Analisis Kesulitan Siswa Sekolah Dasar dalam Memahami Konsep Bilangan Desimal
Abstract
ABSTRAK
Bilangan desimal merupakan salah satu konsep matematika fundamental yang seringkali menjadi sumber kesukaran bagi peserta didik pada jenjang sekolah dasar di Indonesia. Penelitian ini untuk mengidentifikasi berbagai bentuk kesukaran dan miskonsepsi yang dialami oleh peserta didik, menganalisis faktor-faktor yang mendasari penyebabnya, serta mensintesiskan temuan-temuan penelitian sebelumnya yang kajiannya berfokus pada pembelajaran bilangan desimal di tingkat sekolah dasar dalam kurun waktu 2016–2026. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang dilaksanakan dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pengumpulan data melalui akses pada basis data Google Scholar, Garuda, dan jurnal-jurnal nasional terakreditasi SINTA, dengan hasil akhir berupa enam artikel yang memenuhi kriteria inklusi sebagai data primer. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilaksanakan, teridentifikasi lima kategori miskonsepsi utama, yaitu: (1) miskonsepsi terkait nilai tempat (place value), (2) whole number thinking atau cara berpikir bilangan bulat, (3) kekeliruan dalam penerapan prosedur operasi hitung, (4) hambatan dalam proses konversi representasi matematis, serta (5) kesalahan interpretasi terhadap bahasa dan simbol desimal. Faktor-faktor yang menjadi penyebab kesukaran tersebut mencakup tiga dimensi analisis: (a) rendahnya motivasi serta belum optimalnya pemahaman awal yang dimiliki peserta didik, (b) keterbatasan penguasaan konsep yang dimiliki oleh pendidik, dan (c) praktik pembelajaran yang bersifat prosedural dengan keterbatasan variasi contoh soal dan media pembelajaran. Penelitian ini memberikan simpulan bahwa penanggulian terhadap ???????? miskonsepsi bilangan desimal membutuhkan adanya transformasi dalam pendekatan pembelajaran menuju model konstruktivistik yang bermakna serta berbasis pada representasi multipel.



