Penanggulangan Bencana Kekeringan di Kabupaten Sabu Raijua
Drought Mitigation in Sabu Raijua Regency
Abstract
ABSTRAK
Kabupaten Sabu Raijua merupakan salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang secara geografis terletak di kepulauan kecil dengan karakteristik iklim semi-arid yang rentan terhadap bencana kekeringan. Bencana kekeringan yang terjadi secara berulang di wilayah ini telah memberikan dampak serius terhadap ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kekeringan di Kabupaten Sabu Raijua, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab dan dampaknya, serta mendeskripsikan upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research (studi kepustakaan), di mana data dikumpulkan melalui studi literatur terhadap dokumen-dokumen resmi, laporan penelitian, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta berbagai sumber tertulis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanggulangan bencana kekeringan di Kabupaten Sabu Raijua memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup aspek mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan rehabilitasi, dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya secara sinergis.
ABSTRACT
Sabu Raijua Regency is one of the regions in East Nusa Tenggara Province (NTT) which is geographically located on small islands with semi-arid climate characteristics that are vulnerable to drought disasters. Recurring droughts in this area have had serious impacts on clean water availability, food security, and community welfare. This study aims to analyze drought conditions in Sabu Raijua Regency, identify contributing factors and their impacts, and describe mitigation efforts carried out by the government and community. The method used is descriptive qualitative with a library research approach, where data is collected through literature studies of official documents, research reports, scientific journals, legislation, and other relevant written sources. The results show that drought disaster management in Sabu Raijua Regency requires an integrated approach covering mitigation, preparedness, emergency response, and rehabilitation aspects, involving the central government, local government, community, and other stakeholders synergistically.
References
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Revisi). Bandung: PT remaja rosdakarya, 102-107.
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008. (2008).
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta: Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Jakarta: Sekretariat Negara.
Sugiyono, M. (2008). Penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
UNDP Indonesia. (2021). Disaster Risk Reduction and Climate Change Adaptation in Eastern Indonesia. Jakarta: UNDP.
Undang-Undang Nomor 24. (2007). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2007 TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA.
Undang-Undang Nomor 52 Tahun. (2008).
World Meteorological Organization (WMO). (2006). Drought Monitoring and Early Warning: Concepts, Progress and Future Challenges. WMO Publication No. 1006. Geneva: WMO.
Zulkifli, I. (2021). Penanggulangan Bencana Kekeringan di Daerah Semi-Arid Indonesia: Perspektif Kebijakan dan Kelembagaan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.