Peningkatan Pemahaman Stres Pengasuhan melalui Psikoedukasi Berbasis Keluarga pada Ibu di Komunitas

Increasing Parenting Stress Understanding through Family-Based Psychoeducation for Mothers in the Community

  • Cindy Claudia Aurelia Yasin Program Studi Profesi Psikolog, Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jl. Semolowaru No. 45, – Indonesia
  • Suhadianto Program Studi Profesi Psikolog, Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jl. Semolowaru No. 45, – Indonesia
Keywords: Coparenting, Psikoedukasi, Regulasi Emosi, Stres Pengasuhan, Co-Parenting, Psychoeducation, Emotion Regulation, Parenting Stress

Abstract

Stres pengasuhan merupakan permasalahan psikologis yang umum dialami ibu, khususnya ketika tuntutan pengasuhan dipersepsikan melebihi kapasitas sumber daya yang dimiliki. Layanan psikologi komunitas ini bertujuan mengidentifikasi dan menurunkan stres pengasuhan pada ibu-ibu Komunitas Harapan Bangsa Kecamatan S Surabaya yang dipicu oleh perbedaan dan ketidaksinkronan pola asuh (coparenting) dengan pasangan serta keterbatasan dukungan keluarga. Asesmen dilakukan terhadap 15 ibu (usia 40–57 tahun) menggunakan pendekatan mixed methods melalui observasi, Focus Group Discussion (FGD), serta kuesioner screening Parenting Stress Index–Short Form (PSI-SF) dan Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS). Hasil asesmen menunjukkan stres pengasuhan tingkat sedang hingga tinggi yang menonjol pada domain parental distress, diikuti parent–child dysfunctional interaction dan difficult child, serta berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi. Intervensi berupa psikoedukasi berbasis keluarga dilaksanakan pada level mikro (ibu dan pasangan) dan mesosistem (keluarga besar secara door to door). Evaluasi segera dengan desain pretest–posttest yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test pada SPSS menunjukkan peningkatan skor pemahaman yang sangat signifikan, dari rata-rata 31,73 menjadi 47,13 (t = -56,503; p < 0,001). Evaluasi tindak lanjut mengindikasikan meningkatnya kerja sama pengasuhan, komunikasi yang lebih terbuka, dan berkurangnya konflik pola asuh. Disimpulkan bahwa psikoedukasi berbasis keluarga efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan stres pengasuhan ibu pada konteks komunitas.

References

Abidin, R. R., Smith, L. T., Kim, H., & Youngstrom, E. A. (2022). Parenting stress. WikiJournal of Medicine, 9(3), 1–4. https://doi.org/10.15347/wjm/2022.3
Akmalia, N., & Febriani, A. (2022). Parenting stress pada ibu yang bekerja: Peran self-compassion dan dukungan sosial. Jurnal Ilmu Perilaku.
Bronfenbrenner, U. (1994). Ecological models of human development. International Encyclopedia of Education, 3, 1643–1647.
Creswell, J. W., & Hirose, M. (2019). Mixed methods and survey research in family medicine and community health. BMJ Family Medicine and Community Health, 7(2), e000086. https://doi.org/10.1136/fmch-2018-000086
Danasasmita, F. S., Pandia, V., Fitriana, E., Afriandi, I., Purba, F. D., Ichsan, A., Pradana, K., Santoso, A. H. S., Mardhiyah, F. S., & Engellia, R. (2024). Validity and reliability of the Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form in Indonesian non-clinical population. Frontiers in Psychiatry, 15, 1380354. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2024.1380354
Daulay, N., Ramli, R., & Lubis, R. (2020). Stres pengasuhan pada ibu: Pengembangan alat ukur berbasis Parenting Stress Index (PSI). Jurnal Psikologi, 17(1), 1–14.
Feinberg, M. E. (2003). The internal structure and ecological context of coparenting: A framework for research and intervention. Parenting: Science and Practice, 3(2), 95–131.
Feinberg, M. E., Kan, M. L., & Goslin, M. C. (2009). Enhancing coparenting, parenting, and child self-regulation: Effects of Family Foundations 1 year after birth. Prevention Science, 10(3), 276–285.
Gratz, K. L., & Roemer, L. (2004). Multidimensional assessment of emotion regulation and dysregulation: Development, factor structure, and initial validation of the Difficulties in Emotion Regulation Scale. Journal of Psychopathology and Behavioral Assessment, 26(1), 41–54.
Indrawati, T. (2020). Efektivitas program positive parenting dalam mengurangi stres pengasuhan pada ibu muda. Al-Athfaal.
Kitzinger, J. (1995). Introducing focus groups. BMJ, 311(7000), 299–302. https://doi.org/10.1136/bmj.311.7000.299
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. New York: Springer Publishing Company.
Pan, B., Li, X., Li, J., Zhou, H., & Li, L. (2024). Household chaos, marital conflict, and maternal depression: Exploring the mediating pathways within the household chaos conceptual model. Psychological Reports. Advance online publication. https://doi.org/10.1177/00332941241238413
Patton, M. Q. (2002). Qualitative research and evaluation methods (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Rivas, G. R., Arruabarrena, I., & de Paúl, J. (2021). Parenting stress index-short form: Psychometric properties of the Spanish version in mothers of children aged 0 to 8 years. Psychosocial Intervention, 30(1), 27–34. https://doi.org/10.5093/pi2020a14
Sanders, M. R. (2008). Triple P–Positive Parenting Program as a public health approach to strengthening parenting. Journal of Family Psychology, 22(4), 506–517.
Published
2026-08-03
Section
Article