Pengaruh Waktu Respons Darurat Terhadap Tingkat Korban Jiwa Pada Bencana Alam Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur

The Effect of Emergency Response Time on the Death Toll from the Mount Lewotobi Laki-Laki Natural Disaster in East Flores

  • Eveline Claudia Ertani Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Nusa Cendana-Indonesia
  • Fransiska R. Fernandez Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Nusa Cendana-Indonesia
  • Eleazar Novanto Malo Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Nusa Cendana-Indonesia
  • Eleazar Novanto Malo Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Nusa Cendana-Indonesia
Keywords: Bencana Vulkanik, Gunung Lewotobi Laki-Laki, Korban Jiwa, Manajemen Bencana, Penta Helix, Waktu Respons Darurat, Volcanic Disaster, Mount Lewotobi Laki-laki, Casualties, Disaster Management, Penta Helix, Emergency Response Time

Abstract

Bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang mencapai puncaknya pada 3–4 November 2024 menimbulkan korban jiwa, pengungsi massal, dan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Berdasarkan data BNPB (2024), terdapat 9 orang meninggal dunia, 4 luka berat, dan lebih dari 12.301 jiwa mengungsi di tujuh kecamatan terdampak. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh waktu respons darurat terhadap tingkat korban jiwa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas respons tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research, yaitu mengkaji berbagai sumber sekunder meliputi laporan BNPB, PVMBG, publikasi ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang. Hasil kajian menunjukkan bahwa waktu respons darurat yang lambat, yang dipengaruhi oleh kerusakan infrastruktur jalan, keterbatasan komunikasi, dan rendahnya kesadaran evakuasi masyarakat, berkontribusi langsung terhadap peningkatan jumlah korban jiwa. Sebaliknya, aktivasi peringatan dini oleh PVMBG, koordinasi multisektoral, serta keterlibatan aktif perguruan tinggi melalui pendekatan Penta Helix (ABCGM) terbukti mempercepat respons dan menekan angka korban lebih lanjut. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem peringatan dini komunitas, pelatihan evakuasi berkala, perbaikan infrastruktur jalur evakuasi, dan penerapan protokol respons terpadu sebagai strategi mitigasi berkelanjutan.

ABSTRACT

The eruption of Mount Lewotobi Laki-laki in East Flores Regency, East Nusa Tenggara, which peaked on November 3–4, 2024, resulted in significant casualties, mass displacement, and infrastructure damage. According to BNPB (2024), 9 people died, 4 were seriously injured, and more than 12,301 people were displaced across seven affected sub-districts. This study aims to examine the influence of emergency response time on casualty rates and to identify factors affecting response effectiveness. A descriptive qualitative method with a library research approach was employed, reviewing secondary sources including BNPB, PVMBG reports, scientific publications, policy documents, and community service reports from Kupang Health Polytechnic. Results indicate that delayed emergency response driven by infrastructure damage, limited communication, and low community evacuation awareness directly contributed to higher casualty numbers. Conversely, early warning activation by PVMBG, multi-sectoral coordination, and active involvement of higher education institutions through the Penta Helix approach (ABCGM) proved effective in accelerating response and minimizing further casualties. The study recommends strengthening community-based early warning systems, regular evacuation drills, evacuation route infrastructure improvement, and integrated response protocols as sustainable mitigation strategies.

References

Andayani, H., & Ishak, S. (2020). Manajemen Pelayanan Kesehatan pada Pengungsi Pasca Bencana. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 3(3), 23-29.
Auf der Heide, E. (1989). Disaster response: principles of preparation and coordination. In Disaster response: Principles of preparation and coordination (pp. 363-363).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2020). Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2020. Jakarta: BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2024). Laporan Penanganan Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur. Jakarta: BNPB.
Darurat Dan Bencana. Jakarta: Universitas Kristen Indonesia.
Erita, M. D., & Batu, A. M. R. L. (2019). Buku Materi Pembelajaran Manajemen Gawat
Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi NTT. (2024). Laporan Situasi Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Kupang: FPRB NTT.
Hidayat, M., & Akbar, A. (2024). Community-Based Disaster Communication In The Emergency Response Phase Of The Eruption Of Mount Lewotobi Men, East Flores. Jurnal Cahaya Mandalika, 713-720.
Machmud, N., Al-Mubaroq, H. Z., & Duarte, E. P. (2024). Strategi Integrasi Sosial dan Ekonomi Imigran Ilegal Rohingya di Wilayah Perbatasan Indonesia–Myanmar. Jurnal Kewarganegaraan, 8(1), 165-174.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif/Lexy J. Moleong.
Mulyasih, R., & Putri, L. D. (2019). Trauma healing dengan menggunakan metode play terapy pada anak-anak terkena dampak tsunami di Kecamatan Sumur Propinsi Banten. Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 32-39.
Nasrun, M. A. (2020). Kekuatan Dasar Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19 di Kabupaten Kapuas Hulu. In Prosiding Seminar Akademik Tahunan Ilmu Ekonomi Dan Studi Pembangunan (Vol. 32, p. 40).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). (2024). Laporan Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki Oktober–November 2024. Kementerian ESDM.
Putra. (2015). DARURAT, P. F. T. PERAN DAN KEPEMIMPINAN PERAWAT DALAM MANAJEMEN BENCANA. Idea, 6(1).
Saparwati, M., & Trimawati, W. F. (2020). Peningkatan pengetahuan kesiapsiagaan bencana dengan video animasi pada anak usia sekolah. Pro Heal J Ilm Kesehat, 2(1), 23-8.
Tyas, M. D. C. (2016). Keperawatan Kegawatdaruratan dan Manajemen Bencana. Pusdik SDM Kesehatan. Badan PPSDM Kesehatan. Kemenkes RI.
Wawomeo. (2024). Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Di Kabupaten Flores Timur. PAKDEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 83-90.
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Published
2026-08-03
Section
Article