Studi Literatur: Perencanaan Strategi Advokasi Kesehatan dalam Upaya Pencegahan ISPA Pada Masyarakat
Abstract
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat krusial di Indonesia, terutama karena tingginya angka kejadian pada bayi dan balita. Berbagai faktor demografis (seperti usia), biologis (status gizi, imunisasi, pemberian ASI), serta lingkungan (paparan asap rokok, penggunaan bahan bakar padat, dan ventilasi rumah buruk) turut berkontribusi terhadap kejadian ISPA.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan strategi advokasi kesehatan untuk pencegahan ISPA, meliputi identifikasi determinan, pemetaan pemangku kepentingan, perumusan strategi, serta penyusunan sistem monitoring dan evaluasi.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi review literatur dengan pendekatan deskriptif-analitik.
Hasil: Pencegahan ISPA memerlukan strategi komprehensif yang mencakup advokasi kebijakan, mobilisasi sosial, komunikasi perubahan perilaku, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader. Keterlibatan pemangku kepentingan di tingkat makro, meso, dan mikro sangat vital. Sistem monitoring dan evaluasi berbasis input, proses, output, serta outcome diperlukan untuk mengukur efektivitas program advokasi.
Kesimpulan: Strategi advokasi kesehatan yang terencana, terstruktur, dan berbasis bukti dapat menjadi upaya efektif dalam menurunkan kejadian ISPA di masyarakat.
Saran: Penerapan strategi ini sebaiknya didukung dengan kolaborasi lintas sektor dan penelitian lanjutan untuk adaptasi lokal.
References
Akbar, Z., Renaldi, R., Dewi, O., Rany, N., & Hamid, A. (2023). Perilaku pencegahan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Bunut Kabupaten Pelalawan. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 9(1), 12–20.
Fadila, F. N., & Siyam, N. (2022). Faktor risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak balita. HIGEIA Journal of Public Health Research and Development, 6(4), 320–331.
Jaya Maulana, Teguh Irawan, Dewi Nugraheni RM, Dina Nabilah, & Hairil Akbar. (2022). Faktor host dan environment sebagai faktor risiko ISPA pada balita di Puskesmas Tulis. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 201–211.
Mastuti, D. N. R., Indriyani, Y., Anfalla, S. N., & Fazaira, S. A. (2025). Evaluasi efektivitas program pengendalian ISPA di Puskesmas Tirto II Kabupaten Pekalongan tahun 2024. Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences), 14(2), 263–271.
Nurjanah, A., Sativa, S. Z., Astuti, A. D., Rangkuti, S. R., Nafisah, N., Fitri, N., ... & Nasution, I. S. (2024). Analisis kebijakan kesehatan mendorong partisipasi masyarakat dalam program pencegahan penyakit. Jurnal Anestesi, 2(3), 178–192.
Pinontoan, G. I., Toar, J., & Pajung, B. C. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Wenang Kota Manado. Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado, 3(2).
Safitriani, N. I., Indanah, I., Mardiana, S. S., & Prasetyo, A. S. (2026). Efektivitas edukasi ISPA SMART berbasis e-booklet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap orang tua terkait penanganan ISPA pada anak. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 17(1), 8–20.
Sandra, M., Putri, A., & Hidayat, R. (2026). Manajemen program pengendalian ISPA berbasis komunitas: Tinjauan sistematis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 21(1), 45–58.
Saripudin, A. (2024). Epidemiologi ISPA pada anak balita: Tinjauan faktor risiko dan pencegahan. Dalam S. Yusran, H. Bahar, D. Ekayanti, H. A. Pahruddin, & S. Salfina (Eds.), Lontara Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 23–30.
Suprapto, S., & Arda, D. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, 1(2), 77–87.
Wulandari, R., Romadhon, M., & Mustakim, M. (2022). Analisis faktor yang berhubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di wilayah kerja Puskesmas Bandar Agung Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2021. Jurnal Kesehatan Terapan, 9(1), 1–7.



