat kepatuhan manajemen diri penderita DM tipe II di Kota Bandung. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(1), 55–62.
Ekayasa. (2017). Komplikasi diabetes dan dampaknya. Jakarta: Mitra Medika Press.
Elvina, S. N. (2019). Manajemen diri dalam perubahan perilaku kesehatan.
Semarang: Lembaga Penerbit Semarang.
Febriani, R., Ayuningtiyas, A., & Yuliati, T. (2021). Gambaran self-management pada penderita DM tipe 2 di RS Swasta Klaten.
Jurnal Penelitian Keperawatan, 7(3), 125–132.
Habibah, N., dkk. (2019). Pengaruh DSME metode audiovisual terhadap self-care behavior pasien DM. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 5(2), 45–52.
Hana Fauziyyah, N., & Utama, G. (2024).Faktor risiko diabetes melitus.
Jurnal Endokrinologi Indonesia, 12(1), 33–40.
Hardianto. (2021). Dasar-dasar diabetes melitus. Jakarta: EGC.
Islamic, M. (2020). Dukungan keluarga dalam pengelolaan diabetes.
Jurnal Kesehatan Keluarga, 8(2), 70–78.
Kapp, J., Gericke, G., & Muchiri, M. (2022). Diabetes nutrition education DVD: Validity and literacy adaptation. African Journal of Health Professions Education, 14(1), 19–26.
Kemenkes RI. (2019).Faktor risiko penyakit tidak menular. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2020). Laporan nasional Riskesdas 2018.
Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Mulfianda, A. (2024). Pengaruh video edukasi via WhatsApp terhadap pengetahuan dan motivasi manajemen diri pasien diabetes. Jurnal Media Keperawatan, 12(1), 55–63.
Nazmi, N., dkk. (2023). Pengaruh DSME metode audiovisual terhadap self-care behavior pasien DM tipe 2. Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 9(2), 110–118.
Notoatmodjo, S. (2018). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
PERKENI. (2018).Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus di Indonesia. Jakarta: PERKENI.
PERKENI. (2021). Panduan 5 pilar pengelolaan DM. Jakarta: PERKENI.
Putri, Y. (2019). Pengaruh media audiovisual terhadap perubahan perilaku kesehatan. Jurnal Promosi Kesehatan, 11(2), 85–92.
Rahmadani, S. (2023). Efektivitas audiovisual dalam edukasi kesehatan.
Jurnal Pendidikan Kesehatan, 7(1), 60–68.
Rahmasari, D., & Wahyuni, S. (2019). Patofisiologi diabetes melitus.
Jakarta: CV Bumi Medika.
Raju, T. (2024). Effectiveness of written versus audiovisual media for diabetic foot ulcer education. International Journal of Nursing and Health Sciences, 14(1), 50–58.
Rohman, A. (2015). Media pembelajaran audiovisual. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Rohman, A. (2024). Pengembangan media audiovisual dalam edukasi.
Jakarta: Penerbit Mediswara.
Rosidin, I., Windani, R., & Abdul, M. (2019). Self-management pasien diabetes: Aktivitas fisik, medikasi, dan perawatan kaki. Jurnal Keperawatan Dasar, 6(3), 90–98.
Safira, L. (2018).Komplikasi diabetes melitus. Surabaya: Media Medika.
Sari, W. (2022). Faktor yang mempengaruhi manajemen diri pasien DM.
Jurnal Keperawatan Medis, 5(2), 77–85.
Sari, W., Dewi, N., & Aditama, A. (2021). Self-care behavior pada pasien DM: Determinan dan intervensi. Jurnal Keperawatan Indonesia, 9(2), 121–130.
Sartika, R., dkk. (2018). Komplikasi mikro dan makrovaskular pada DM.
Jurnal Kesehatan Interna, 4(1), 10–20.
Siregar, A., dkk. (2024).Tingkat pengetahuan dan sikap pasien diabetes melitus di Indonesia. Jurnal Kesehatan Komunitas, 13(1), 25–33.
Suanto, I. (2016). Konsep self-management dalam perubahan perilaku.
Yogyakarta: Pustaka Ilmu.
Suhartini, & Fitriyani. (2020). Efektivitas media audiovisual dalam pembelajaran kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Indonesia, 6(3), 140–147.
Sundari, L. (2018). Manajemen diri pasien diabetes. Bandung: Pustaka Cendekia.
Suryani, N., & Nursalam. (2017). Efektivitas media audiovisual dalam edukasi pasien diabetes. Jurnal Keperawatan Indonesia, 20(1), 1–10.
Syaipuddin. (2024). Kepatuhan manajemen diri pasien DM di pelayanan primer.
Jurnal Keperawatan Primer, 8(1), 55–66.
Tandra, H. (2018). Mengenal diabetes melitus. Jakarta: Gramedia Medika.
Toobert, D., & Glasgow, R. (2000). The Summary of Diabetes Self-Care Activities Measure. Diabetes Care, 23(7), 943–950.
Widianingrum, N., dkk. (2021). Audiovisual dalam edukasi DM.
Jurnal Promosi Kesehatan, 6(1), 30–40.



